CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Hujan Membawa Kenikmatan Bagiku - Kiosvideo

hi stats


KiosVideo – Namaku Jaka, umurku sekarang ini 25 tahun, Ini adalah pengalamanku yang benar-benar nyata yang terjadi dengan Ibu mertuaku. Umurnya belum terlalu tua baru sekitar 40tahunan. Dulunya saat baru umur 19 tahun dia sudah kimpoi. Ibu mertuaku bentuk tubuhnya biasa-biasa saja malah boleh dikatakan langsing dan singset seperti masih perawan.

Tak heran sebab hingga kini ia masih mengkonsumsi jamu untuk supaya selalu awet muda dan langsing. Singkat cerita ketika istriku baru melahirkan anak pertama dan aku harus puasa nafsu selama sebulan lebih. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana pusingnya aku dan bertama inginnya aku meminta jatahku. Hingga suatu saat aku mengantar Ibu mertuaku pulang dari luar kota untuk menengok cucu pertamanya itu.

Aku biasa mengantarnya dengan motorku, Namun kali itu turun hujan ditengah perjalanan. Karena sudah basah kuyup dan hari sudah menjelang tengah malam aku paksakan untuk menerobos hujan yang deras itu. Setiba dirumah aku ingin segera membersihkan badan lalu segera menghangatkan badan.

Di rumah itu hanya ada aku dan Ibu mertuaku karena kakak iparku tinggal ditempat lain. Sedangkan adik iparku yang biasa menemani Ibu mertuaku dirumah itu untuk sementara tinggal dirumahku untuk menjaga istriku.

“Kamu mandi aja deh sana dulu.., Jak” Kata Ibu mertuaku menyuruhku untuk mandi
“Ah.. nggak usah.. Ibu duluan saja deh..” Kataku menolak dan menyuruhnya agar lebih dulu karena dia lebih tua..
“Udah.. Ibu disini aja..” Kata Ibu mertuaku yang memilih tempat cuci baju dan cuci piring diluar kamar mandi. Karena disitu juga ada air keran.
“Yah.. udah deh bu..” Kataku sambil mendahuluinya masuk ke kamar mandi.



Suasana waktu itu agak remang-remang karena lampu penerangannya hanya lampu bohlam hanya 5 watt. Aku iseng ingin tahu bentuk tubuh Ibu mertuaku yang sebenarnya ketika ia telanjang bulat. Maka aku singkapkan sedikit pintu kamar mandi dan menontonnya melepas satu per satu bajunya yang sudah basah kuyup karena kehujanan. Dia tidak tahu aku menontonnya karena dia sedang membelakangiku.

Aku perhatikan dia mencopot kaus T-shirt-nya ke atas melewati bahu dan lehernya. Lalu BH-nya dengan mencongkel sedikit pengaitnya lalu ia menarik tali BH-nya dan BH itupun terlepas. Adegan yang paling syur ialah ketika ia membuka celana panjang jeansnya. Celana jeans yang ketat itu ditariknya ke bawah sekaligus bersamaan dengan CD-nya.

Jreng..! Aku lihat kedua buah pantatnya yang kencang dan montok itu menantangku. Aku yang sudah tak merasakan sex selama satu bulan lebih dan lagi dihadapkan dengan pemandangan seperti itu. Aku nekat untuk mendekatinya dan aku peluk dia dari belakang.

“Eh.. Jaka..! ini apa-apaan..!” jawab Ibu mertuaku.
“Bu.. tolongin saya dong, Bu...” rayuku dengan suara manja
“Ih.. apaan sih..?!” Katanya lagi
“Bu, udah dua bulan ini saya nggak dapet jatah dari Siti.. tolong dong, Bu..” bujukku lagi
“Tapi aku inikan ibu mertuamu..” Kata Ibu mertuaku
“Bu.. tolong, Bu.. please banget” rayuku sambil tanganku mulai beraksi.

