CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Ibu Mertuaku Yang Rindu Dengan Kentot - Kiosvideo

hi stats


KiosVideo Halo namaku Angga, aku mempunyai mertua yang sangat baik, perhatian, dan sayang terhadap menantunya, Mertuaku yang perempuan berumur 40 tahun. Tapi yang paling aku aku kagumi dari dia adalah tubuhnya yang masih singset, langsing, ramping, seksi, serta payudaranya yang lumayan montok, kulitnya pun masih mulus dan putih bersih di usia yang sudah tidak muda lagi.

Sedangkan mertuaku yang laki-laki berusia 50 tahun, dia jarang ada dirumah karena dia adalah seorang konsultan dan sekarang dia lebih sering bertugas di luar negeri. Pulangnya pun itu hanya 1 minggu 1 kali. Kadang juga tidak pulang selama satu bulan, Isteriku merupakan anak tunggal dari mertuaku ini. Kejadian sexku ini berawal saat aku sedang bercumbu dengan isteriku dikamar, waktu itu aku lupa mengunci pintunya. Namun secara tak sengaja ibu mertua ku yang kebetulan lewat didepan kamar tempat aku sedang bercumbu dengan isteriku. Pada saat itu dia langsung terpaku melihatku yang sedang asyik mencumbu isteriku. Mengetahui hal tersebut langsung aku menghentikan cumbuanku dan berhenti, “oh.. mama.. ehmm.. ehh... ada apa.. ma..?? “ sapaku sambil berjalan menuju pintu. “maaf mama gak tahu kalau kalian lagi itu.. habis pintunya tadi gak dikunci sih.. jadi kebetulan mama lewat...!!! “ sahut ibu mertuaku.

Sejak ibu mertuaku melihat kejadian itu, cara memandang dia ke arahku menjadi agak berbeda. Bahkan sikapnya pun mulai agak berubah terhadapku, aku yang tidak tahu apa yang menimpa ibu mertuaku sehingga tiba-tiba menjadi seperti itu. Suatu hari aku di minta ibu mertuaku untuk mengantarkanya ke Bali, karena dia ingin melayat ke tempat saudaranya yang meninggal. Aku pun berangkat pada jumat pagi hari kebetulan jumat itu aku juga sedang libur kerja. Hari itu aku naik pesawat tiba di bandara sekitar pukul 10 pagi. Langsung aku dan ibu mertuaku menuju tempat kediaman saudaranya. Waktu demi waktu terus berlalu, hingga malampun tiba. Akhirnya pada malam itu aku menginap di sebuah hotel yang bisa dibilang hotel berbintang yang ada di Bali. Pukul 10.30 malam aku terbangun oleh dering telepon di HP-ku. Aku melihat nomor dirahasiakan, Aku segera menjawab dering telepon itu. “Halo ini siapa yah... kenapa malam-malam begini kok nelpon..” tanyaku sambil membuka kedua mataku yang masih setengah mengantuk. “dik Angga..ini mama... kamu sudah tidur yah?? Bisa tolongin mama gak..??


Koper mama yang berisi pakaian tidak bisa dibuka.. Kamu bisa cepetan kesini yah.. kekamar mama.. segera” sahut ibu mertuaku ditelepon. “oh.. mama.. iya ma.. aku akan segera kesana” aku segera bergegas menuju kamar ibu mertuaku yang berdampingan dengan kamarku untuk melihat apa yang terjadi. Aku pun mengetuk pintu kamar ibu mertuaku, “iya dik.. bentar” tak lama kemudian ibu mertuaku membukakan pintu. Dia mengenakan kaos berwarna merah dan rok berwarna hitam. “Ma.. mana kopernya katanya gak bisa dibuka biar aku bantu..” sapaku sambil masuk kekamar ibu mertuaku. “itu loh kopernya dik.. didepan ranjang itu loh... Dari tadi mama coba buka tapi tidak bisa-bisa.” Jawab ibu mertuaku sambil menutup pintu kamar. Setelah beberapa menit aku mencobanya, akhirnya aku berhasil membuka kopernya secara paksa. Ternyata isi koper itu adalah BH dan CD G-string nya ibu mertuaku. Saat melihat hal itu pikiranku mulai ngeres. “Terima kasih yah.. dik... kamu suda mau nolongin mama..” “ah.. iya ma.. gak papa kok sudah menjadi kewajibanku kok ma..” Aku sejenak duduk disofa kamar itu. 

