CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Kiosvideo

hi stats


KiosVideo – Semua ini terjadi beberapa bulan berselang saat kami sedang berada dikota X, kota kelahiran istriku, kebetulan kami mempunyai rumah disana dan saat itu musim liburan anak sekolah.
Sudah beberapa hari kami berada di kota, hampir seluruh sudut kota kami sudah jelajahi dan anak anak juga sangat senang menikmati masa-masa liburannya dengan mengunjungi berbagai lokasi wisata di kota berhawa sejuk itu.
Saat itu kami sedang berada disebuah outlet ketika sebuah suara terdengar “Hey.., apa kabar ..? seorang wanita berusia sedikit diatas istriku tiba tiba setengah berteriak menegur Rani,
“Eh.., Lina..apa kabar.. kamu..” jawab istriku yang langsung menghampiri wanita itu dan mereka berpelukan.
“Pah... ingat kan..ini Lina..” kata istriku
“Tentu saja aku ingat... apa kabar..? “tanyaku sambil menyalaminya
Lina adalah sahabat istriku saat masih kuliah.., wajahnya khas sunda, tidak terlalu cantik, namun putih dan bersih, terakhir kami bertemu empat tahun yang lalu disuatu pesta di Bogor, ketika itu ia datang dengan suaminya.., lupa..aku namanya.. namun suaminya adalah seorang arsitek.
Kedua wanita lalu ngobrol entah apa yang dibicarakan namun tampak mereka bicara tak putus – putusnya, bahkan istriku nampaknya lupa kalau ia sedang berbelanja, dan akupun melangakah meninggalkan mereka dan menggandeng anak anaku meneruskan belanja kami, kubiarkan istriku melepas kerinduan dengan sahabat lamanya.
Sesaat kemudian kedua wanita itu menghampiriku dan Lina pamit mau pulang.



“Kasihan... Pah.. ia sudah bercerai dengan suaminya” kata istriku dimobil
“Lho..kok...!? tanyaku
”suaminya kawin lagi dengan wanita lain, dan ia tidak mau dimadu, ya akhirnya mereka cerai deh.. sudah 3 tahun ia menjanda” panjang lebar istriku menjelaskan
“Lalu...?” tanyaku lagi
“Ya sudah.. Lina sendiri sekarang membuka butik” jelas Istriku
Percakapan berhenti sampai disitu karena anak-anak mulai cerewet minta makan dan kamipun berhenti di sebuah restoran yang sejak dulu menjadi langganan kami.
“Pah.. Lina kusuruh kesini ya..., sebelum kita pulang, biar dia nginep disini..” istriku membuka percakapan sore itu ketika kami sedang santai di teras rumah kami yang terletak agak dibagian atas kota
“Boleh saja..” jawabku.. dan sungguh saat itu tidak ada satupun pemikiran yang aneh-aneh melintas di kepalaku, saat aku sedang melepas semua pikiran tentang pekerjaan dan benar-benar fokus untuk bersantai, lagi pula anak-anak juga tidak mau tinggal diam dirumah selalu ribut tidak karuan
Rani mengambil HP nya, setengah jam setelah ia ngobrol dengan sahabatnya itu, dan menjelang pukul 8 malam, ketika kami baru saja menyelesaikan makan malam kami, suara mobil memasuki halaman.
“Hai..” sapa Lina ketika kami menyambutnya, malam itu ia nampak segar dengan celana panjang yang mencetak bentuk pantatnya dan atasan model sekarang yang agak gombrong itu, namun sampai saat itu kembali aku belum ‘memikirkan hal yang jorok’ sama sekali..
Istriku segera menarik tangan wanita itu dan mengajaknya kedalam sementara pembantu kami membawakan barang bawaannya masuk rumah.
Kebetulan rumah kami agak besar dan masih memiliki sebuah kamar yang tidak terpakai, dan kesitulah barang bawaan Lina diletakan.
Malam itu aku masuk kamar duluan, setelah anak anak tertidur, sementara istriku masih asyik ngobrol dengan kawannya, dan tak lama kemudian aku terlelap.

Aku merasakan ada rasa hangat dan geli yang nikmat menyadarkanku, dan aku tahu kalau mulut istriku sudah mengulum batang kemaluanku yang segera berdiri walau aku sendiri masih setengah sadar, entah kapan celanaku sudah turun sampai kelutut aku benar benar tak tahu.
Sesaat kemudian tanpa melepaskan mulutnya dari batang kemaluanku, celanaku sudah terlepas seluruhnya, dan menyusul baju lainnya.
Setelah saling mencumbu, menjilat dan bergumul, akhirnya dengan posisi diatas Rani memasukan batang kemaluanku kedalam vaginanya yang sudah hangat itu dan mulai bergoyang, mula mula perlahan semakin lama semakin cepat, sementara mulutnya berdesis seperti orang kepedasan.
“Srrrthh...” aku tak tahan lagi dan melepaskan air maniku duluan dalam vagina istriku yang masih terus bergoyang mengejar puncak kenikmatannya, dan akhirnya beberapa puluh detik kemudian istriku melenguh dan mendesis desis ketika ia menggapai klimaxnya, untung pikirku... telat sedikit saja kemaluanku sudah melemas dan bisa berabe aku kalau dia tidak berhasil mencapai klimaxnya.
Tubuh istriku ambruk diatas tubuhku, dan plop... kemaluanku terlepas dengan sendirinya, kami berciuman dan saling memeluk, yah walaupun banyak petualangan kami namun setiap kali berhubungan sex.. kami selalu berakhir sangat puas dan nilai keintiman yang ada diantara kami kalau sedang berdua sangat berbeda dibanding kalau sedang ‘bertualang’.

Kami tidak banyak bercakap malam itu, capek setelah seharian berputar putar dan belanja serta nikmatnya sex yang baru saja kami rasakan membuat kami segera terlelap dalam selimut.. berpelukan sambil telanjang bulat.
Pagi pagi aku sudah terjaga.., melihat istriku masih tidur.. aku lalu mengenakan celana pendek dan kaos oblong, masuk kamar mandi yang ada diadalam kamr, cuci muka.. lalu saat keluar keruang makan mencari kopi.
Saat melintas dapur kulihat Lina sedang asyik mengaduk kopi digelas dan ketika melihatku dia tersenyum..
Lina hanya mengenakan baju tidur yang agak tipis dan buah dadanya yang saat itu tidak menggunakan bra terbayang dengan jelas.., masih pagi.., baru bangun.. sudah melihat pemandangan seperti itu langsung saja ‘adik kecil’ diselangkangan berontak keras.
“Mas.. kopinya suka yang manis ?” tanyanya
“Lho.. kok.. mana pembantu.. masa kamu yang bikin.. ?” tanyaku agak heran juga
“Kusuruh kepasar... Lina ingin masak kalau boleh tanya Rani deh hobby Lina kan masak..” jawabnya.
Ingin kutanya ‘hobby’ nya yang lain.. tapi mengingat ia teman istriku dan aku belum diberi tanda oleh istriku aku menjaga lidahku supaya jangan nakal.

“Jangan terlalu manis.. ah.. nanti bisa diabetes..” jawabku, hampir saja kulanjutkan lebih jauh’kalau diabet bisa impoten rugi deh aku’ tapi kembali kujaga lidah ku..
Siang itu aku bersantai dikamar sementara istriku dan Lina asyik memasak.., anak anaku juga asyik dengan urusan mereka masing – masing dikamarnya
“Hey.. semuanya.. makanan sudah siap.”teriak istriku dan hawa dingin kota Surabaya serta suasana yang nyaman sungguh membuat kami menjadi sangat lapar...
Mataku sempat menelusuri tubuh Lina yang tampak sibuk mengambilkan nasi, menyipakan lauk pauk dan dengan tank top ketat, celana jeans yang dikenakannya mencetak bentuk tubuhnya, sesungguhnya wanita ini bukan wanita yang akan kita pikirkan, berusia menjelang pertengahan, wajahnya biasa saja tidak terlalu cantik, tubuhnya juga sudah tidak sekencang gadis muda.. namun kulitnya sangat putih dan bersih, dari wajah serta penampilannya serta cara bicaranya terlihat jelas kalau ia bukan ‘petualang’, dan yang agak ‘mengganggu’ pemikiranku adalah sudah 3 tahun bercerai..’jangan jangan sudah rapat kembali vaginanya’
Pepes ikan mas, sayur asam, sambal dan ayam goreng yang nikmat dalam waktu singkat bersih tandas dan beberapa saat kemudian aku sudah terbuai dalam mimpi, entah apa yang diperbuat istriku, sahabatnya dan anak anak sudah tidak kupedulikan lagi.
Setelah mandi sore kami menyempatkan diri pergi ke mall, beli jagung bakar, makan malam dan menjelang Pukul 22.00 malam kami sudah kembali kerumah anak – anak langsung masuk kamar dan sesaat kemudian suasana sudah sepi...
Aku sedang membaca dikamar ketika istriku masuk dan duduk disampingku, dengan wajah yang berbinar-binar ia berkata “Pa.. menurut papa Lina bagaimana..?” tanyannya dengan tiba tiba.