Tanganku meremas-remas buah dadanya yang ukurannya sekitar 34b sambil jariku memelintir putting susunya. bibir dan lidahku menjilati tengkuk lehernya, Tanganku yang satu lagi memainkan klentit-nya dengan memelintir daging kecil itu dengan jariku.

Batang penisku aku tekan dilubang pantatnya tapi tidak aku masukkan. Ibu mertuaku mulai bereaksi. Tangannya yang tadi berusaha meronta dan menahanku kini sudah mengendor. Dia membiarkanku memulai dan memainkan ini semua. Nafasnya memburu dan mulai mendesah-desah nikmat.

“Dikamar aja yuk, Bu..” bisikku

Aku tuntun Ibu mertuaku menuju ke kamarnya. Aku baringkan dia tempat tidur, segera aku buka kedua kakinya lebar-lebar dan sepertinya Ibu mertuaku sudah siap dengan batang penisku. Tapi aku belum mau memulai semua itu, aku masih ingin menikmatinya.

“Tenang aja dulu, Bu. Pelan-Pelan aja, Ok..?” Kataku.

Aku mengarahkan mukaku ke liang vaginanya dan aku mulai dengan sedikit jilatan dengan ujung lidahku pada klentitnya.

“Ough.. sshhtt.. ough.. hmpf.. hh.. ooghh” Ibu mertuaku mendesah dan mengerang menahan kenikmatan jilatan yang diberikan oleh lidahku.

Dia tampaknya sepertinya belum pernah merasakan oral sex dan baru kali ini saja ia merasakannya. Terlihat reaksi seperti kaget dengan kenikmatan yang satu ini.

“Enak kan, Bu...?” Kataku
“Hmh.. Ahh... kamu.. koq.. gak jijik.. sih, Jak?” Tanyanya ditengah-tengah desah dan deru nafasnya.
“Enggak, Bu.. enak koq.. gimana enak gak jilatanku bu..?”
“Hmh.. iyahh.. aduh.. sshhtt.. eenak.. banget.. Jak.. baruu.. ppee..rrttaa...mmaaa... sshhtt” jawab Ibu mertuaku sambil terus merintih dan mendesah.
“Itu baru awalnya saja, Bu..” Kataku.
"Masih ada lanjutannya bu.." seruku.





Kali ini aku kulum-kulum pentilnya dengan bibirku dan memainkan pentil itu dengan lidahku. Aku lihat sekujur tubuh Ibu mertuaku seperti tersetrum dan mengejang kenikmatan. Ia lebih mengangkat lagi pinggulnya ketika aku hisap dalam-dalam pentilnya.

Tak sampai disitu aku terobos liang vaginanya dengan ujung lidahku dan aku masukkan lidahku dalam-dalam ke liang vaginanya itu lalu aku mainkan liukkan lidahku didalam liang vaginanya. Seiring dengan liukanku pinggul Ibu mertuaku ikut juga bergoyang kenikmatan.

“Ough.. Agh... ough.. sshhtt.. oughh.. hmh.. Ahh... shhtt.. hmh.. ” suara itu terus keluar dari mulut Ibu mertuaku menikmati kenikmatan oral sex yang aku berikan.

Aku sudahi oral sex ku lalu aku bangun dan berlutut dihadapan liang vaginanya. Baru aku arahkan batang penisku ke liang vaginanya tiba-tiba tangan halus Ibu mertuaku memegang batang penisku dan mulai meremas-remasnya.

“Agh.. mau diapain, Bu..?” Tanyaku.
“Enggak.. ini supaya kamu bisa lebih tahan lama” Kata Ibuku sambil mengurut batang penisku.

Rasanya geli-geli nikmat bercamput sakit sedikit. Sepertinya hanya diremas-remas saja tetapi tidak ternyata ujung-ujung jarinya mengurut urat-urat yang ada dibatang penis untuk memperlancar aliran darah sehingga bisa lebih tegang dan kencang dan tahan lama.

