CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Seorang Wanita Tua Yang Merindukan Kenikmatan - Kiosvideo

hi stats


KiosVideo - Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di suatu desa, yaitu paginya hari minggu yang ternyata merupakan hari pasaran sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar yang begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja aku menabrak seorang ibu yang sedang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya pada saat itu.

Karena aku merasa bersalah maka aku memaksa untuk mengganti gelas yang pecah tersebut, diketahui nama ibu itu kita sebut saja Ibu Ulin dengan usia sekitar 40 - 45 tahun dan setelah ia menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kanan, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah tadi.

Jam 5 sore setelah aku mandi, aku langsung bergegas berangkat ke rumah Ibu Ulin dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang laki-laki yang berusia kira-kira 52 Tahun, yaitu bapak Marno yang ternyata suami Ibu Ulin setelah menjelaskan apa maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan yang semakin akrab diantara kami berdua.

Setelah dipanggil keluarlah ibu Ulin yang datang membawa minuman serta kue, dan tanpa sengaja saya memperhatikan dan tergetarlah hati, karena dengan memakai kebaya yang sedikit ketat dan rambut basah sehabis mandi, terlihat kecantikan khas wanita desa dengan kulit putih dan bodi yang kencang walau telah berusia 40 tahunan, dan yang membuat mata melotot adalah belahan buah dadanya yang kelihatan masih montok sekali.

Tanpa terasa waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk ikut makan malam, setelah makan Pak Marno pamit untuk menghadiri pertemuan di desa sebelah untuk urusan sawah, dan saya dipersilahkan untuk berbincang dengan ibu Ulin. Rumah tersebut sepi karena anak pertama yang sudah kelas 1 SMA sedang ada camping dengan teman-temannya, anak kedua yang masih SMP sedang belajar dirumah teman dan sikecil sedang di rumah Saudara, suatu kebetulan yang tidak terduga menurutku.



Sepanjang obrolan mataku tidak pernah lepas dari tubuh dan dada ibu Ulin, dan akhirnya ibu Ulin bertanya, “Dik Dimas matanya ngeliat apasih?” sambil malu-malu saya berkata jujur bahwa saya sangat kagum akan kecantikannya. “Orang desa gini kok dikatakan cantik, dikota pasti banyak yang cantik dari orang desa kan?” kata bu Ulin.

“Iya.. sih bu.. tapi menurutku ibu lain dari yang lain, karena walau ibu udah punya anak tiga tapi badannya masih bagus, khususnya bagiann...?” Saya berhenti berkomentar. “Khususnya apa dik..?” desaknya dengan penasaran. “Maaf bu.. kalau lancang, itu tetek ibu besar dan masih kencang?” Ibu Ulin yang tampak malu sambil berusaha menutup dengan tangannya... dan akhirnya pembicaraan mengarah ke hal yang berbau porno.

“Oh ya dik Dimas punya anak berapa dan sekarang istri usianya berapa?” tanya bu Ulin “Satu usianya baru 3 tahun, dan istri usianya 28 tahun saya sendiri 30 tahun bu..?” jawab saya. “Wah... sedang panas-panasnya dong..?” lanjutnya. “Panas apanya bu...?” saya berusaha memancing pembicaraan ke arah yang lebih porno, karena saya merasa sangat horny dan berpikir bagaimana caranya bisa merasakan bersetubuh dengan wanita setengah baya ini.

“Ah.. dik Dimas berlagak ndak tau...?” kata bu Ulin sambil tersipu. “Ibu juga kelihatan segar, pasti kebutuhan itunya juga hot?” pancing saya lebih dalam. Tapi ibu Ulin malah kelihatan sedih... sehingga saya bertanya kepadanya, “kok jadi kelihatan sedih bu?”.

Akhirnya bu Ulin mau bercerita bahwa kebutuhan birahinya sejak beberapa tahun ini jarang terpenuhi, yaitu sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa, kejantanan suaminya jarang sekali bisa maksimal. “Maaf bu..  lancang padahal menurut saya orang seusia ibu pasti sedang puber kedua?” “Yah memang begitu sih dik... tapi harus ibu tahan..?” “Gimana caranya..?” lanjut saya sambil memancing “Ya dengan cara mencari kesibukan di ladang... sehingga malamnya capek terus tertidur?” Lanjutnya.