“Bagaimana apanya..?”tanyaku
“Ah.. mama kan melihat papa memperhatikan tubuh Lina, waktu makan siang tadi, Minat?” lanjut istriku
“Mmmmm... bukan gitu” lalu kusampaikan isi pemikiranku siang tadi dan istriku mencubitku “buktikan mau ? lubangnya masih ada atau nggak..? jawab Rani. “Hm...tapi kan dia teman mama dan belum tentu memahami gaya hidup kita” jawabku, langsung saja ada yang terasa bergerak diantara pahaku..’kalau iya lumayan kan...’pikirku
Sudah terlalu lama istriku mengenal diriku kali ini dia yang menjadi ‘pengatur laku’ “sudah..pokoknya papa..nurut saja. ya nggak rugi deh” lalu sambil mencium pipiku ia beranjak keluar kamar..
Aku mencoba kembali ke bacaanku, namun konsentrasi ku sudah buyar..
Sekitar lima belas menit kemudian pintu kamar terbuka dan masuklah istriku serta Lina yang sudah berganti pakaian dengan daster, wajahnya tampak segar dengan rambut diikat kebelakang sementara dadanya tampak menggantung lepas.. sayang daster batik yang dikenakannya agak tebal.. sehingga tidak ada bayangan yang timbul didadanya

“Ngobrol disini saja ya Lin.., pa boleh kan Lina ngobrol dulu disini ..?,” pembantu belum tidur lagi nonton TV, dikamar Lina nggak enak, nggak ada Exhaust Van nya..”, memang terkadang istriku merokok, terbayang kan kalau asap rokok tidak dikamar tidak bisa keluar..?
“Walau awalnya agak canggung namun sebentar saja pembicaraan kami sudah relax, Rani duduk disisiku dan kami duduk diranjang bersandar santai, sementara Lina duduk diujung ranjang.., kami ngobrol segala hal sampai suatu saat istriku bertanya..(aku yakin dia sudah bertanya sebelumnya.. tapi diulangi lagi untuk ku),
“Lin.. kalau boleh tahu.. kamu kan sudah pisah 3 tahun sama mantan mu.., nah kalau ‘kepingin.. itu..’ bagaimana kamu mengatasinya..? tanpa tedeng aling-aling Rani bertanya yang membuat wajah Lina langsung merah bagi kepiting rebus.
“Yah.. gitu deh...., udah ah.... kok nanyain yang begituan sih..” jawab agak tersipu.
Tiba tiba Rani bangkit, lalu mengambil lap top yang biasa kugunakan, meletakannya dipangkuannya dan menyalakannya serta memanggil Lina untuk mendekat..
Aku hanya memperhatikan apa yang dilakukan istriku walau aku tahu apa yang ada dipikrannya, sekejab kemudian terdengar suara Lina berteriak kecil ”Ih.. gila ya kamu...” sambil melirik kearahku.
Berkali kali terdengar jerit tertahan Lina saat melihat apa yang tersaji di laptop ku, ya..kumpulan gambar photo ‘petualangan’ kami yang bermacam occasion yang sudah ku capai dalam suatu album, ada yang istriku sedang ‘dikeroyok’, ada yang sedang swinging dengan pasangan lain dan macam-macam lainnya.

“Sebentar ya..” kata Rani yang lalu beranjak ke kamar mandi Lina tidak menjawab namun matanya terus menatap layar laptop dengan wajah yang berubah ubah.. antara percaya dan tidak.. antara ingin tahu dan tertarik.. ia masih asyik menscroll gambar gambar itu dan Rani yang sudah kembali duduk didekatku tangannya langsung menyusup kedalam celana pendek yang kukenakan.
Istriku lalu merangkul leherku, mencium bibirku.. lidah kami saling bertautan dan tangannya dengan nakal memainkan kemaluanku yang masih tersimpan didalam celana pendek yang kukenakan beberapa saat kemudian celana yang kukenakan sudah terlepas..
Ketika Rani menengok ia terpana.. karena saat itu istriku sedang asyik menjilat dan menghisap batang kemaluanku dan ketika istriku melihat bahwa sahabatnya memperhatikan nya ia menghentikan gerakannya dan memberi tanda agar mendekat dan entah sadar atau tidak Lina langsung mendekati kami duduk disamping tempat tidur.
Tiba –tiba istriku menarik tangan Lina dan meletakannya di batang kemaluan ku yang sudah mengeras.
Tangan yang terasa dingin bertemu dengan batang kemaluan yang sangat panas memberikan sensasi padaku dan benar seperti kata istriku..  Lina sudah terlalu lama tidak menyentuh laki laki.., sesaat kemudian dua mulut mungil menjadikan batang kemaluanku sebagai ‘mainan’, saat Lina menghisap kepala kemaluanku istriku menjilati bijiku dan begitu bolak balik kujulurkan tanganku kutarik Lina agar merayap keatas dan sesaat kemudian bibirnya sudah berpagutan dengan bibirku..
Ketika dasternya kulepas.. buah dadanya terpampang jelas puting susunya lebih besar dari istriku merah agak kehitaman, kontras dengan kulit putihnya..., dan walau sudahtidak terlalu padat dan agak turun sedikit namun asyik juga.
Mulutku melumat puting susu yang sudah mengeras itu dan tanganku menyusup ke bawah pusarnya.. terasa selangkangan yang lembab agak basah dengan bulu bulu yang cukup lebat.

Istriku yang mengerti apa yang kuinginkan, menghentikan gerakannya menjilati kemaluanku.. lalu memberi kesempatan padaku untuk mengubah posisi.
Kubaringkan Lina telentang dan seera kucium bibirnya lalu perlahan jilatanku merambat turun lehernya, pundaknya dan buah dadanya ganti berganti kujilati dan kuhisap putingnya sementara ia hanya memejamkan mata mengerang lirih..
Lidahku turun terus kebawah dan ketika sampai di perutnya ia mulai menggelinjang kuambil bantal.. kuminta ia mengganjal pinggulnya dan kini aku mulai konsentrasi pada vagina yang merekah membasah itu.
Dengan kedua tanganku kusibak bulu bulu di area itu kubuka vaginanya dan lidahku mulai menari nari di klitorisnya.., sesekali menerobos masuk dan kembali menjilat, menghisap dan menjilat..
Rani yang rupanya tidak tahan dari belakang juga ‘menyerang’ku.
“Ssshh... aahhh sudah nggak tahan..” sesekali kepalaku dijepitnya dengan pahanya dan aku mengerti sudah terlalu lama ia ‘haus’ maka ketika aku menyudahi permainan lidahku dan merayap naik ketas tubuhnya dengan serta merat tangannya menyambut dan memelukku, dan setelah batang kemaluanku terarah tepat dengan perlahan mulai kubenamkan Lina mengerang kenikmatan. membuka pahanya semakin lebar, setelah kepala kemaluanku masuk dengan satu hentakan yang diiringi desahan keras dari wanita ini kubenamkan batang kemaluanku hingga habis.
Kubiarkan sesaat kemaluanku terendam dalam vagina yang sangat hangat namun ‘legit’ itu, memang sih kelebihan wanita umumnya bisa membuat vaginanya enak tidak kering agak basah sedikit, tapi legit atau mungkin pengaruh suka makan lalaban? dan baru kemudian kutarik sedikit lalu kubenamkan lagi demikian berulang – ulang.. sementara Lina memeluk dan kakinya bahkan melingkari pinggangku..
Tiba kurasakan sensasi lain wah.. ternyata istriku mengusap dan memegangi bijiku saat batang kemaluanku bergerak memompa naik turun di vagina Lina, bahkan sesat kemudian bukan lagi usapan yang kurasakan namun... jilatan... gila... rasa nikmat yang luar biasa menyerangku, batang kemlauanku terbenam dijepit kemaluan Lina dan lidah Rani menjilati bijiku.. sesekali batangku terjilat saat tertarik keluaar..
Aku tahu kalau begini terus tidak lama lagi pasti tumbang..  maka, ku rubah posisi, tanpa melepaskan batang kemaluanku dari vaginanya , kubalik posisi hingga Lina kini diatasku, kini aku punya ‘mainan’ tambahan’, buah dada yang bergoyang dan menggayut diatasku dengan leluasa kuremas.., sesekali putingnya kuhisap.., disisi lain istriku juga jadi lebih leluasa ‘menggarap’ kemaluan ku yang sedang menyatu dalam vagina sahabatnya itu.
Lina mulai bergerak teratur.. mungkin terlalu lama tidak merasakan kemaluan laki laki membuatnya tidak tahan terlalu lama.. ia naik turun diatasku dengan teratur semakin lama semakin cepat.. kemaluannya mulai menghangat dan aku ‘membantunya’ dengan menghisap puting susunya dan akhirnya dengan satu teriakan tertahan ia melemparkan kepalanya kebelakang mencengkeram pundaku dan mendesah lirih... ”Aghh..ssss...hhhh.... aduh.. keluar...” lalu ia ambruk diatas dadaku.