“Kamu kenapa dik Angga... kamu capek ya..?” Tanya ibu mertuaku sambil mendekati aku yang duduk disofa. Sejenak aku memandang wajah ibu mertuaku yang tampak begitu cantik. Kemudian dia juga memandangku, kami pun saling berpandang pandangan sampai aku mencoba mengecup bibirnya yang merah. Saat aku mengecup bibirnya, rupanya dia membalas kecupan bibirku, lidahku dan lidahnya saling bertabrakan. Saat kedua tangan ibu mertuaku mulai meraih punggungku dan mulai memeluk tubuhku. Aku segera melepaskan cumbuanku. “kenapa.. sayang... Kenapa tidak kamu teruskan...??” kata ibu mertuaku sambil mengelus-ngelus wajahku. “maaf.. maaf.. atas kelancangan saya... sekali lagi maaf...” “kamu takut sama isteri kamu...?? “Tanya mamaku sambil mendekati tubuhku. “mama... maafin saya ma... itu dosa ma... lagian aku gak sama..” jari telunjuk ibu mertuaku menghentikan ucapanku itu.

“ssssstttt.... Uda kamu gak usah takut sama papa... ingat dik... disini cuma ada kita berdua.. Isteri kamu dan suami mama tak kan pernah tahu apa yang terjadi hari ini” sahut ibu mertuaku sambil mencoba mencium pipiku lagi. “Tappii.. ma... maafin aku ma... Aku sebenernya juga sudah tidak tahan melihat mama.. untuk Malam ini” langsung ciuman bibir ibu mertuaku yang mendarat dipipi ku lanjutkan dengan bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu. Setelah beberapa menit ibu mertuaku minta berhenti. “ada apa ma..??? “ tanyaku dengan serius “jangan disini donk.... ayoo.. lanjutt... diranjang aja yah... Mama gak nyaman kalo diatas sofa.. kamu.. kunci dulu pintunya..” sahut ibu mertuaku dengan mesra. “langsung dengan segera aku bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu untuk menguncinya.

“sayaaaang.. sini dong mama uda tidak sabar nihh...” panggilan ibu mertuaku manja. kulihat ibu mertuaku sudah duduk diatas ranjang. Langsung aku tanpa basa basi langsung mencopot seluruh bajuku dan kuhanya mengenakan CD. Langsung segera aku naik keatas ranjang besar dan empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku dengan sentuhan lembut dipahanya, “aaaahhhhh...” desah ibu mertuaku sambil memejamkan kedua matanya. Aku langsung mencumbu bibirnya yang merah dengan lahapp. Spontan langsung ibu mertuaku membalasnya dengan liar, bahkan lebih liar dari yang aku kira, setelah beberapa menit aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus. “aaaaahhhhh... sudah lama mama pengen merasakan yang seperti ini... akhirnya tanpa diminta kamu mengerti apa beban bathin mama selama ini inginkan.. aaaaahhhhh.. ” desahan ibu mertuaku semakin menjadi jadi seperti desahan yang ada di film-film bokep. Setelah sekitar dua menit lebih aku menciumi lehernnya aku beralih ke dadanya yang beraroma wangi ditubuhnya membuat nafsuku semakin menjadi jadi. Kuciumi dengan lahap dan bringas dadanya itu sambil memeluk erat tubuhnya. Penisku yang semakin keras dan amat keras seakan akan CD ku tak kuat menahan penisku yang tegak berdiri. Sambil menciumi dadanya aku mencoba melepas kaos yang sedang dia pakai.

Akhirnya beberapa menit kemudian kaosnya sudah terlepas. Terpampang didepanku dua buah payudara montok dan mulus yang masih terbungkus oleh BH G-string hitam. Langsung aku lahap payudaranya yang masih terbungkus BH. “aaaaahhh... aaaahhh... buka aja... ayoo.. buka BH nya sayang..“ sambil terus menciumi kedua payudaranya yang montok itu. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah nikmat. Kemudian aku mencoba meraih kancing BH-nya yang berada dipunggungnya. Dan tak lama kemudian aku berhasil meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya, dan aku menjatuhkan BH-nya ke lantai. Kulihat puting payudaranya yang coklat terlihat sangat kontras dengan dadanya. Langsung ku lahap putting payudaranya yang kiri dengan mulutku dan yang kanan aku pijit.. “aaaaaahhhhhh... aaaahhhh.. enak baget sayaaaaaaang.. Kamu benar.. benar... aaaghhhh.. tahu.. apa yang mama... aaaaahhhh.. yang mama pengen selaamaa inii... aghh...hhh..” sambil mendesah dan memejamkan mata dia berusaha mengucapkan kata-kata itu” lalu kuciumi seluruh permukaan kedua payudaranya, kuhisap berulang kali, kuhisap dengan kuat sampai hisapan mulutku terdengar keras. Kulihat ibu mertuaku mengeluh keenakan.