“Wah kalo saya bisa pusing kalau begitu bu.. karena saat ini baru pisah 5 hari dengan istri saya juga udah gak tahan ??” kata saya sambil bergeser duduk mendekatinya. “Dik Dimas sih gampang, kan di hotel pasti juga ada nyediain?” katanya. “Dik Dimas kok gak dengerin sih...” kata bu Ulin sambil menepuk paha saya.

Tangan bu Ulin langsung saya pegang.. sambil berkata, “habis ada pemandangan yang lebih bagus ketimbang dihotel”, sambil mata terus memandang ke belahan dadanya. “Ah kamu nakal dik Dimas?” kata bu Ulin yang tersipu malu. Akan tetapi tangannya tetap saya pegang sambil saya remas, karena diam saja berarti kesempatan nih. Terus tangan saya beralih kepahanya.. “jangan dik?” kata bu Ulin tanpa berusaha menolak.

Dan akhirnya saya beranikan untuk menciumnya, bu Ulin mundurkan kepalanya berusaha menolak.. tetapi setelah saya pegang kedua tangannya sambil menatap, akhirnya bu Ulin memejamkan matanya sambil mulutnya sedikit terbuka. Langsung saya cium bibirnya perlahan.. dan lama kelamaan ibu Ulin memberikan respon dengan cara membalas ciuman saya.

Tangan saya langsung tidak bisa diam membiarkan tetek yang begitu menggairahkan, perlahan saya pegang teteknya.. sambil sedikit meremas.. “ah.. ah.. jangan dik” tapi tangan bu Ulin malah menekankan menuntun tangan saya ke teteknya. Ciuman saya terus turun ke lehernya sambil berusaha memasukkan tangan ke belahan dadanya, bu Ulin pun semakin mendesah...

“ah.. uh... ayoo.. terus dik, enak...?” kata bu Ulin. Saya semakin bernafsu.. sehingga kancing baju bu Ulin langsung saya lepas? “jangan dik.. ntar keterusan?” kata bu Ulin. “Oh bu... saya udah gak bisa nahan bu, tolonglah...? kita sama-sama butuhkan bu..?” kata saya dengan penuh nafsu.

Akhirnya bu Ulin menyerah dan membiarkan mulut saya menyedot puting susunya yang semakin menegang... “ah.. ah.. ahhhh.. dik nikmat dik, terus dik?” desahnya. Sementara tangan kanan meremas susu sebelah kanan, mulut terus menjilat dan menyedot yang sebelah kiri.. “ahhhhh.. uhhh.. dik udah dik? ibu sudah nggak tahan”.

Tapi tangan bu Ulin malah menuntun tangan saya ke arah pahanya, yang entah kapan kebayanya udah disingkapkan.. tangan saya langsung ke gundukan memeknya yang masih tertutup oleh CDnya, dan terasa jembutnya keluar dari samping CDnya. Tangan saya terus menggosok-gosok memek bu Ulin.. “ah..ughh...ahhhh.. dik ayooo... terus dik terus.. enak banget?” desahnya dengan logatnya yang kental.


Akhir dengan seijin bu Ulin CDnya itu saya pelorotin, sehingga terpampanglah memek bu Ulin yang menggunung dan empuk tersebut, dengan bernafsu langsung saya gesek memek tersebut.. sambil berusaha menemukan itilnya, terdengar ibu Ulin semakin mendesah tidak karuan..  “dik.. ahhhh.. enaaaaak.. banggett..".

Dan ciuman saya terus bergerak turun.. sampai akhirnya terciumlah bau khas memek wanita, yang membuat nafsu saya semakin mengebu, dan langsung saya jilat memek yang kemerah-merahan tersebut. “ahhh berhenti dik... jangannnnn...?” kata bu Ulin setelah tahu saya telah menjilat memeknya... saya berhenti dan bertanya, “kenapa... harus berhenti bu?”.