“Wah... Geedhe.. juga.. punya kamu, Jak” Kata Ibu mertuaku sambil terus mengurut batang penisku yang semakin panjang.
“Iya dong, Bu” Kataku bangga.

Kali ini kedua tangan Ibu mertuaku beraksi mengurut batang penisku. Tangan yang satunya lagi mengurut-urut buah zakarku dan yang satu lagi seperti mengocok namun tidak terlalu ditekan dengan jari jempol dan telunjuknya. Tak lama kemudian..

“Egh.. yah... sudah.. pelan-pelan massukinnya... yah sayang...” Kata Ibu mertuaku sambil menyudahi pijatan-pijatan kecilnya itu dan mewanti-wantiku supaya tidak terlalu terburu-buru menerobos liang vaginanya.

Aku angkat kedua kaki Ibu mertuaku dan aku letakkan dikedua bahuku sambil mencoba menerobos liang vaginanya yang sudah basah itu dengan batang penisku yang sedari tadi sudah keras dan kencang.

“Ouh.. uh... ogh.. pelan-pelan donk..., Jak” Kata Ibu mertuaku ditengah-tengah deru nafasnya.

“Iya, Bu.. sayang.. egh.. aku pelan-pelan koq” Kataku sambil perlahan-lahan mendorong penisku masuk ke liang vaginanya.
“Ih.. punya kamu Gedee banget, sayang.. ini sih.. diatas rata-rata jadii sussahh masukknya...”Katanya
“Kan tadi udah diurut, Bu.. makanya bisa gede” Kataku.

Aku teruskan aksiku penetrasiku menerobos liang vaginanya yang sudah basah itu. Aku tidak merasa istimewa dengan batang penisku yang panjangnya hanya 14cm dengan diameter sekitar 4 cm. Dengan sedikit usaha.. tiba-tiba.. BLESSS...! Batang penisku sudah masuk semua dengan perkasanya kedalam liang vagina Ibu mertuaku.

“Ough.. ahghh.... iya.. sshh.. pelan-pelan aja yah, sayang” Kata Ibu mertuaku yang mewantiku supaya aku tidak terlalu terburu-buru.

Aku mulai meliukkan pinggulku sambil naik turun dan pinggul Ibu mertuaku berputar-putar seperti sedang joget.

“Ough.. gilaa, Bu.. asyik.. banget.. vaginanya ibu...!” Kataku sambil merasakan nikmatnya batang penisku diputar oleh pinggulnya.

“Ough.. sshtt.. egh.. Agh... hmh.. sshhtt.. ough.. oughh” Ibu mertuaku tidak menjawab hanya memejamkan mata sambil mulutnya terus mendesah dan merintih menikmati kenikmatan sexual. Baru sekitar 35 menit aku sudah bosan dengan posisi ini dan ingin berganti posisi. Ketika itu kami masih dalam posisi konvensional. Aku mau menawarkan beberapa variasi lain kepada Ibu mertuaku..


“Eh.. Ibu yang di atas deh” Kataku.
“Kenapa, sayang.. kamu capek.. yah..?” Tanyanya.
“Gak” jawabku singkat.
“Mo keluar yah.. pasti... hi.. hi.. hi..?” Godanya sambil mencubit pantatku.
“Gak.. kok bu.. ih.. aku gak bakalan keluar duluan deh.. hehehe” Kataku.
“Awas.. yah.. kalo keluar duluan” Goda Ibu mertuaku sambil meremas-remas buah pantatku.
“Enggak.. deh.. Ibu yang bakalan kalah sama aku”Kataku dengan sombong sambil balas mencubit buah dadanya
“Auw.. hi.. hi.. hi” Ibu mertuaku memekik kecil sambil tertawa kecil yang membuatku semakin horny.

Dengan berguling ke samping kini Ibu mertuaku sudah berada di atas tubuhku. Sambil menyesuaikan posisi sebentar ia lalu duduk di atas pinggulku. Aku bisa melihat keindahan tubuhnya perutnya yang rata dan ramping. Tak ada seonggok lemakpun yang menumpuk diperutnya. Buah dadanya juga masih kencang dengan putting susu yang mengacung ke atas menantangku.