“Ooohhh... ooohhhh.. enak.. sekali sayaaaaang... !!” tak hanya itu aku segera menjilati seluruh permukaan kedua payudaranya dengan ganas sampai-sampai seluruh kedua permukaan payudaranya basah karena air liurku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah. Kemudian aku beralih ke perut dan pusarnya, kuciumi dengan penuh gairah sambil melepaskan rok hitam yang dia pakai. Tak lama kemudian rok hitam itu terlepas dari tubuhnya. Kulihat CD G-string yang berwarna merah itu agak terlihat sudah sangat basah. Dengan posisi duduk ibu mertuaku melorotkan CD-ku “Buka aja.. gak usah malu.. sayaaaang.. tuh kan udah bangun dari tadi” goda ibu mertuaku langsung mengelu-elus penisku yang sudah tegak berdiri sambil mencoba mencium penisku.


Dia segera mendorong tubuhku dan akhirnya aku terbaring diranjang empuk itu, tanpa basa basi langsung dia menciumi pensiku dengan ganas dan penuh nafsu, liar sekali ibu mertuaku saat itu pikirku. Aku segera bangun dari ranjang kemudian aku mendorong tubuh ibu mertuaku dan akhirnya kepala ibu mertuaku beralas bantal yang empuk dan terbaring diatas ranjang. Langsung aku mencopot CD G-string yang dia pakai. Wow vaginanya masih sangat terawatt dengan baik.. merah merona dengan ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vaginanya sudah basah, langsung aku menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang ternyata juga sudah sangat basah. “aaaaahhh.. aaaahhhh.. terus.. jangan berhenti,.. terus.. Mama pengen kamu terus ciumin punya mama... Aaaaahhhh.. mama mohon jangan berhenti dulu...” berkali-kali cairan putih yang keluar dari vagina ibu mertuaku. “setelah beberapa menit aku beralih menciumi leher, dada, dan kedua payudaranya yang montok sambil menindih tubuhnya. Penisku yang tegak berdiri sudah menggesek-gesek selakangannya.. “aaaaahhh.. Ah... kenapa..  kenapa sayaaaang.. aaaaahhhh... kenapa kamu gak kamu masukinnn? Mama uda gak tahan nih... aaaahhhh... aaaaahhhh..” “maaf maaa... aku takut mama hamil... soalnya aku takut tidak bisa menahan air maniku sendiri nantinya...” sahutku menjawab. “oooooohhh.... ooooohhhh.. .oooooohhhh... aaaaahhhh... tidak sayyang tidak jangan buat mama tersiksa cepat kamu masukin.. sajaa, Mama gak peduli hamil apa tidak...” mendengar hal itu langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang basah. 

“slep... slep... slep.. slep...” penisku keluar masuk keluar masuk di dalam vaginanya. Aku berulang kali menggenjot tubuhku semakin cepat. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah kenikmatan aaaaahhh... oooooohhhh.. aaaaahhhh... “beberapa menit kemudian penisku bereaksi pinggul seperti bergetar hebat saat air maniku keluar deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. Beberapa menit kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku sambil mengelus elus rambutku dan menggenjot genjot tubuhnya. Akupun menciumi leher, dada dan payudaranya dengan liar dan bringas. 

Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah kenikmataaaannn... “aaaaahhh... ooooohhhh.... aaaahhhh..“ Tak lama kemudian kurasakan air maniku keluar bersamaan dengan air mani ibu mertuaku. “Kenapa gak dari dulu sih kamu melakukan ini kepada mama aaaaahhh... ooooohhhh... aaaahhhh... oooooohhhh...“ sambil mendesah dan memejamkan mata dia bertanya kepadaku. “saya tidak tahu ma... kalau sebenernya mama pengen banget bercinta dengan saya...” Jawabku dengan nada mendesah.... Setelah beberapa menit kami berganti posisi lagi. Posisiku sekarang tubuhku berbaring diatas ranjang dan ibu mertuaku menindih tubuhku. Dia berkali kali menggenjot-genjot tubunya sendiri sambil mendesah dan memejamkan mata “aaaaahhh... ooooohhhh... aaaahhhh.. oooooohhhh...“ sampai akhinnya kami berdua puas lalu kami tertidur sampai pagi diranjang besar itu sambil berpelukan..”

 


Sinar matahari pagi menyorot wajahku dari jendela. Kulihat ibu mertuaku sedang duduk tersenyum diatas ranjang sambil memandangku. “Ayo.. dik.. bangun sayaaaang udah pagi nih..” sapa ibu mertuaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi.
“mama... uda pagi yah.. ma... Ma saya pengen lagi nih.. langsung ku ciumi lehernya sambil memeluknya dari belakang... “eit... eits... jangan jangan gak boleh gak boleh... Kemarin aja sok jual mahal sama mama... Sekarang kamu sendiri yang minta jatahnya..” sahut mamaku sambil ketawa genit. “mending kamu mandi dulu sana... Habis itu kita sarapan dulu baru deh kita lanjutin lagi ronde keduanya... Gimana sayang.. tawaran mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh nyentuh mama lagi...” canda ibu mertuaku. “ya... deh ya deh.. aku mau” sahutku dengan ketawa nakal. Sehabis mandi dan sarapan pagi, siang sampai sore aku dan mama meruaku terus melakukannya lagi dikamar itu, sampai malamnya aku dan ibu mertuaku jalan-jalan ke pantai Kuta. Setelah pulang dari pantai Kuta, malam hari kira-kira pukul 1 malam aku melakukan ronde ke 3 dengan ibu mertuaku lagi. Sampai sepulang dari Bali secara diam-diam kami juga sering melakukan hubungan sex di Hotel tanpa sepengetahuan istriku dan papa mertuaku dan hubungan tersebut berjalan sampai sekarang.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

Ibu Mertuaku Yang Rindu Dengan Kentot


KiosVideo Halo namaku Angga, aku mempunyai mertua yang sangat baik, perhatian, dan sayang terhadap menantunya, Mertuaku yang perempuan berumur 40 tahun. Tapi yang paling aku aku kagumi dari dia adalah tubuhnya yang masih singset, langsing, ramping, seksi, serta payudaranya yang lumayan montok, kulitnya pun masih mulus dan putih bersih di usia yang sudah tidak muda lagi.

Sedangkan mertuaku yang laki-laki berusia 50 tahun, dia jarang ada dirumah karena dia adalah seorang konsultan dan sekarang dia lebih sering bertugas di luar negeri. Pulangnya pun itu hanya 1 minggu 1 kali. Kadang juga tidak pulang selama satu bulan, Isteriku merupakan anak tunggal dari mertuaku ini. Kejadian sexku ini berawal saat aku sedang bercumbu dengan isteriku dikamar, waktu itu aku lupa mengunci pintunya. Namun secara tak sengaja ibu mertua ku yang kebetulan lewat didepan kamar tempat aku sedang bercumbu dengan isteriku. Pada saat itu dia langsung terpaku melihatku yang sedang asyik mencumbu isteriku. Mengetahui hal tersebut langsung aku menghentikan cumbuanku dan berhenti, “oh.. mama.. ehmm.. ehh... ada apa.. ma..?? “ sapaku sambil berjalan menuju pintu. “maaf mama gak tahu kalau kalian lagi itu.. habis pintunya tadi gak dikunci sih.. jadi kebetulan mama lewat...!!! “ sahut ibu mertuaku.