Kucium bibirnya dan dengan perlahan ia kurebahkan kesamping.., sesungguhnya aku yakin akalu kuteruskan sedikit lagi ia masih bisa menggapai satu klimax lagi walau tidak sedahsyat yang barusan namun aku juga tahu kalau istriku sudah menanti gilirannya
Kusuruh Rani menungging dan dari belakang batang kemaluanku yang masih basah kuyup dangn lendir Lina menerobos memasuki lubang vagina istriku yang juga sudah basah daritadi...
Kami sudah mengenal satu dengan lain sangat baik maka irama yang berkembang sudah dalam kontrol kami dan karena desakan di bijiku sudah sedemikian mendesak kuberi tanda pada Rani untuk meningkatkan ‘speed’ dan akhirnya.. srrrrtt... creeet.. air maniku menyembur deras mengisi vagina istriku sementara istriku juga mencapai klimax pada saat yang sama dan mendesah desah dengan keras.
Cukup lama kami terdiam dan berpelukan bertiga dalam keadaan telanjang, ganti berganti kedua wanita itu mencium bibirku dan tangan mereka mengelus serta mengusap ngusap kemaluanku yang masih basah itu..., namun juga masih susut.
Belum terlalu rasanya beristirahat Lina sudah mulah memainkan kembali mulutnya di selangkanganku sementara Rani berjongkok diatas wajahku dan lidahku langsung saja menerobos masuk ke lubang vaginanya.., vagina istriku walau sudah banyak yang ‘menikmati’ namun tetap terawat dan terasa nikmat.. juga klitorisnya masih tetap mungil kemerahan. Sekitar beberapa menit kami dalam posisi itu sebelum berbalik kini kembali aku diatas Lina yang dengan melebarkan kakinya menerima kemaluanku dan Rani memelukku dari belakang menjilati leher dan belakang telingaku kadang lidahnya turun ke bawah hingga ke belahan pantatku..

Aku menggenjot Lina yang terlentang dibawah tubuhku dengan teratur dan pada irama yang tetap, bibir kami saling bertemu dalam ciuman yang panas istriku mengelus dan mengusap usap bijiku yang memberikan sensasi nikmat dan seperti tadi Lina yang masih haus itu kembali mencapai klimax duluan.. ”Mas.. ah.. ugh... cepet.. cepetinn... aduh.. enaaaak..” dan setelah seluruh tubuhnya menegang ia tergolek lemas, aku berhenti sebentar tanpa mencabut kemaluanku yang masih terbenam dalam vagina yang berdenyut denyut itu dan semenit kemudian mulai lagi kugerakan maju mundur secara teratur.. ”Ah.. geli.. lagii..” Lina merintih dan mendesah.. namun aku meneruskan gerakanku dengan cepat mengejar ejakulasi kedua yang ingin kugapai dan “Aduh.. keluar.. lagi.. ah..” dan istriku juga semakin giat mengusap dan meremas bijiku dan ketika aku merasa tak tahan lagi kucabut kemaluanku dari vagina Lina dan istriku segera membuka mulutnya menerima kemaluanku yang basah penuh lendir itu.
Tidak sampai dua menit, aku setengah menjambak rambutnya menembakan air maniku dalam mulut Rani yang tanpa ragu langsung menelannya.,
Setelah melemas, kemaluanku dilepas dari mulutnya namun bukan berarti berhenti karena lidahnya masih terus menjilati hingga batang kemaluanku bersih dari cairan.

Sekali ini aku perlu waktu setengah jam untuk dapat ‘bangkit’ kembali.... dan setengah jam lebih dikocok dalam vagina Rani untuk kemudian melepaskan isinya yang sudah semakin sedikit dalam vagina yang sejak awal ‘belum sempat diisi’ air maniku
Entah jam berapa Lina kembali ke kamarnya karena saat aku berada dalam pelukannya dengan wajahku terbenam diantara buah dadanya aku terlelap.
Saat terjaga paginya aku diberi ciuman yang amat manis dari istriku sambil berbisik ”Lina bilang terima kasih, punya papa jauh lebih enak dari mantannya dulu katanya..” aku hanya tersenyum karena benar benar merasa ‘habis..’, terkuras energi dan air maniku..,
Hampir tengah hari baru aku beranjak dari tempat tidur setelah anak anak ribut tidak karuan mengajak pergi keluar.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam




Aku Menjadi Nafsu Istriku Dan Temannya


KiosVideo - Saya pria berumur 25 tahun. Nah kisah ini terjadi di tahun 2009 pada saat saya lulus kuliah. Saya kuliah di Bandung di salah satu universitas akademi, seperti kebanyakan mahasiswa lain setelah lulus saya diberi banyak cara untuk bekerja baik dari kampus maupun relasi. Saya memutuskan untuk menerima pekerjaan dari relasi yaitu Sepupu Ibu saya yang bernama Tante Hani.

Meskipun relasi , ternyata saya tetap harus menjalankan proses2 interview dan proses lainnya. Bocoran dari ibu sih , Tante Hani sepupunya itu terkenal sebagai wanita yang tegas dan mandiri. Akhirnya datang juga hari interview itu, awal pertemuan saya dengan Tante Hani yang akhirnya saya sebut dengan Tante Netti. Saya berjalan masuk ke ruangan Tante Netti dengan dag dig dug, karena saya belum punya pengalaman kerja sama sekali. Tapi dalam hati saya berharap diberi keringanan karena saya kan keponakannya secara tidak langsung. Tapi ternyata dugaan saya salah, di depan saya berdiri bukan sosok tante yang ramah lemah lembut, Kesan pertama yang saya dapatkan justru sosok wanita tegas cenderung galak.

“Halo, silahkan duduk.” Tante Netti menyalamiku tanpa menyinggung sedikitpun atau setidaknya beramah tamah selayaknya saudara. Setelah basa basi sebentar Tante Netti langsung masuk ke dalam interview. “Ceritakan kepada saya tentang diri kamu, apa yang bisa kamu janjikan untuk perusahaan ini.” Saya bener2 speechless saat itu mungkin juga karena kurang PeDe dan kurang pengalaman. Intinya interview awal itu gagal total deh (menurut saya). Singkat cerita saya mengikuti test lain (bukan dengan tante Netti) dan menurut saya dalam test itu saya cukup berhasil.

Ketika saya sedang menunggu di sofa sambil melihat lihat majalah, Tante Netti datang menghampiri saya dan menyalami saya. “Kamu anaknya Tiur kan? halo saya Hani.” Ternyata Tante Netti adalah sosok yang ramah, yang setelah lama saya ketahui alasannya adalah beliau tidak mau mencampuri urusan pribadi dan urusan kantor. Saya masih ingat sekali Baju yang tante Netti pakai waktu itu. Kemeja abu-abu dengan garis merah marun dan Rok Hitam. Saya sempat tertegun juga dan agak tidak percaya Kalau tante Netti umurnya sudah lewat kepala tiga(saat itu beliau 34tahun).


Singkat Cerita saya diterima di perusahaan tante Netti, tapi bukan dengan status pegawai kontrak. Itupun dengan status paling bawah dan mengerjakan tugas2 yang sepele seperti Fotokopi, memindahkan File,bahkan membuat kopi. Selama dua bulan pertama saya bekerja saya sempat down, pekerjaan yang saya bayangkan selama ini bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Apa bedanya yang saya kerjakan sekarang dengan jadi office boy. Di awal2 saya bekerja uang gaji saya justru saya pakai untuk membeli rokok dan mentraktir teman sepulang kerja.

Hari terburuk di awal saya bekerja tanggal 18 Oktober 2008( ya saya ingat betul hari itu haha). Paginya saya ditagih oleh Bapak Kost untuk melunasi uang kost yang sudah saya habiskan mentraktir teman2. Siangnya saya dimarahi oleh atasan karena saya lupa membawa file yang beliau minta, Sorenya yang paling sial sewaktu saya membawa File2 berkas dokumen dari gedung satu ke gedung yang lain (kantor saya memiliki 2 gedung yang terpisah), saya menjatuhkan berkas2 itu dan otomatis berkas2 itu tidak bisa dipakai lagi karena jatuh di tanah yang becek.

Saya kembali ke gedung awal sambil kebasahan karena gerimis sambil membawa berkas2 yang belepotan lumpur. Di benak saya sudah terpikir untuk berhenti kerja, memang lebay nih tapi saat itu saya benar2 merasa hidup saya tidak berarti. Waktu saya mau masuk ke ruangan saya dan membereskan barang2 saya , Tante Netti masuk dan bertanya saya mau apa. Setelah sedikit mendengarkan penjelasan saya., dia hanya menatap saya dan dengan punggung tangannya dia menepuk tepat di jantung saya .

” Kalau kamu laki-laki , jangan lari dari masalah”. Setelah berkata begitu beliau pergi meninggalkan ruangan saya.Entah karena tertantang oleh omongannya atau juga mungkin pesona magic dari Tante Netti, saya justru ingin menunjukan pada Tante Netti kalau saya ini laki-laki. Singkat cerita saya minta maaf pada Tante Netti karena saya sudah jadi pegawai yang cengeng , Tante Netti tersenyum dan penyelesaian akhirnya justru saya diminta untuk tinggal dengan Tante Netti. (akibat tunggakan kost saya menumpuk). Inilah awal saya jatuh cinta sama Tante saya sendiri. Sosok Wanita yang selalu saya kagumi dan sayangi.

Awal2 kehidupan saya bersama tante Netti berjalan normal layaknya Keponakan dan Tantenya. Hanya saja tante Netti juga bagai mentor buat saya, seusai Kerja biasanya kami Sering berdiskusi di ruang makan atau sambil menonton televisi. Di sini lah awal kedekatan saya dengan tante Netti. Dari obrolan seputar program dan proyek kerja, hingga curhat yang lebih pribadi. Tante Netti memuji saya , karena dari 4 divisi saya terpilih sebagai pegawai terbaru terbaik mewakili divisi tante Netti. Hubungan saya dan tante Netti semakin dekat. Saya kagum padanya , Dia juga bangga pada saya.

Hari itu bulan Desember tanggal 5 , di hari inilah hubungan saya dan tante Netti yang lebih mendalam bermulai. Dimulai dari Tante Netti yang dimarahi oleh atasan kami di Pagi hari, terlebih lagi beliau memarahi tante Netti di hadapan bawahan2 tante Netti. Saya tahu sebenarnya penyebab kinerja tante Netti yang menurun selama seminggu belakangan ini diakibatkan adiknya bermasalah di kuliahnya.