Aku juga duduk dan meraih puting susu itu lalu ku jilat dan ku kulum. Ibu mertuaku mendorongku dan menyuruhku tetap berbaring seolah-olah kali ini cukup ia yang pegan kendali. Ibu mertuaku kembali meliuk-liukkan pinggulnya memutar-mutar seperti Pendangdut.

“Egh.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. Agggh....” desah nikmat Ibu mertuaku.
“Gila, Bu.. enak banget.. goyangannya...!”
“Ough.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku hanya mendesah dan merintih sambil terus meliuk-liukkan pinggulnya memainkan batang penisku yang berada didalam liang vaginanya.

Tanganku meremas buah dadanya yang tak terlalu besar tapi pas dengan telapak tangan. Tanganku yang satunya lagi meremas buah pantatnya. Batang penisku yang kencang dan keras terasa lebih keras dan kencang lagi. Ini berkat pijatan dari Ibu mertuaku tadi itu. Bisa dibayangkan jika tidak aku sudah lama orgasme dari tadi.

“Ough.. sshtt.. emh.. enagh.. egh.. sshhtt.. ough.. iyaahh.. enak.. ough...” liukan pinggul Ibu mertuaku yang tadinya teratur kini berubah semakin liar naik turun maju mundur tak karuan.

“Ough.. iiyyaahh.. sshhtt.. ough.. aku udah mo nyampe” Kata Ibu mertuaku.
“Bu.. aku juga pengen, Bu.. egh” Kataku sambil ikut menggoyang naik turun pinggulku.
“Egh.. iyah.. sayangg.. ough.. sshhtt.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku merespons gerakanku untuk membantunya orgasme.

Aku mempercepat goyanganku karena seperti ada yang mendesak dibatang penisku untuk keluar juga.

“Hmfh.. terusshh.. iyah.. ough.. oughh.. AAAUGHH.. Ughh....” Ibu mertuaku telah sampai pada puncak orgasmenya.

Pada batang penisku terasa seperti ada cairan hangat mengucur deras membasahi batang penisku. Ibu mertuaku menggelepar dan diakhiri dengan menggelinjang liar dan nafasnya yang tersengal-sengal. Ibu mertuaku telah berhenti melakukan liukan pinggulnya karena sehabis orgasme.

Hanya denyutan-denyutan kencang didalam liang vaginanya yang kurasakan. Aku merasakan denyutan-denyutan itu seperti menyedot-nyedot batang penisku Dan.. Crot.. Croott.. ! muncrat semua air maniku diliang vaginanya.

“Bu, kerasa nggak air mani saya muncratnya didalam..?” Tanyaku
“Eh.. iya, Joko sayang.. Ibu udah lama ibu pengen beginian” Kata Ibu mertuaku
“Iya.. sekarang kan udah, Bu” Kataku sambil mengecup keningnya
“Oh.. kamu.. hebat banget deh, Jak” Kata Ibu mertuaku sambil membelai-belai rambutku.
“Itu semua kan karena Ibu” Kataku memujinya
“Ih.. bisa aja.. kamu” sahut Ibu mertuaku sambil mencubit pinggulku.

Ibu mertuaku masih di atas tubuhku ketika HP-ku berbunyi ternyata dari istriku yang menyuruhku supaya menginap saja dirumah Ibu mertuaku. Setelah telepon di tutup aku memekik kegirangan. Setelah itu kami melakukan pemanasan lagi dan melakukannya sepanjang malam hingga menjelang subuh kami sama-sama kelelahan dan tidur. Entah sudah berapa kali kami bersenggama dalam berbagai posisi.