Sejak ibu mertuaku melihat kejadian itu, cara memandang dia ke arahku menjadi agak berbeda. Bahkan sikapnya pun mulai agak berubah terhadapku, aku yang tidak tahu apa yang menimpa ibu mertuaku sehingga tiba-tiba menjadi seperti itu. Suatu hari aku di minta ibu mertuaku untuk mengantarkanya ke Bali, karena dia ingin melayat ke tempat saudaranya yang meninggal. Aku pun berangkat pada jumat pagi hari kebetulan jumat itu aku juga sedang libur kerja. Hari itu aku naik pesawat tiba di bandara sekitar pukul 10 pagi. Langsung aku dan ibu mertuaku menuju tempat kediaman saudaranya. Waktu demi waktu terus berlalu, hingga malampun tiba. Akhirnya pada malam itu aku menginap di sebuah hotel yang bisa dibilang hotel berbintang yang ada di Bali. Pukul 10.30 malam aku terbangun oleh dering telepon di HP-ku. Aku melihat nomor dirahasiakan, Aku segera menjawab dering telepon itu. “Halo ini siapa yah... kenapa malam-malam begini kok nelpon..” tanyaku sambil membuka kedua mataku yang masih setengah mengantuk. “dik Angga..ini mama... kamu sudah tidur yah?? Bisa tolongin mama gak..??


Koper mama yang berisi pakaian tidak bisa dibuka.. Kamu bisa cepetan kesini yah.. kekamar mama.. segera” sahut ibu mertuaku ditelepon. “oh.. mama.. iya ma.. aku akan segera kesana” aku segera bergegas menuju kamar ibu mertuaku yang berdampingan dengan kamarku untuk melihat apa yang terjadi. Aku pun mengetuk pintu kamar ibu mertuaku, “iya dik.. bentar” tak lama kemudian ibu mertuaku membukakan pintu. Dia mengenakan kaos berwarna merah dan rok berwarna hitam. “Ma.. mana kopernya katanya gak bisa dibuka biar aku bantu..” sapaku sambil masuk kekamar ibu mertuaku. “itu loh kopernya dik.. didepan ranjang itu loh... Dari tadi mama coba buka tapi tidak bisa-bisa.” Jawab ibu mertuaku sambil menutup pintu kamar. Setelah beberapa menit aku mencobanya, akhirnya aku berhasil membuka kopernya secara paksa. Ternyata isi koper itu adalah BH dan CD G-string nya ibu mertuaku. Saat melihat hal itu pikiranku mulai ngeres. “Terima kasih yah.. dik... kamu suda mau nolongin mama..” “ah.. iya ma.. gak papa kok sudah menjadi kewajibanku kok ma..” Aku sejenak duduk disofa kamar itu. 

“Kamu kenapa dik Angga... kamu capek ya..?” Tanya ibu mertuaku sambil mendekati aku yang duduk disofa. Sejenak aku memandang wajah ibu mertuaku yang tampak begitu cantik. Kemudian dia juga memandangku, kami pun saling berpandang pandangan sampai aku mencoba mengecup bibirnya yang merah. Saat aku mengecup bibirnya, rupanya dia membalas kecupan bibirku, lidahku dan lidahnya saling bertabrakan. Saat kedua tangan ibu mertuaku mulai meraih punggungku dan mulai memeluk tubuhku. Aku segera melepaskan cumbuanku. “kenapa.. sayang... Kenapa tidak kamu teruskan...??” kata ibu mertuaku sambil mengelus-ngelus wajahku. “maaf.. maaf.. atas kelancangan saya... sekali lagi maaf...” “kamu takut sama isteri kamu...?? “Tanya mamaku sambil mendekati tubuhku. “mama... maafin saya ma... itu dosa ma... lagian aku gak sama..” jari telunjuk ibu mertuaku menghentikan ucapanku itu.

“ssssstttt.... Uda kamu gak usah takut sama papa... ingat dik... disini cuma ada kita berdua.. Isteri kamu dan suami mama tak kan pernah tahu apa yang terjadi hari ini” sahut ibu mertuaku sambil mencoba mencium pipiku lagi. “Tappii.. ma... maafin aku ma... Aku sebenernya juga sudah tidak tahan melihat mama.. untuk Malam ini” langsung ciuman bibir ibu mertuaku yang mendarat dipipi ku lanjutkan dengan bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu. Setelah beberapa menit ibu mertuaku minta berhenti. “ada apa ma..??? “ tanyaku dengan serius “jangan disini donk.... ayoo.. lanjutt... diranjang aja yah... Mama gak nyaman kalo diatas sofa.. kamu.. kunci dulu pintunya..” sahut ibu mertuaku dengan mesra. “langsung dengan segera aku bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu untuk menguncinya.