(kasus kriminil ringan sehingga Tante Netti dipanggil oleh Kampus selaku Walinya). Mungkin karena stress yang menumpuk ditambah dimarahi bos, usai jam kerja tante Netti langsung saja menuju mobilnya sampai2 dia lupa kalau saya yang memegang kunci mobilnya.Karena melihat dia yang mukanya kusut (matanya juga sudah berkaca kaca hehe) , saya berinisiatif mengajak dia jalan2. Tante Netti pasrah saja dan selama perjalanan dia lebih banyak diam dan menjawab seadanya pertanyaan dari saya ( mungkin dia juga menahan tangis).

Bagi yang tahu atau pernah ke Bandung pasti tahu daerah Dago , daerah ujung atas kota Bandung yang lumayan banyak restoran dan tempat2 yang cukup nyaman untuk berduaan. Sesudah makan saya mengajak tante Netti ke semacam bukit/lapangan kosong yang oleh orang2 sekitar dinamakan Starlight. Biasanya orang kesana melihat2 Kota bandung , lampu2 dan juga melihat bintang. Karena lapangannya luas banyak mobil yang parkir disana, tapi banyak juga yang mesum karena tempatnya cukup gelap hehehe.

Setelah dipancing untuk curhat akhirnya dia menangis dan keluarlah semua emosi yang tersimpan. Sewaktu melihat tangannya saya melihat tangan mungil dibandingkan dengan tangan saya yang besar, baru saya menyadari tante Netti juga wanita yang butuh perlindungan yang juga bisa menangis (biasanya sangat tegar). Saya sampaikan padanya kejadian dimana dia menasihati saya ( awal2 saya bekerja) dan saya beritahukan kalau saya berubah karena kata2 nya itu, dia sumber semangat saya. Saya pun bilang kalau adiknya pasti bisa berubah. Saya memegang tangannya dan menyentuhkan ujung2 jari kami.

Dia menatap saya , lain dari biasanya bukan tatapan pada keponakan tapi lebih sebagai kekasih. Dia bertanya apa boleh dia bersender pada bahu saya. Kami pun melewati 1 jam berikutnya sambil berpegangan tangan dengan posisi tante Netti bersender seperti orang berpacaran. Sewaktu dia mendekap tangan saya di dadanya, jujur saya sempat terangsang sih hahaha namanya juga laki2 , tapi karena momentnya kurang pas jadi saya kesampingkan pikiran2 mesum. ( padahal di sebelah ujung ada beberapa pasangan yang sedang mesum di atas motor)

Mulai dari saat itu hubungan saya dan tante Netti menjadi sangat dekat, kegiatan yang paling saya sukai ialah sewaktu kami memasak makan malam. Sering sekali tubuh kami bersentuhan ataupun saya mendekap tubuhnya dari belakang. Saya sering curi2 kesempatan untuk memperlakukan dia sebagai kekasih saya. Serba salah juga karena status kami tidak resmi.Belakangan saya tahu kalau dia juga sering curi2 kesempatan menggoda saya secara tersirat.



Dia sering sengaja membuat sop kaldu atau menu lain lalu mencelupkan jarinya dan menyuruh saya mencicipi dari jarinya, di kesempatan lain tante Netti sengaja makan sampai berceceran di bibirnya dan meminta saya membersihkannya. Mungkin sepele tapi sangat merangsang buat saya. Seringkali saya membayangkan tubuhnya telanjang saat dia memakai Pakaian memasak. Oh iya Tante Netti selalu memasak dengan pakaian khususnya yang dia bawa dari Belanda. Mungkin juga ini fetish tapi sewaktu dia memakai pakaian itu gairah sex saya selalu memuncak. Kami sama2 sadar bahwa tindakan ini salah, tapi sama2 tidak ada yang mau membahas masalah ini. Kami sama2 menikmati jadi TTM an

Hubungan kami semakin dalam sampai akhirnya kami berhubungan ke arah seksual diawali dari kejadian Pompa air kami yang rusak. Karena hari itu sedang libur(hari sabtu) saya berinisiatif membetulkan pompa yang rusak itu.Sewaktu sedang sibuk membetulkan pompa , tante Netti memanggil saya dari belakang menyuruh saya istirahat dulu dan dia membawakan saya minuman.

Karena posisinya yang membungkuk saya secara tidak sengaja melihat belahan payudaranya., apalagi kaus yang dipakainya cukup tipis membuat lekukan payudaranya semakin terlihat. Otomatis “adik” saya yang di bawah langsung meraung-raung.Tapi saya menahan diri. Merasa saya menatapnya terus muka tante Netti memerah. ” Ngeliatin apaan sih daritadi?”
saya cuma tersenyum dan balik badan membetulkan pompa lagi.

(sebenarnya waktu itu saya takut juga ketahuan kalau saya sedang ON hehe). Tapi ternyata sambungan pipa yang saya kerjakan kurang kuat sehingga airnya justru menghambur keluar. Saya yang secara reflek menghindar, tapi justru air itu malah mengenai tante Netti. Bajunya yang putih langsung basah kuyup serta kotor. ( karena sambungan pompanya lepas, sehingga airnya bercampur dengan bubuk besi ) . ” Aduh baju tante jadi kotor nih ..” Saat itu saya benar2 horny melihat sosok tante Netti yang basah kuyup dan tangannya saat itu sedang menggosok bajunya ( tepatnya payudaranya) yang kotor kena bubuk besi. Entah kemasukan apa saya langsung berdiri dan memeluk tante Netti. “adik” saya yang sudah kenceng sedari tadi langsung menempel pada tubuhnya yang basah. Saya mencoba berbisik pada tante Netti.

Mungkin karena gugup dan grogi suara saya serak sekali nyaris tak terdengar. “Aku cium tante boleh ? ” Entah tante Netti mendengar atau tidak pertanyaan tadi dia hanya tersenyum dan mendekatkan dahinya ke arah mukaku. Saya pun mendekatkan kepala saya dan mencoba mencium bibirnya. Waktu itu saya grogi sekali., badan saya bergetar kencang dan saya mengigil, tante Netti tetap tersenyum dan memegang bibir saya dengan dua jarinya , kemudian mendekatkan bibirnya dan kami pun berciuman.

Seumur hidup saya ini moment seksual yang paling berkesan menurut saya. Sementara pompa bocor itu terus menyemprotkan air ( yang sebenarnya kotor hehe) kami berciuman mesra. Saya yang tidak berpengalaman sebenarnya agak susah untuk bernafas, karena kendali dipegang tante Netti saya hanya menuruti gerakan bibirnya saja. Di saat lidah tante Netti mulai menyapu bibir saya, saya kaget seakan ada aliran listrik di seluruh tubuh saya, lidah kami bersentuhan dan saling berpagutan. Kami semakin bernafsu dalam berciuman dan saya bisa rasakan air liur saya dan air liurnya bercampur.

(ditambah air dan bubuk besi haha). Secara naluri saya memegang pinggang tante Netti dan tangan kiri saya mulai meremas Payudaranya secara lembut. Kira2 lima menit ( mungkin) kami bercumbu, dan tante Netti memegang tangan saya yang sedang meremas payudaranya. Dia menurunkan tangan saya dan menatap saya. Tatapannya seakan dia ingin bilang kalau dia mau tapi tidak boleh. Saya pun menurutinya dan menutup pompa yang tadi bocor.Tapi itu tidak bertahan lama, sewaktu saya berjalan di belakang tante Netti, nafsu saya kembali memuncak. Saya memeluk tubuhnya dari belakang dan Meremas kembali payudaranya sambil menciumi lehernya. Sesaat ada gerakan meronta tetapi lebih cenderung pasrah dari tante Netti. Semakin lama dia justru memegang tangan saya agar keduanya meremas payudaranya.

Karena capek berdiri saya menuntuk tante Netti untuk berjalan dan bertumpu dengan tangan pada kulkas yang ada di dekat situ. Penis saya yang sudah berdiri tegak saya selipkan pada belahan pantat tante Netti. Saya mulai menggerakan tubuh saya dan saya merasakan Penis saya hangat sekali ditambah bergesekan dengan pantat tante Netti. Tangan tante Netti yang sedang menempel pada pintu kulkas secara asal mengambil salah satu gantungan magnet dan menaruhnya pada tangan saya. tante Netti menuntun tangan saya masuk ke dalam kausnya dan menyentuhkan ujung magnet yang dingin ke seluruh tubuhnya.


Tiba2 muncul ide iseng , saya pun memasukan magnet dingin tersebut ke dalam Bra tante Netti, dia tersentak sebentar dan tertawa. Kami terus dalam posisi seperti itu untuk beberapa lama. Kejadian tadi terulang kembali. Tante Netti membalikan tubuhnya dan menatapku seakan berkata ” Kita ini tante dan keponakan”. Saya tau dari mimik wajahnya dia sudah sangat terangsang., tapi sekali lagi saya mengalah dan pergi ke kamar untuk berganti baju. Mungkin karena kesal hasrat saya tidak tersampaikan saya Masturbasi sampai saya sendiri ketiduran.

Sore harinya, tante Netti datang ke kamar saya dan membangunkan saya. Di sini lah kami berjanji kalau kejadian tadi adalah yang pertama dan terakhir kalinya. Tapi apa daya , posisi saya yang tanpa celana dalam ( bekas kegiatan tadi siang haha) justru membuat momen janji ini jadi bullshit belaka. Ujung-ujungnya justru tante Netti sendiri yang memegang penis saya dari luar selimut kemudian dia mulai mengocoknya.