Pagi harinya kami masih melakukannya lagi dikamar mandi untuk yang terakhir lalu setelah itu aku sarapan dan pulang, setelah itu kami kadang melakukannya beberapa kali secara diam-diam.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

Hujan Membawa Kenikmatan Bagiku


KiosVideo – Namaku Jaka, umurku sekarang ini 25 tahun, Ini adalah pengalamanku yang benar-benar nyata yang terjadi dengan Ibu mertuaku. Umurnya belum terlalu tua baru sekitar 40tahunan. Dulunya saat baru umur 19 tahun dia sudah kimpoi. Ibu mertuaku bentuk tubuhnya biasa-biasa saja malah boleh dikatakan langsing dan singset seperti masih perawan.

Tak heran sebab hingga kini ia masih mengkonsumsi jamu untuk supaya selalu awet muda dan langsing. Singkat cerita ketika istriku baru melahirkan anak pertama dan aku harus puasa nafsu selama sebulan lebih. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana pusingnya aku dan bertama inginnya aku meminta jatahku. Hingga suatu saat aku mengantar Ibu mertuaku pulang dari luar kota untuk menengok cucu pertamanya itu.

Aku biasa mengantarnya dengan motorku, Namun kali itu turun hujan ditengah perjalanan. Karena sudah basah kuyup dan hari sudah menjelang tengah malam aku paksakan untuk menerobos hujan yang deras itu. Setiba dirumah aku ingin segera membersihkan badan lalu segera menghangatkan badan.

Di rumah itu hanya ada aku dan Ibu mertuaku karena kakak iparku tinggal ditempat lain. Sedangkan adik iparku yang biasa menemani Ibu mertuaku dirumah itu untuk sementara tinggal dirumahku untuk menjaga istriku.

“Kamu mandi aja deh sana dulu.., Jak” Kata Ibu mertuaku menyuruhku untuk mandi
“Ah.. nggak usah.. Ibu duluan saja deh..” Kataku menolak dan menyuruhnya agar lebih dulu karena dia lebih tua..
“Udah.. Ibu disini aja..” Kata Ibu mertuaku yang memilih tempat cuci baju dan cuci piring diluar kamar mandi. Karena disitu juga ada air keran.
“Yah.. udah deh bu..” Kataku sambil mendahuluinya masuk ke kamar mandi.



Suasana waktu itu agak remang-remang karena lampu penerangannya hanya lampu bohlam hanya 5 watt. Aku iseng ingin tahu bentuk tubuh Ibu mertuaku yang sebenarnya ketika ia telanjang bulat. Maka aku singkapkan sedikit pintu kamar mandi dan menontonnya melepas satu per satu bajunya yang sudah basah kuyup karena kehujanan. Dia tidak tahu aku menontonnya karena dia sedang membelakangiku.

Aku perhatikan dia mencopot kaus T-shirt-nya ke atas melewati bahu dan lehernya. Lalu BH-nya dengan mencongkel sedikit pengaitnya lalu ia menarik tali BH-nya dan BH itupun terlepas. Adegan yang paling syur ialah ketika ia membuka celana panjang jeansnya. Celana jeans yang ketat itu ditariknya ke bawah sekaligus bersamaan dengan CD-nya.

Jreng..! Aku lihat kedua buah pantatnya yang kencang dan montok itu menantangku. Aku yang sudah tak merasakan sex selama satu bulan lebih dan lagi dihadapkan dengan pemandangan seperti itu. Aku nekat untuk mendekatinya dan aku peluk dia dari belakang.

“Eh.. Jaka..! ini apa-apaan..!” jawab Ibu mertuaku.
“Bu.. tolongin saya dong, Bu...” rayuku dengan suara manja
“Ih.. apaan sih..?!” Katanya lagi
“Bu, udah dua bulan ini saya nggak dapet jatah dari Siti.. tolong dong, Bu..” bujukku lagi
“Tapi aku inikan ibu mertuamu..” Kata Ibu mertuaku
“Bu.. tolong, Bu.. please banget” rayuku sambil tanganku mulai beraksi.