“sayaaaang.. sini dong mama uda tidak sabar nihh...” panggilan ibu mertuaku manja. kulihat ibu mertuaku sudah duduk diatas ranjang. Langsung aku tanpa basa basi langsung mencopot seluruh bajuku dan kuhanya mengenakan CD. Langsung segera aku naik keatas ranjang besar dan empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku dengan sentuhan lembut dipahanya, “aaaahhhhh...” desah ibu mertuaku sambil memejamkan kedua matanya. Aku langsung mencumbu bibirnya yang merah dengan lahapp. Spontan langsung ibu mertuaku membalasnya dengan liar, bahkan lebih liar dari yang aku kira, setelah beberapa menit aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus. “aaaaahhhhh... sudah lama mama pengen merasakan yang seperti ini... akhirnya tanpa diminta kamu mengerti apa beban bathin mama selama ini inginkan.. aaaaahhhhh.. ” desahan ibu mertuaku semakin menjadi jadi seperti desahan yang ada di film-film bokep. Setelah sekitar dua menit lebih aku menciumi lehernnya aku beralih ke dadanya yang beraroma wangi ditubuhnya membuat nafsuku semakin menjadi jadi. Kuciumi dengan lahap dan bringas dadanya itu sambil memeluk erat tubuhnya. Penisku yang semakin keras dan amat keras seakan akan CD ku tak kuat menahan penisku yang tegak berdiri. Sambil menciumi dadanya aku mencoba melepas kaos yang sedang dia pakai.

Akhirnya beberapa menit kemudian kaosnya sudah terlepas. Terpampang didepanku dua buah payudara montok dan mulus yang masih terbungkus oleh BH G-string hitam. Langsung aku lahap payudaranya yang masih terbungkus BH. “aaaaahhh... aaaahhh... buka aja... ayoo.. buka BH nya sayang..“ sambil terus menciumi kedua payudaranya yang montok itu. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah nikmat. Kemudian aku mencoba meraih kancing BH-nya yang berada dipunggungnya. Dan tak lama kemudian aku berhasil meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya, dan aku menjatuhkan BH-nya ke lantai. Kulihat puting payudaranya yang coklat terlihat sangat kontras dengan dadanya. Langsung ku lahap putting payudaranya yang kiri dengan mulutku dan yang kanan aku pijit.. “aaaaaahhhhhh... aaaahhhh.. enak baget sayaaaaaaang.. Kamu benar.. benar... aaaghhhh.. tahu.. apa yang mama... aaaaahhhh.. yang mama pengen selaamaa inii... aghh...hhh..” sambil mendesah dan memejamkan mata dia berusaha mengucapkan kata-kata itu” lalu kuciumi seluruh permukaan kedua payudaranya, kuhisap berulang kali, kuhisap dengan kuat sampai hisapan mulutku terdengar keras. Kulihat ibu mertuaku mengeluh keenakan.

“Ooohhh... ooohhhh.. enak.. sekali sayaaaaang... !!” tak hanya itu aku segera menjilati seluruh permukaan kedua payudaranya dengan ganas sampai-sampai seluruh kedua permukaan payudaranya basah karena air liurku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah. Kemudian aku beralih ke perut dan pusarnya, kuciumi dengan penuh gairah sambil melepaskan rok hitam yang dia pakai. Tak lama kemudian rok hitam itu terlepas dari tubuhnya. Kulihat CD G-string yang berwarna merah itu agak terlihat sudah sangat basah. Dengan posisi duduk ibu mertuaku melorotkan CD-ku “Buka aja.. gak usah malu.. sayaaaang.. tuh kan udah bangun dari tadi” goda ibu mertuaku langsung mengelu-elus penisku yang sudah tegak berdiri sambil mencoba mencium penisku.