Saya yang langsung terangsang memegang pipinya dengan kedua tangan saya dan mulai mengelus seluruh mukanya sambil jari jempol kanan saya saya masukan ke mulut tante Netti. Suara Bibir tante Netti menghisap jari saya sangat membangkitkan gairah saya. saya pun memeluk tubuhnya dan mendekapnya masuk sehingga posisi kami sama2 terbaring penuh di tempat tidur. Mungkin akibat janji palsu yang barusan kami buat , saya hanya berani menggesekan penis saya di paha tante Netti, tetapi tangan saya sudah bergerilya melucuti pakaian atas tante Netti.

Inilah pengalaman pertama saya melihat Payudara wanita lain bulat2 selain ibu saya.( selain payudara artis2 bokep tentunya hehehe.) Tante Netti menyodorkan putingnya yang sudah mengeras ( saya sedikit heran juga melihat puting susu yang bisa mengeras sampai seperti itu) dan saya secara naluriah menjilati dan menyedot puting tante Netti bagaikan bayi yang sedang menyusu dengan rakusnya.

Untungnya kali ini hasrat saya bisa tersampaikan. sperma saya berhamburan membasahi perut tante Netti. Dengan iseng saya menyapunya masuk ke dalam lubang pusarnya dan tertawa tawa. Tante Netti ber pura pura cemberut dan memukul dengan halus dada saya. Saya sudah mengganggap tante Netti sebagai kekasih saya secara penuh, begitu pun tante Netti terhadap saya. Malam itu kami tidur berpelukan dengan tante Netti masih mengenakan CD, Kami menyalurkan nafsu kami dengan batasan “Tante dan keponakan”

tidak terhitung berapa kali kami berjanji untuk mengakhiri perbuatan ini , tapi selalu saja gagal. Saat ini saya masih tinggal bersama tante Netti. Perbuatan kami sudah diketahui oleh Kedua orang tua saya juga keluarga yang lain. Bulan2 awal di tahun 2009 kami lalui dengan berat akibat larangan dan tekanan oleh pihak keluarga.

Tapi sejak akhir Juni kemarin saya sudah berkeputusan untuk menikahi tante Netti dan bertanggung jawab sepenuhnya soal dirinya. Kalaupun kami tidak bisa menikah di Indonesia, kami akan mencari cara untuk menikah di Luar negeri contohnya. Mungkin konyol tapi kami sering jalan2 dan melihat kereta bayi dan perlengkapan bayi dan berharap kami bisa membina keluarga yang bahagia bersama Tantte Netti.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam




Cerita Sexku Dengan Tante Netti Yang Berutjung Kenikmatan


KiosVideo - Aku memang termasuk pria yang agak aneh. Napsuku hanya pada wanita-wanita STW yang suka mengenakan kebaya dan berkonde. Kadang-kadang waktuku habis ke pesta-pesta pernikahan hanya untuk melihat wanita-wanita yang mengenakan pakaian tersebut. Kalaupun tidak ada pesta penikahan aku pergi ke tempat-tempat hiburan tradisional (ronggeng) dimana para penari dan penyayinya mengenakan kebaya dan berkonde.

Pernah pada suatu hari aku pergi ke daerah X untuk mencari hiburan ronggeng dan aku sangat menikamati sekali meskipun harus melihat dandanan yang menor. Kehidupan seperti ini membuatku kadang-kadang tersiksa, tapi itulah kenyataan hidup yang harus aku jalani dan aku nikmati. Seperti kata orang keinginan seperti yang aku alami itu merupakan hal wajar dan sulit untuk diperdebatkan apalagi menyangkut selera. Sebagai manusia normal dan sampai dengan usiaku memasuki kepala 4 aku tetap berusaha untuk mendapatkan seorang wanita yang siap menemaniku dan berpakaian serta berdandan sesuai keinginanku.

Aku pernah mencoba untuk memasang iklan melalui iklan baris melalui internet, setelah hampir setahun aku menerima pesan email pertama dari seorang wanita berusia 41 tahun yang menyatakan bahwa dia sangat terharu setelah membaca iklanku dan bersedia untuk menjadi teman saya sekalipun harus mengenakan pakaian dan berdandan sesuai keinginanku, dia juga meninggalkan nomor telepon dan kami berjanji untuk bertemu seminggu kemudian. Berhubung saya sudah beristri dan Ibu Rita (nama samaran) pun telah bersuami saya janji akan menjemputnya di salon di daerah X.


Hari itu adalah hari Sabtu jam 11:30 siang saya sudah standby ada di depan salon sesuai janji di telpon dan menunggu bidadariku keluar dari salon. Tepat jam 12 Ibu Rita keluar dari salon dan telah berdandan rapih kondenya gede dan licin (konde jawa) dan berkebaya, terlihat sangat anggun dan femimin. Saya mengajak Ibu Rita untuk pergi ke suatu motel daerah Jakarta Selatan agar lebih privacy ngobrolnya dan juga saya bisa sepuasnya memandang sang bidadari.

Sesampai di motel kami mengobrol panjang lebar mengenai kehidupan keluarga masing-masing dan juga kehidupan pribadi kami. Saya menceritakan ke Ibu Rita mengenai keinginan saya dan berterimakasih kepadanya atas kesediaannya untuk menemani saya. Sesudah ngobrol panjang lebar saya meminta Ibu Rita agar saya diperbolehkan untuk mencium keningnya.

Saat saya mencium kenig ternyata tangan saya ditarik untuk memegang susunya yang ternyata mulai mengeras, namun belum sempat membuka kebaya. Saya katakan kepada Ibu Rita bahwa saya sebenarnya hanya mengagumi wanita yang berdandan seperti ini, dan sebatas memandang dan mencium tanda sayang, namun Ibu Rita katakan bahwa justru dia lebih suka dengan pria yang jujur dan tidak grasa grusu dalam masalah sex serta memperlakukan dia dengan lembut.

Suatu hal lagi yang dia sukai juga dari saya adalah badanku yang tinggi 178, berat 74 proporsional dan berambut pendek dan berkulit sawomatang, sementara Ibu Rita dengan tinggi badan kira-kira 165 berat 52 bra 36 B pantatnya gede dan kulit putih. Ibu Rita merasa terlindungi disamping itu karena kami berdua sudah berkeluarga jadi risikonya cukup kecil karena ada suatu komitment antara kami bahwa urusan keluarga masing masing yang harus didahulukan apabila ada keinginan dari salah satu pihak untuk bertemu. Ibu Rita merasa terlindungi ketika dalam perjalanan dari salon menuju motel.

Ibu Rita kemudian bertanya apakah saya bisa memijitnya, saya katakan bisa, tapi nggak bisa keras. Kebetulan Ibu ada body lotion yang lembut tolong kamu pijitin Ibu. Kemudian Ibu Rita mengangkat kebayanya hingga lutut selonjor ditempat tidur sambil saya pijitin kakinya, makin lama makin ke atas pahanya, sambil sekali-kali mencium keningnya. Kata Ibu Rita bisa nggak Ibu buka aja kebaya dan kainnya agar lebih mudah memijitnya, saya katakan silahkan aja, kalau menurut Ibu itu lebih mudah.

Kemudian Ibu Rita sudah hanya mengenakan CD dan bra transparan namun rambutnya masih rapih dengan konde, saya sampai merasa seperti mimpi melihat keindahan tubuh wanita yang meskipun gemuk (padat berisi) namun karena masih mengenakan konde jadi masih terpancar aura kewanitaannya, dan membuat saya begitu horny.

Ibu Rita menawarkan saya kalau mau buka aja celana panjang dan bajumu biar nggak kusut, dan saya turuti permintaannya. Sayapun mulai memijat lagi dari paha kemudian perlahan lahan mulai ke pangkal paha, Ibu Rita mulai menggelinjang kegelian, namun saya masih bisa menguasai diri untuk berkonsentrasi pada mijit.

Namun mungkin karena terus dibuat geli Ibu Rita kemudian menarik tangan kiriku untuk mulai menyentuh susunya yang berukuran kira-kira 36B, proporsional dengan tinggi dan beratnya. Setelah 30 menit mijit Ibu Rita minta untuk ke kamar mandi (pipis) sementara saya berusaha menetralisir pikiran saya dengan menonton acara film komedi di TV. Menghadapi wanita semacam Ibu Rita saya harus mampu mengendalikan diri dan membuat dia penasaran, karena seorang wanita apalagi STW memang membutuhkan foreplay yang panjang dan harus berkesan.

Setelah selesai dari kamar mandi Ibu Rita minta untuk diteruskan pijitnya yaitu belakangnya. Sambil memijit belakangnya saya mulai mencium leher dan kadang menjilat kupingnya yang ternyata membuat dia begitu geli dan napasnyapun mulai tidak keruan, dia meminta saya untuk membuka kaitan BH nya dan sekarang hanya mengenakan celana dalam. Bau wangi tubuh dan bau kewanitaan begitu membangkitkan gairahku namun aku masih tetap mengontrol diriku agar dalam permainan sex nanti Ibu Rita benar-benar memperoleh servis yang memuaskan, ini penting untuk hubungan jangka panjang.