Tanganku meremas-remas buah dadanya yang ukurannya sekitar 34b sambil jariku memelintir putting susunya. bibir dan lidahku menjilati tengkuk lehernya, Tanganku yang satu lagi memainkan klentit-nya dengan memelintir daging kecil itu dengan jariku.

Batang penisku aku tekan dilubang pantatnya tapi tidak aku masukkan. Ibu mertuaku mulai bereaksi. Tangannya yang tadi berusaha meronta dan menahanku kini sudah mengendor. Dia membiarkanku memulai dan memainkan ini semua. Nafasnya memburu dan mulai mendesah-desah nikmat.

“Dikamar aja yuk, Bu..” bisikku

Aku tuntun Ibu mertuaku menuju ke kamarnya. Aku baringkan dia tempat tidur, segera aku buka kedua kakinya lebar-lebar dan sepertinya Ibu mertuaku sudah siap dengan batang penisku. Tapi aku belum mau memulai semua itu, aku masih ingin menikmatinya.

“Tenang aja dulu, Bu. Pelan-Pelan aja, Ok..?” Kataku.

Aku mengarahkan mukaku ke liang vaginanya dan aku mulai dengan sedikit jilatan dengan ujung lidahku pada klentitnya.

“Ough.. sshhtt.. ough.. hmpf.. hh.. ooghh” Ibu mertuaku mendesah dan mengerang menahan kenikmatan jilatan yang diberikan oleh lidahku.

Dia tampaknya sepertinya belum pernah merasakan oral sex dan baru kali ini saja ia merasakannya. Terlihat reaksi seperti kaget dengan kenikmatan yang satu ini.

“Enak kan, Bu...?” Kataku
“Hmh.. Ahh... kamu.. koq.. gak jijik.. sih, Jak?” Tanyanya ditengah-tengah desah dan deru nafasnya.
“Enggak, Bu.. enak koq.. gimana enak gak jilatanku bu..?”
“Hmh.. iyahh.. aduh.. sshhtt.. eenak.. banget.. Jak.. baruu.. ppee..rrttaa...mmaaa... sshhtt” jawab Ibu mertuaku sambil terus merintih dan mendesah.
“Itu baru awalnya saja, Bu..” Kataku.
"Masih ada lanjutannya bu.." seruku.





Kali ini aku kulum-kulum pentilnya dengan bibirku dan memainkan pentil itu dengan lidahku. Aku lihat sekujur tubuh Ibu mertuaku seperti tersetrum dan mengejang kenikmatan. Ia lebih mengangkat lagi pinggulnya ketika aku hisap dalam-dalam pentilnya.

Tak sampai disitu aku terobos liang vaginanya dengan ujung lidahku dan aku masukkan lidahku dalam-dalam ke liang vaginanya itu lalu aku mainkan liukkan lidahku didalam liang vaginanya. Seiring dengan liukanku pinggul Ibu mertuaku ikut juga bergoyang kenikmatan.

“Ough.. Agh... ough.. sshhtt.. oughh.. hmh.. Ahh... shhtt.. hmh.. ” suara itu terus keluar dari mulut Ibu mertuaku menikmati kenikmatan oral sex yang aku berikan.

Aku sudahi oral sex ku lalu aku bangun dan berlutut dihadapan liang vaginanya. Baru aku arahkan batang penisku ke liang vaginanya tiba-tiba tangan halus Ibu mertuaku memegang batang penisku dan mulai meremas-remasnya.

“Agh.. mau diapain, Bu..?” Tanyaku.
“Enggak.. ini supaya kamu bisa lebih tahan lama” Kata Ibuku sambil mengurut batang penisku.

Rasanya geli-geli nikmat bercamput sakit sedikit. Sepertinya hanya diremas-remas saja tetapi tidak ternyata ujung-ujung jarinya mengurut urat-urat yang ada dibatang penis untuk memperlancar aliran darah sehingga bisa lebih tegang dan kencang dan tahan lama.

“Wah... Geedhe.. juga.. punya kamu, Jak” Kata Ibu mertuaku sambil terus mengurut batang penisku yang semakin panjang.
“Iya dong, Bu” Kataku bangga.