“Jangan dijilat dik memek ibu... jijik dan jorok” kata bu Ulin. “Emang bapak dulu ndak pernah jilatin memek ibu..?” kata saya. “Ndak...?” kata bu Ulin dengan polos “Wah rugi dong bu..?” kataku sambil terus meremas tetek dan menusukkan jari tengah saya ke lubang memeknya yang sudah basah tersebut. “Rugi kenapa dik...?” tanya bu Ulin dengan polos.

“Rasanya nggak kalah sama ngentotin memek ibu... dan juga bikin tambah nafsu” kata saya sambil langsung menjilat memek bu Ulin setelah menjilat bibir memek langsung lidah saya masuk mengelitik lubang memek yang semakin basah oleh lendir kenikmatan.. lidah saya terus kuputar dirongga memek sehingga menambah kenikmatan yang baru dia rasakan itu.

“ahhh.. ahhhhhh dik.. nikmat banget dik.. ayoo.. terus dik.. terus.. jilatin memek ibu.. ya disitu dik.. terus.. lagi.." Saat itil bu Ulin aku jilatin dan aku sedot-sedot “ahhhhh.. achh.. Ugghh..." dik Dimas ibu sudah.. mau keluar…ahhhhhhhhh... dikkkkkkkkkkk.. ibu keluar...” kepala saya langsung ditekan kememek bu Ulin dengan keras.. dan terasa dilidah lendir hasil dari orgasme ibu Ulin. Ibu Ulin langsung memejamkan mata merasakan kenikmatan yang baru didapatnya... sambil berkata.

“benar.. dik Dimas ternyata memek kalo dijiliat dan disedot rasanya nikmat banget..” Tiba-tiba ada suara orang datang dari halaman rumah, dan tergesa-gesa kami merapikan baju.. sedangkan CD bu Ulin langsung diumpetin kekolong kursi.. ternyata anak bu Ulin yang kedua pulang dari tempat belajarnya.

 


Setelah anaknya masuk.. langsung bu Ulin ngomel kenapa kok anaknya pulang cepat nggak sperti biasanya ? “Ibu belum puas ya...?” Goda saya. Ibu tersipu malu sambil berkata..”iya sih abis sudah lama ibu tidak merasakan hal seperti ini... apalagi memek ibu pengin di entot pakai kontol dik Ulin biar sama-sama bisa puas.. kan dan dik Ulin belum keluar?” kata bu Ulin.

“Iya sih bu... nanggung rasanya kontolku ini? tapi udahlah bu.. karena malam ini saya harus ke kota nginep di hotel, dan lagian anak ibu juga sudah pulang. Tapi yang jelas saya senang bisa memuaskan hasrat ibu.. yang sudah lama ibu tidak rasakan..” sambil tangan saya meremas buah dadanya. “Ahhhh.. dik Dimas.., tapi rasanya tidak adil kalo Cuma ibu yang mendapat kepuasan.. kalo gitu ibu besok ke kota dan mampir ke hotel boleh nggak dik...?” kata bu Ulin.

“Boleh.. boleh kok bu? tapi benar ya bu.. iya besok sekitar jam 9 pagi” kata bu Ulin sambil tersenyum. Jam 9 pagi, pintu kamar hotel diketuk orang dan ternyata benar bu Ulin menepati janji datang, langsung saya peluk dan saya cium.. dengan penuh nafsu “ah dik Dimas kok sudah gak sabaran sih?” goda kata bu Ulin.

Saya nggak peduli dengan perkataannya.. langsung saya lucuti semua pakaian yang dikenakan ibu Ulin, hingga terpampang tubuh telanjang yang begitu menggairahkan, kubimbing ibu Ulin ke ranjang dang langsung saya emut dan saya remas buah dada yang begitu montok dan empuk tersebut..

“aaaaaaahhhhhhhh dik.. dilepas dong bajunya” kata bu Ulin sambil tanggannya melepas baju yang saya kenakan, sekarang kami berdua sama-sama telanjang. Kembali saya cium bibir bu Ulin dan terus turun kesemua lekuk tubuhnya..