Tangan kanan saya tetap memijit pundak, sambil sekali-kali menjilat leher, sementara tangan kiri saya mulai mengelus putingnya yang sebesar kelereng, dan membuat Ibu Rita makin meronta karena geli, kemudian dia bisikan ke saya bahwa baru sekali ini dia merasakan nikmatnya permainan awal (foreplay) yang luar biasa. Kadang-kadang Ibu Rita menggigit kecil bibirku dan kedang mengulumnya dengan napsu, sambil tangan kanannya mengelus-ngelus batangku yang juga sudah mulai tegang.

Karena sudah nggak tahan dia minta saya pindah duduk berhadapan dengannya dan sambil mencium bibir dan mengelus puting jari kanan saya mulai mengelus vegynya yang ternyata mulai mengeluarkan lendir. Setelah itu Ibu Rita pindah ke pinggiran tempat tidur dan membuka pahanya lebar lebar, saya sambil jongkok dan mulai menjilat vegynya dimulai dari klitorisnya yang sebesar biji kacang tanah, dan membuat Ibu Rita duduk tapi terus menggerakkan pantatnya karena geli dan napsu. Sambil menjilat klitoris tangan saya memainkan puting susunya yang keras sambil sekali-kali meremasnya. Gerakan tubuh Ibu Rita sudah mulai tak beraturan karena disamping menahan geli juga napsu sex yang mulai meningkat.


Agar tidak merusak dandanan rambutnya saya minta Ibu Rita mengganti posisi yaitu nungging diatas tempat tidur dan saya telentang agar bisa menjilat klitorisnya yang sudah mulai basah. Pantatnya mulai digoyangkan kekanan kekiri dan jari kanan saya dengan sedikit lotion mengelus celah pantatnya dan menurut Ibu Rita sangat nikmat rasanya. Celoteh Ibu Rita mulai nggak keruan..

“Mas.. Papa.. Teruss.. Achh nikmatnya..”

Mulut sayapun terus menjilat klitorisnya dan jari saya terus mengelus diantara bongkahan pantatnya dan lebih masuk lagi.

“Achh.. Mmmhh.. Teruss.. Mas.. Ayoo... Duh sudah nggak tahan nih..”

Akhirnya saya tetap telentang dan Ibu Rita minta agar masukan sikecil saya ke dalam vegynya.. Saya katakana bahwa silahkan aja kalau Ibu sudah nggak tahan dan saya minta agar Ibu masukin tapi membelakangi saya itu terasa lebih nikmat.. Dan.. Ternyata setelah masuk bless.. Bu Rita mulai.. Merintih sambil bergerak maju mundur..

“Mmmhh.. Ohh.. Enakk.. Bangeet.... Mass.. Bareng aja keluarnya..”

Saya katakan bahwa pelan-pelan aja bu.. Biar nikmat.. Sambil saya menjilat belakang nya.. Dan tangan ku meremas dan sekali memilin puting susunya..

“Aohh.. Nikmatt.. Mmmhh terus.. Tahan.. Biar keluar bareng.”

Karena posisi Ibu Rita diatas.. membuat dia cepat nyampenya.. Dan ketika dia sudah nyampe cepat-cepat dibalikkan badannya jadi posisi sekarang berhadapan dimana saya masih telentang.. Dan ini membuat saya lebih mudah menjilat susu dan sekali-kali menggigit kecil putingnya..

Kemudian kami berdua tidur karena capek sambil berpelukan. Dalam kepenatan tersebut saya masih sempat mencium keningnya, bibirnya dan kadang-kadang puting susunya saya jilatin karena sex bagi seorang wanita stw bukan hanya pada saat puncak namun juga sesudah menikmati orgasme, karena disitulah letak kepuasan seorang wanita.




Ibu Rita kemudian menawarkan kepada saya untuk pertemuan berikutnya dia akan membawa baju tidur transparan untuk membuatku lebih bernapsu lagi, karena menurut Ibu Rita laki-laki biasanya suka dengan hal hal yang membuat dia penasaran dan saya katakan bahwa Ibu sangat baik terhadap saya. Dan siang itu Ibu Rita mengalami orgasme hingga 3 kali. 2 kali di tempat tidur dan sekali di kamar mandi sambil berendam.

Di kamar mandi kami lakukan foreplay dengan posisi duduk di dalam bathtub sambil berpagutan, saling mengelus menjilat dan kadang-kadang saling meremas, setelah foreplay permainan sex dilakukan dengan posisi duduk dan kadang berdiri dimana sebelah kaki Ibu Rita diangkat. Posisi berdiri ini ternyata membuat Ibu Rita sangat senang karena mulut saya lebih leluasa menjilat dari kening hingga ke puting susunya dan membuat Ibu Rita pun melakukan hal yang sama terhadapku.

Setelah puas dengan permainan sex yang nikmat karena dimulai dengan foreplay yang asyik.. akhirnya Ibu Rita minta untuk membuka konde dan kebaya kemudian mengganti dengan baju biasa yang sudah disiapkan dari rumah, sayapun mengantar Ibu Rita ke Blok X untuk kembali ke rumahnya dengan taxi.. Saya benar-benar puas karena keinginan saya yang selama ini hanya memandang wanita-wanita berkebaya dan berkonde, namun kali ini bukan hanya memandang namun sampai ke permainan sex yang memuaskan kedua belah pihak.

Memperlakukan seorang wanita yang anggun dengan lembut dan pelan tapi pasti akan membuat kenangan indah baginya, dan ini terbukti setelah 2 minggu berlalu Ibu Rita menelponku untuk kembali bertemu dan sesuai janjinya dia juga akan membawa baju tidur transparan agar bisa lebih memuaskan aku. Terimakasih Ibu Rita atas kebaikanmu mau meluangkan waktu untuk bercinta denganku.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam




Nafsuku Terhadap Ibu Rita


KiosVideo - Saya adalah seorang pria yang kesepian, sekaligus merupakan mahasiswa yang bertempat di salah satu kota yang masih sekarang ini blom lulus-lulus juga dengan usia yang sekarang sudah beranjak 25 tahun. Memang dari bidang akedemik saya termasuk orang yang gagal namun untuk masalah wanita untuk memikat hatinya saya termasuk orang yang sukses, meskipun ya sering saja dengan status yang masih kesepian.

Awal cerita saya ini bermula saat saya mendapatkan tempat kossan yang baru. Dari kemarin-kemarin saya muter-muter untuk mencari tempat yang pas, dan pada akhirnya saya dapet juga tuh tempat kossan yang buat saya tempatin. Dengan tempat yang masuk ke dalam-dalam perkampungan dan ada satu satu hal, yang buat tertarik saya untuk tinggal di kossan itu.

Karena di tempat kos sinilah, ada anak dari ibu kos yang cantiknya bukan maen bak kembang desa.
Gadis itu bernama Silvi, dia merupakan mahasiswi dari kampus XXX. Saat saya melihat dia, seketika kontol saya begitu ngaceng dan tegang karena Silvi sangat cantik dan juga badannya yang seksi. Sebelumnya saya bertanya untuk mencari kossan, saat itulah yang menyapa dan menjawab si Silvi dan berkata:
“Iya , masih ada satu kamar kok Kak”.
Dengan jawaban seperti itu, saya langsung tak pikir lama-lama dengan suara yang lembut dan halus menjadikan kontol saya semakin menegang. Dengan pemilik Ibu kos yang juga begitu ramah juga, tapi kadang –kadang Ibu kos yang dengan profesi berdagang juga jarang untuk pulang ke rumahnya.

Silvi juga mengatakan kalo Bapak dan Ibu juga jarang ada di rumah. Dan pada akhirnya di kemudian hari, saya langsung untuk mengambil kamar kossan yang kebetulan bersebelahan dengan pemilk rumahnya. Dengan tepat kos yang lumayan terpencil dan jauh saya dari temen-temen gak jadi masalah lah buat saya. Yang penting saya bisa dapetin hati Si Silvi anak dari pemilik yang punya kossan yang sangat cantik ini.
Dan kemudian saya sudah siap untuk menempati kamar kossan yang baru. Saat saya duduk kan di luar, saya melihat Silvi sedang telpon-telponan ntah dari siapa dengan duduk di teras rumahnya.
“wow. . .kesempatan bagus buat saya nih... ?
Begitu nungguin Silvi telpon-telponan selesai, langsung saya samperin dia.
“Hay... Silvi lagi ngapaian nih.. ? basa basi.

Dengan muka sambil tersenyum.
“Iya ,Kak sedang santaian aja nih kok Kak..”ucap Silvi dengan suara lembutnya.
Dengan membalas dengan senyum simpul..
“Sedang telponan sama si pacar ya.. ?” Goda saya.
“Pacar Kak ... ?”jawab Silvi.
Terasa hati ini remuk medengar ucapan Si Silvi. Ternyata Dia sudah punya pacar... Apes nih..!!
Tapi pembicaraan masih tetap berjalan.., walau Silvi sudah punya gebetan. Saya berkeinginan untuk akrab dengan Silvi, ya... siapa taukalo Silvi bosen atau Bete dengan pacarnya. Sapa tau... aku dapat kesempatan?
Ku Jajah Anak Ibu Kos yang Perawan ini. Saya perhatikan dengan wajah cantik nya Si Silvi, Sumpaaaah....!! bener-bener cantik banget. Dengan kulit yang eksotik dan dengan paras yang beda dari lingkungannya.