Kali ini kedua tangan Ibu mertuaku beraksi mengurut batang penisku. Tangan yang satunya lagi mengurut-urut buah zakarku dan yang satu lagi seperti mengocok namun tidak terlalu ditekan dengan jari jempol dan telunjuknya. Tak lama kemudian..

“Egh.. yah... sudah.. pelan-pelan massukinnya... yah sayang...” Kata Ibu mertuaku sambil menyudahi pijatan-pijatan kecilnya itu dan mewanti-wantiku supaya tidak terlalu terburu-buru menerobos liang vaginanya.

Aku angkat kedua kaki Ibu mertuaku dan aku letakkan dikedua bahuku sambil mencoba menerobos liang vaginanya yang sudah basah itu dengan batang penisku yang sedari tadi sudah keras dan kencang.

“Ouh.. uh... ogh.. pelan-pelan donk..., Jak” Kata Ibu mertuaku ditengah-tengah deru nafasnya.

“Iya, Bu.. sayang.. egh.. aku pelan-pelan koq” Kataku sambil perlahan-lahan mendorong penisku masuk ke liang vaginanya.
“Ih.. punya kamu Gedee banget, sayang.. ini sih.. diatas rata-rata jadii sussahh masukknya...”Katanya
“Kan tadi udah diurut, Bu.. makanya bisa gede” Kataku.

Aku teruskan aksiku penetrasiku menerobos liang vaginanya yang sudah basah itu. Aku tidak merasa istimewa dengan batang penisku yang panjangnya hanya 14cm dengan diameter sekitar 4 cm. Dengan sedikit usaha.. tiba-tiba.. BLESSS...! Batang penisku sudah masuk semua dengan perkasanya kedalam liang vagina Ibu mertuaku.

“Ough.. ahghh.... iya.. sshh.. pelan-pelan aja yah, sayang” Kata Ibu mertuaku yang mewantiku supaya aku tidak terlalu terburu-buru.

Aku mulai meliukkan pinggulku sambil naik turun dan pinggul Ibu mertuaku berputar-putar seperti sedang joget.

“Ough.. gilaa, Bu.. asyik.. banget.. vaginanya ibu...!” Kataku sambil merasakan nikmatnya batang penisku diputar oleh pinggulnya.

“Ough.. sshtt.. egh.. Agh... hmh.. sshhtt.. ough.. oughh” Ibu mertuaku tidak menjawab hanya memejamkan mata sambil mulutnya terus mendesah dan merintih menikmati kenikmatan sexual. Baru sekitar 35 menit aku sudah bosan dengan posisi ini dan ingin berganti posisi. Ketika itu kami masih dalam posisi konvensional. Aku mau menawarkan beberapa variasi lain kepada Ibu mertuaku..


“Eh.. Ibu yang di atas deh” Kataku.
“Kenapa, sayang.. kamu capek.. yah..?” Tanyanya.
“Gak” jawabku singkat.
“Mo keluar yah.. pasti... hi.. hi.. hi..?” Godanya sambil mencubit pantatku.
“Gak.. kok bu.. ih.. aku gak bakalan keluar duluan deh.. hehehe” Kataku.
“Awas.. yah.. kalo keluar duluan” Goda Ibu mertuaku sambil meremas-remas buah pantatku.
“Enggak.. deh.. Ibu yang bakalan kalah sama aku”Kataku dengan sombong sambil balas mencubit buah dadanya
“Auw.. hi.. hi.. hi” Ibu mertuaku memekik kecil sambil tertawa kecil yang membuatku semakin horny.

Dengan berguling ke samping kini Ibu mertuaku sudah berada di atas tubuhku. Sambil menyesuaikan posisi sebentar ia lalu duduk di atas pinggulku. Aku bisa melihat keindahan tubuhnya perutnya yang rata dan ramping. Tak ada seonggok lemakpun yang menumpuk diperutnya. Buah dadanya juga masih kencang dengan putting susu yang mengacung ke atas menantangku.