Dia segera mendorong tubuhku dan akhirnya aku terbaring diranjang empuk itu, tanpa basa basi langsung dia menciumi pensiku dengan ganas dan penuh nafsu, liar sekali ibu mertuaku saat itu pikirku. Aku segera bangun dari ranjang kemudian aku mendorong tubuh ibu mertuaku dan akhirnya kepala ibu mertuaku beralas bantal yang empuk dan terbaring diatas ranjang. Langsung aku mencopot CD G-string yang dia pakai. Wow vaginanya masih sangat terawatt dengan baik.. merah merona dengan ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vaginanya sudah basah, langsung aku menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang ternyata juga sudah sangat basah. “aaaaahhh.. aaaahhhh.. terus.. jangan berhenti,.. terus.. Mama pengen kamu terus ciumin punya mama... Aaaaahhhh.. mama mohon jangan berhenti dulu...” berkali-kali cairan putih yang keluar dari vagina ibu mertuaku. “setelah beberapa menit aku beralih menciumi leher, dada, dan kedua payudaranya yang montok sambil menindih tubuhnya. Penisku yang tegak berdiri sudah menggesek-gesek selakangannya.. “aaaaahhh.. Ah... kenapa..  kenapa sayaaaang.. aaaaahhhh... kenapa kamu gak kamu masukinnn? Mama uda gak tahan nih... aaaahhhh... aaaaahhhh..” “maaf maaa... aku takut mama hamil... soalnya aku takut tidak bisa menahan air maniku sendiri nantinya...” sahutku menjawab. “oooooohhh.... ooooohhhh.. .oooooohhhh... aaaaahhhh... tidak sayyang tidak jangan buat mama tersiksa cepat kamu masukin.. sajaa, Mama gak peduli hamil apa tidak...” mendengar hal itu langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang basah. 

“slep... slep... slep.. slep...” penisku keluar masuk keluar masuk di dalam vaginanya. Aku berulang kali menggenjot tubuhku semakin cepat. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah kenikmatan aaaaahhh... oooooohhhh.. aaaaahhhh... “beberapa menit kemudian penisku bereaksi pinggul seperti bergetar hebat saat air maniku keluar deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. Beberapa menit kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku sambil mengelus elus rambutku dan menggenjot genjot tubuhnya. Akupun menciumi leher, dada dan payudaranya dengan liar dan bringas. 

Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah kenikmataaaannn... “aaaaahhh... ooooohhhh.... aaaahhhh..“ Tak lama kemudian kurasakan air maniku keluar bersamaan dengan air mani ibu mertuaku. “Kenapa gak dari dulu sih kamu melakukan ini kepada mama aaaaahhh... ooooohhhh... aaaahhhh... oooooohhhh...“ sambil mendesah dan memejamkan mata dia bertanya kepadaku. “saya tidak tahu ma... kalau sebenernya mama pengen banget bercinta dengan saya...” Jawabku dengan nada mendesah.... Setelah beberapa menit kami berganti posisi lagi. Posisiku sekarang tubuhku berbaring diatas ranjang dan ibu mertuaku menindih tubuhku. Dia berkali kali menggenjot-genjot tubunya sendiri sambil mendesah dan memejamkan mata “aaaaahhh... ooooohhhh... aaaahhhh.. oooooohhhh...“ sampai akhinnya kami berdua puas lalu kami tertidur sampai pagi diranjang besar itu sambil berpelukan..”

 


Sinar matahari pagi menyorot wajahku dari jendela. Kulihat ibu mertuaku sedang duduk tersenyum diatas ranjang sambil memandangku. “Ayo.. dik.. bangun sayaaaang udah pagi nih..” sapa ibu mertuaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi.
“mama... uda pagi yah.. ma... Ma saya pengen lagi nih.. langsung ku ciumi lehernya sambil memeluknya dari belakang... “eit... eits... jangan jangan gak boleh gak boleh... Kemarin aja sok jual mahal sama mama... Sekarang kamu sendiri yang minta jatahnya..” sahut mamaku sambil ketawa genit. “mending kamu mandi dulu sana... Habis itu kita sarapan dulu baru deh kita lanjutin lagi ronde keduanya... Gimana sayang.. tawaran mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh nyentuh mama lagi...” canda ibu mertuaku. “ya... deh ya deh.. aku mau” sahutku dengan ketawa nakal. Sehabis mandi dan sarapan pagi, siang sampai sore aku dan mama meruaku terus melakukannya lagi dikamar itu, sampai malamnya aku dan ibu mertuaku jalan-jalan ke pantai Kuta. Setelah pulang dari pantai Kuta, malam hari kira-kira pukul 1 malam aku melakukan ronde ke 3 dengan ibu mertuaku lagi. Sampai sepulang dari Bali secara diam-diam kami juga sering melakukan hubungan sex di Hotel tanpa sepengetahuan istriku dan papa mertuaku dan hubungan tersebut berjalan sampai sekarang.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

No comments:

Post a Comment