“Kok.., Liatin Silvi seperti itu sih Kak....?”tanya Silvi
Saya yang bengong kemudian tersadar.
“Eh, iya.. ternyata Silvi ada tai lalat nya juga ya.. ?”jawab saya mencari alasan.
“Kalau orang punya ciri-ciri seperti itu, orang nya sering beruntung lho...?” ucap saya.
“Lha memangnya ada apa ikh Kak...?” Tanyanya lagi
“Ya iyalah beruntung...! untung aja tai lalat, kalo tai kambing gimana..?” dengan bercanda.
Silvi seketika langsung tertawa.. Manis banget senyumnya ngeliat dia tertawa, pada akhirnya pada malam itu saya berhasil ngobrol begitu laama dan tertawa bersamanya. Bahkan setelah cerita tentang tai lalat itu, Silvi bahkan nunjukin kalau dia punya tanda lahir di bagian pundaknya.

“Mana mungkin itu tanda lahir .. !
kayaknya tatto deh!” dengan menuduh.
“Beneran kok Kak ini tanda lahir saya!” balasnya.
“Gak percaya ah..."
Pasti kamu orangnya suka tato kan...
Harus dicek nih...!” mencoba melancarkan rencana saya.
Dia malah tertawa ngekek... Saya begitu senang.. Dan paginya, saya sempetin dulu joging pagi.
Dengan lari di tempat dan push up ringan sudah jadi rutinitas pagi buat saya. Punya badan tegap dan berotot memang inilah saya.
Walaaah... tiba-tiba saya denger suara cebar-cebur dari kamar mandi. Saya usut dari mana asal suara tersebut, ternyata persis bersebelahan dengan dinding disebelah kamar yang saya tempati.

Ternyata disebelahnya kamar mandi tho... baru tau saya..
Saya coba mendengar suara gemercik air tersebut. Ternyata suara kemudian adalah suara nyanyian seorang gadis.
Tidak salah lagi..., itu suara Silvi..
Saya begitu seksama dan menikmati suara nyanyiannya. Merdu dan apik banget..
Akhirnya timbul pikiran kotor saya untuk mengintipnya, dengan dinding tembok yang sebenarnya tidak terlalu tinggi itu bisa saya panjat dengan mudah..
Akhirnya dengan cepat, otak saya berfikir untuk berbuat mesum.
Bagaimana caranya untuk memanjat dinding yang tingginya seperti ini.. Setelah yakin orang tua Silvi sudah berangkat pergi berdagang dan Silvi pasti sedang sendirian di rumah, saya nekat untuk ngintipinnya mandi.
Dengan panjatan kursi, akhirnya saya bisa mencapai ujung tembok paling atas. Pelan-pelan saya angkat kepala untuk melihat pemandangan di dalam kamar mandi yang indah.

Dan memang benar. . ! Silvi sedang mandi sambil bernyanyi. Silvi dengan wajah khasnya itu ternyata punya tubuh yang sangat seksi. Dari ujung rambut hingga ujung kakinya dapat saya liat secara jelas.
Dengan tetek yang montok bergelantungan. Kulitnya putihnya yang sebagian tertutup dengan busa-busa sabun. Hingga rambut-rambut halus yang tumbuh didaerah memeknya dapat terlihat sanagat jelas. Tanpa sadar sudah membuat batang kontol saya langsung mengeras.
Silvi masih asyik menggosok-gosok bagian tubuhnya dengan sabun.
Yang membuat saya tak tahan dengaan kondisi tangannya yang meremas teteknya sendiri. Terpaan busa sabun dari teteknya yang putih licin oleh sabun membuat saya serasa mau horny. Kemudian, Silvi membilas sabunnya dengan mengguyurkan air.

Kulitnya makin terlihat putih bercahaya dan pada berikutnya bagian selangkangannya yang dicuci dengan air. Diluar dugaan saya, ternyata Silvi menjamaahi dan mengelus-elus bagian memeknya. Saya berfikir Silvi melakukan pembersihan di daerah memeknya.
Ternyata, Silvi begitu nikmat dengan mengelus-elus daerah yang berbulu tersebut. Saya liat matanya sudah merem-merem keenakan.
“Ohh Yessss... hari ini aku beruntung, ternyata Silvi sedang masturbasi... ”
Baru kali ini saya melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri ada seorang cewek yang masturbasi. Secara jelas saya menonton Silvi yang tengah keasyikan memainkan jarinya di bibir memeknya. Secara tak sadar saya jadi lupa diri kalau sebenarnya posisi saya sangat terlihat. Bisa bahaya kalau sampai ketahuan oleh Silvi.

Malu deh jadinya kalo ketahuan, lagi satu hari ngekos ditempat orang sudah berlaku mesum seperti ini. Ternyata dingklik yang menjadi pijakan saya untuk mengganjal kursi tak sanggup lagi menahan pijakan saya. Akhirnya dingklik tersebut meleset.
Dan Silvi sempat jadi kaget dan menghentikan adegan masturbasinya segera.
“Mampuss deh.. kalo Silvi sampai tau ada yang mengintipnya!” batin dengan rasa cemas.
Saya langsung menghentikan tontonan sebentar. Saya segera turun dari dinding yang saya panjat buru- buru. Ternyata Silvi menyadari dirinya diintip. Silvi segera mengenakan handuk dan pakainnya lalu buru-buru keluar kamar mandi.
Saya segera menuju pintu kamar mandi untuk menghalangi dan menenangkan Silvi, kalau-kalau Silvi bisa berteriak. Bisa mati saya kalau dia nanti akan mengadu ke Bapak Ibunya setelah pulang dari berdagangnya. Saya yang buru-buru melintasi pintu kamar mandi langsung bertumbukan dengan Silvi yang baru saja keluar kamar mandi.

Kemudian handuk Silvi tak sengaja langsung lepas, dan Lia terjatuh.
“Sorii..Sorii... “
Dengan kata kata itu yang bisa terucap dari mulut saya sambil membantu Silvi untuk berdiri. Saya langsung mengambil handuknya. Dan nampaknya Silvi kelabakan ketika handuknya hampir saja copot. Silvi ternyata tidak memakai apa-apa kecuali handuk yang membuat teteknya menyembul kelihatan.
“Kakak, barusa ngintipin Silvi yah?” tanyanya...
Dengan menundukkan kepalanya, Silvi menunduk mungkin karena dia malu. Karena baru saja dia melakukan masturbasi. Saya jadi ngerasa berdosa karena telah mengintipnya.
“Kakak minta maaf ya.. Kakak menyesal banget”
saya ucapin itu dengan nada memelas. Silvi cuma mengangguk tapi masih menunduk. Tangannya masih memegang handuknya erat-erat. Tak lama setelah itu dia berjalan pelan kedalam rumahnya sambil menahan malu. Matanya berkaca-kaca. Saya jadi tambah merasa bersalah kepadanya.

“Selama ini belum ada lho yang ngeliat Silvi begituan...”
“Tapi kok kakak berani sih..?” suaranya lirih..
Akhirnya saya anterin Silvi ke kamarnya. Saya bimbing dia menuju kamarnya, dibenak saya semuanya campur aduk. Perasaan bersalah udah membuat dia ketakutan. Mungkin saja bagi cewek hal seperti itu bisa membuatnya trauma atau tidak suka.
Setelah sampai dikamar Silvi, saya malah memeluknya. Terlintas dipikiran saya, kalau cewek sedang sedih begitu cara untuk menenangkannya hanyalah dengan di peluk, menurut teori saya yang pernah saya lakukan kepada cewe lainnya.
“Silvi...,Kakak minta maaf ya karena sudah ngintipin kamu..."





saya bisikin itu ke telinganya. Sekali lagi Silvi hanya mengangguk. Dari pelukan, saya beralih mendekap Silvi.
Saya langsung saja cium pipinya kemudian bibirnya. Kemudian dengan naluri saya, tangan saya juga ikut memainkan perannya meremas dada Silvi dari luar handuknya.
“Kakak...! Sedang ngapaain nih..!” ucap Silvi kaget.
Dalam teori saya, kepalang becek, basah aja sekalian...!
Tanggung ketahuan ngintipin Silvi mandi, kenapa gak saya tidurin aja sekalian?
Mumpung ada kesempatan..
Saya kemudian mendorong Silvi ke tempat tidurnya. Pintu kamarnya segera saya kunci. Dan kemudian handuknya dengan mudah saya lepas. Bibir Silvi langsung saya lumat dan beradu dengan lidah. Tangan saya menjamah teteknya yang semok itu. Silvi hanya sedikit berontak dan kakinya berulah gak karuan.

“Kakaaaakk..” Silvi berteriak.
Saya mulai cemas akibat jeritannya... Nanti kalau ada warga yang dengar gimana?
Saya bisa dihajar masa aku... Akhirnya saya menghentikan aksi birahi saya. Saya mutusin untuk membujuk Silvi secara pelan-pelan. Sambil mengelus-elus pundaknya dan membelai rambutnya saya ngomong pelan-pelan.
“Sil, tenang aja yaa.. kakak gak bermaksud ngapa-ngapain kamu”
“Kakak gak mungkin menyakiti Silvi karena kakak sayang banget sama kamu”.ucap saya dengan nada merayu.
Lalu saya cium leher Silvi, tangan saya mulai lagi main-main mengelus teteknya, meremas dan mengelus kemudian turun ke daerah memeknya.
“Kakak, Silvi mohon jangan ya kak..." Silvi merasa ketakutan.
“Silvi pokoknya santai aja yaa.. Kakak gak akan nyakitin Silvi... Kakak Sayang sama kamu...”
Tangannya terus mendorong-dorong saya.. Silvi yang tampak sangat ketakutan setengah mati. Saya terus memberikan rangsangan secara perlahan dengan terus menciumi lehernya. Kemudian turun dan menjilati puting teteknya yang mempesona.