Aku juga duduk dan meraih puting susu itu lalu ku jilat dan ku kulum. Ibu mertuaku mendorongku dan menyuruhku tetap berbaring seolah-olah kali ini cukup ia yang pegan kendali. Ibu mertuaku kembali meliuk-liukkan pinggulnya memutar-mutar seperti Pendangdut.

“Egh.. sshhtt.. ough.. sshhtt.. Agggh....” desah nikmat Ibu mertuaku.
“Gila, Bu.. enak banget.. goyangannya...!”
“Ough.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku hanya mendesah dan merintih sambil terus meliuk-liukkan pinggulnya memainkan batang penisku yang berada didalam liang vaginanya.

Tanganku meremas buah dadanya yang tak terlalu besar tapi pas dengan telapak tangan. Tanganku yang satunya lagi meremas buah pantatnya. Batang penisku yang kencang dan keras terasa lebih keras dan kencang lagi. Ini berkat pijatan dari Ibu mertuaku tadi itu. Bisa dibayangkan jika tidak aku sudah lama orgasme dari tadi.

“Ough.. sshtt.. emh.. enagh.. egh.. sshhtt.. ough.. iyaahh.. enak.. ough...” liukan pinggul Ibu mertuaku yang tadinya teratur kini berubah semakin liar naik turun maju mundur tak karuan.

“Ough.. iiyyaahh.. sshhtt.. ough.. aku udah mo nyampe” Kata Ibu mertuaku.
“Bu.. aku juga pengen, Bu.. egh” Kataku sambil ikut menggoyang naik turun pinggulku.
“Egh.. iyah.. sayangg.. ough.. sshhtt.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku merespons gerakanku untuk membantunya orgasme.

Aku mempercepat goyanganku karena seperti ada yang mendesak dibatang penisku untuk keluar juga.

“Hmfh.. terusshh.. iyah.. ough.. oughh.. AAAUGHH.. Ughh....” Ibu mertuaku telah sampai pada puncak orgasmenya.

Pada batang penisku terasa seperti ada cairan hangat mengucur deras membasahi batang penisku. Ibu mertuaku menggelepar dan diakhiri dengan menggelinjang liar dan nafasnya yang tersengal-sengal. Ibu mertuaku telah berhenti melakukan liukan pinggulnya karena sehabis orgasme.

Hanya denyutan-denyutan kencang didalam liang vaginanya yang kurasakan. Aku merasakan denyutan-denyutan itu seperti menyedot-nyedot batang penisku Dan.. Crot.. Croott.. ! muncrat semua air maniku diliang vaginanya.

“Bu, kerasa nggak air mani saya muncratnya didalam..?” Tanyaku
“Eh.. iya, Joko sayang.. Ibu udah lama ibu pengen beginian” Kata Ibu mertuaku
“Iya.. sekarang kan udah, Bu” Kataku sambil mengecup keningnya
“Oh.. kamu.. hebat banget deh, Jak” Kata Ibu mertuaku sambil membelai-belai rambutku.
“Itu semua kan karena Ibu” Kataku memujinya
“Ih.. bisa aja.. kamu” sahut Ibu mertuaku sambil mencubit pinggulku.

Ibu mertuaku masih di atas tubuhku ketika HP-ku berbunyi ternyata dari istriku yang menyuruhku supaya menginap saja dirumah Ibu mertuaku. Setelah telepon di tutup aku memekik kegirangan. Setelah itu kami melakukan pemanasan lagi dan melakukannya sepanjang malam hingga menjelang subuh kami sama-sama kelelahan dan tidur. Entah sudah berapa kali kami bersenggama dalam berbagai posisi.

Pagi harinya kami masih melakukannya lagi dikamar mandi untuk yang terakhir lalu setelah itu aku sarapan dan pulang, setelah itu kami kadang melakukannya beberapa kali secara diam-diam.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

No comments:

Post a Comment