Dan tangan kanan saya mengelus-elus daerah bagian memeknya. Jari tengah mulai saya masukkan ke selakangan memeknya. Saya terus mainkan itu pelan-pelan.
“Kakak.. Silvi mohon, Silvi belom pernah begituan kak...”
“Silvi takut...” memohon dengan lemas.
Tangannya terus menahana tangan kanan saya yang menjamah didaerah bibir memeknya. Saya cuma jawab permohonan Silvi dengan ciuman dan kuluman dibibirnya. Saya terus lumat bibir Silvi dan bibir memeknya dilumat jari tengah saya. Perlahan saya masukan jari tengah saya dengan pelan-pelan tapi pasti.


Terasa daerah memeknya Silvi ternyata sudah basah. Mengetahui daerah memeknya nya sudah basah dan licin, saya jadi yakin kalau sebenarnya Silvi juga pingin menikmati permainan saya. Kayaknya Silvi juga sudah tidak menunjukkan perlawanan yang kuat seperti yang tadi.
“Sil...“.
“Kakak masukin jari kakak pelan-pelan ya....”
“Kagak sakit kok..”
“Kamu tenang aja yaa..”
Belum lagi Silvi memberikan persetujuannya, jari tengah saya terus saja masuk ke memeknya.
Akhirnya jawaban Silvi Cuma erangan dan desahan. Saya terus mainkan dengan memasukkan jari tengah saya kedalam memeknya sedikit demi sedikit. Akhirnya bisa masuk jari saya.. dengan penuh..
“Kakak.. Silvi takut kak..” Silvi terus ngomong tetapi tidak melakukan perlawanan.
Tapi kakinya malah membuka lebar dan sesekali nafasnya agak berat. Saya yakin Silvi sebenarnya mungkin saja sering bermasturbasi.
Cewek-cewek seperti Silvi mungkin saja cewek hyperseks yang sering memuaskan dirinya dengan masturbasi sendiri.

Seperti yang saya liat barusan di kamar mandi. Saya makin sibuk dengan tangan kiri saya membelai rambutnya, mulut saya sesekali mengisap dan menjilati putingnya, dan tangan kanan saya memasukkan jari kedalam liang memek Silvi yang makin banjir dengan cairan dan licin.
Akhirnya saya gak tahan lagi. Dengan sekejap segera saya lepaskan semua pakaian saya hingga kami berdua sudah benar-benar telanjang bulat. Segera saya tindih tubuh Silvi yang tergeletak.
“Silvi, kita coba masukin yuk.. !!”
“Kamu tahan sedikit ya.. “
“Mungkin sedikit nyeri.. tapi lama kelamaan enak kok...”
Silvi dengan lugunya mengangguk.
Tampaknya Silvi sudah diliputi gejolak birahi yang gak bisa di kontrol. Saya makin birahi dan bersemangat. Perlahan saya sempret-sempretkan kontol saya yang udah tegang dari tadi ke bibir memeknya. Silvi yang makin terangsang gak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

Jiwa raganya sudah diliputi hasrat seks yang kuat. Setelah kontol saya licin dengan cairan Silvi, perlahan saya tancapkan kontol saya ke dalam liang memeknya. Walaupun pekerjaan saya halus dan pelan, tetap saja Silvi merintih kesakitan. Sekarang kontol saya tercampur dengan cairan licin dari Silvi dan darah perawannya. Kemudian Silvi menangis, Namun bibirnya terus mengeluarkan suara
“Arrhhh.. ahhhh.. kakak..”

Saya gak mau ambil pusing... Saya yang sedang sibuk dengan mengobrak abrik memeknya yang sangat sempit agar batang kontol saya bisa masuk lebih dalam lagi. Dibantu dengan cairan pelicin Silvi yang sudah banjir, kontol saya bisa masuk semuanya.
Saya terus menggenjot dengan maju mundur batang kontol saya. Sesekali saya cium dan jilatin leher Silvi hingga ke teteknya. Kemudian putting nya saya emut dan sedot sekuat-kuatnya. Akhirnya saya meliat tanda-tanda Silvi akan birahi kembali. Segera saya atur dengan kecepatan goyangan saya.

Saya pun pengen keluar dan klimaks. Akhirnya Silvi lebih dahulu mencapai klimaks dan berteriak
“Kakakk...!!!”
Berurutan setelah itu saya juga keluar menyemprotkan cairan pejuh saya didalam memeknya.
“Aaaaahhh... Ahhhh.. Silvi...”
Saya ngecrooot....
“Croooott... Croott... Criiiit.... “
Beberapa kali semburan dengan menekan kontol saya sedalam-dalamnya kedalam liang memeknya. Silvi pun menjepitkan pahanya. Akhirnya untuk beberapa saat kita menikmati dan merasakan nikmatnya bagaimana orgasme yang sebenarnya. Beberapa saat setelah itu terasa kedut- kedut dan denyutan dari memeknya.

Kontol saya yang masih menancap dan belum saya cabut. Batang kontol saya itu saya biarin sampai lemas didalam memeknya. Saya terus perhatikan wajah menawan Silvi yang lemas sayu setelah saya renggut bunga keperawanannya.
Sesaat saya jadi tak tega dan kasihan telah melakukan ini semua kepada Silvi. Kembali saya elus-elus dan benerin rambutnya yang berantakan. Saya tatap matanya dalam-dalam sambil berkata pelan
"Silvi..., maukah kamu jadi pacar kakak...?” Silvihanya diam.
Saya tau dia udah punya pacar. Tapi saya sama sekali gak tau apa yang mau saya katakan selain itu kepadanya.
Saya pasang kembali celana dan keluar dari kamar Silvi. Dia masih terdiam lemas dan sayu diranjangnya dan belum memakai pakaiannya. Saya udah siap dengan segala resiko dari perbuatan saya barusan. Setelah itu saya langsung berkemas di dalam kamar kos saya.

“Mungkin setelah ini Silvi akan mengadukan semua itu ke orang tuanya dan saya bakal di pidana kan” pikir saya.
Siang harinya, saya sudah selesai beres-beres barang-barang. Saya pengen cabut duluan sebelum saya di usir sama orang tuanya atau mungkin saja hal yang lebih buruk bakal terjadi ke saya.
Ternyata pintu kamar kos saya diketuk.
Setelah saya buka ternyata Silvi, saya persilahkan Silvi masuk. Ia pun masuk kedalam kamar saya, Silvi melihat saya sudah berkemas dengan barang-barang siap-siap mau kabur.
“Kakak mau kemana?” tanya Silvi... Saya cuma bisa diam.
“Kakak gak boleh pergi...!”
Silvi.. takut.. !
“Gimana coba kalau Silvi sampai hamil..?”
“Kakak harus bertanggungjawab untuk semua ini...!” kata Silvi lirih.

“Baiklah kakak tak akan pergi... Kakak akan tanggungjawab kalau terjadi apa-apa”.
“Tapi kakak mohon jangan mengadu sama orang tua Sivi ya..” permintaan saya.
Silvi hanya mengangguk, dan dengan matanya masih sembab karena menangis.
Saya jadi kasihan, akhirnya Silvi saya peluk lagi. Seminggu setelah itu, saya dan Silvi Cuma diam-diam dan tak ada tegur sapa. Tapi akhirnya saya mencoba beranikan diri lagi untuk menegurnya dan mengajaknya bercanda lagi.
Akhirnya, saya bisa ngajakin Silvi untuk berhubungan badan lagi. Ya.. Kadang dikamar kos saya, kadang dikamar dia. Bahkan dia sempat tidur di kamar saya, padahal orang tuanya ada dirumah. Ternyata Silvi selalu diliputi sex dan gairah. Permainan birahi ini kami semakin hari semakin variasi. Dalam waktu tak kurang dari seminggu, Silvi sudah berani menelan habis sperma yang saya semburin didalam mulutnya.
Permainan seks lagi dan lagi.. kami berdua sama-sama diliputi gairah birahi yang liar. Walaupun status hubungan saya belum jelas hingga saat ini, saya tetap menjalani ini sama Silvi. Dan Silvi masih berhubungan dengan pacarnya.
Tapi kalo soal ranjang Silvi lari ke saya dan hampir setiap malam Silvi mampir ke kamar saya buat adegan gituan... itung-itung pengahantar tidur malamnya. Kadang setelah gituan dia balik ke kamarnya, kadang tidur di kamar saya. Sejak saat itulah, Silvi ternyata diam-diam juga main sama pacarnya. Saya pernah nanya ke Silvi, apa dia pernah melakukan hubungan badan dengan cowoknya? Awalnya silvi bilang belum.
Tapi setelah saya selidiki sms dari cowoknya, ternyata mereka juga udah ngelakuin hal begituan.
Setelah perawannya saya renggut, Silvi malah jadi hyperseks dan binal yang pengen ngelakuin hal itu terus.
Pada saat itu, pembicaraan saya sama Silvi sampai ke sesuatu yang bahkan gak saya duga. Silvi berkata sedandainya kalau dia membayangkan di setubuhi dengan dua orang, yaitu saya dan pacarnya.
Hehehee... Tak habis pikir saya membayangkannya mengapa cewek yang dulu nya pemalu dan cupu ini bisa jadi binal seperti ini ya, pada akhirnya hubungan kita habis sampai saya tamat kuliah, dan memutuskan untuk kembali kekampung halaman saya.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam


Silvi Anak Ibu Kos Yang Hyper Sex