“ahhhhh.. ayoo.. hisap tetek ibu.. hisap!!” mulutku langsung pindah ke susu bu Ulin sambil tangan menggesek-gesek memek yang terasa kenyal dan hangat, “ahhhhh.. dik.. nikmat bangett dik.. ib..uuu sudah lama nggak merasakan ngentot.. terus ayooo... dikk..!”.

Ciuman saya terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke gundukan memek yang begitu merangsang.. langsung saya jilat degan ganas dan saya sedot itil bu Ulin, sambil menggeser posisi ke 69, dan bu Ulin pun tanpa diminta langsung menngemut kontol saya.. “uhhhhh nikmat sekali buuuuu...?” kontol saya terus diemut keluar masuk mulut bu Ulin sambil dipijat oleh tangannya...

“uhhhhh... ahhhhhhh,.. enak sekali buuuuu...”, saya juga tidak mau kalah, langsung saya putar lidah saya di memek bu Ulin sambil tangan saya sedikit menusuk-nusuk anusnya. “aduhhhhhh dik... apalagi ini... ? rasaanya... enaaaaaak banget dik... ahhhhhhhh... ayoo.. lagiii...”, tiba-tiba ibu Ulin mengejang dan terasalah cairan yang keluar membasahi bibir, yang langsung aku sedot hingga habis..

Aku biarkan bu Ulin istirahat sejenak.. sambil terus memainkan putting susunya yang masih menegang.. setelah beberapa saat, mulai saya hujami tubuh bu Ulin dengan ciuman sehingga ibu Ulin kembali memberikan reaksi yang lebih panas...

“ahhhhhh.. uuuhhhhhhh.. dik, ayo dik entotin memek ibu.. bu sudah kangen di kentot.. ”, sayapun memutar tubuh bu Ulin untuk mengambil posisi doggy, hingga tampaklah gundukan memek ibu Ulin yang menantang, dengan perlahan kumasukkan batang penisku secara perlahan.. karena terdengar ibu Ulin menjerit seraya berkata.

“perlahan ya.. dik... memek ibu sudah lama gak di kentot..” perlahan aku masuk dan keluarkan kontol.. hingga akhirnya semuanya amblas ke dalam memek bu Ulin dan reaksi bu Ulin sungguh diluar perkiraan karena dengan goyangan pantatnya yang besar.. kontol saya terasa ditarik dan dipijit dengan nikmatnya..

“ahhhhhh.. uuuuuuuhhhhhhhh... buuuuu.. ueenna banggett... sekali memek ibu?” Dan saya pun tak mau kalah dengan mengambil strategi, tiga kali tusukan kontolku dan sekali tussukan ke memeknya hingga amblas ke memek bu Ulin.. sepuluh menit kemudian desahan bu Ulin yang semakin keras..

“ahhhhhhh memek ibu enak banget.. uhhhhhh punyaa adik juggaa  enaakk banget..” “Terus dik.. memek ibu udah nggak kuat... dik.. dik Dimass... ibu suddahh kekkeeluaaaarrrrrr...  ahhhhhhhhhh...”, desahan bu Ulin semakin panjang seiring keluarnya lendir kenikmatan miliknya.

Setelah istirahat sejenak... bu Ulin langsung mengurut kontolku dan mengemutnya dengan lincah sekali. “ahhhhh bu,, uuuhhhhhh sungguhh... nikmat sekali bu!” desah saya. kemudian bu Ulin berhenti sambil berkata “dik Dimas sesuai janji ibu semalem.. maka hari ini ibu akan memberikan kenimatan yang tidak terlupakan bagi dik Dimas..!”.

Ibu Ulin langsung mengambil posisi di atas setelah mengurut kontolku beberapa saat.. bu Ulin langsung ngangkang dengan membimbing kontolku untuk memasuki lubang memeknya.. terasa sekali perbedaan dengan entotan yang pertama tadi, kali ini memek bu Ulin terasa lebih seret dan terasa lebih hangat. “oooooohhhhhh.. ahhhhhh.. bu enankkkkkk... sekali memeeeeek ibu.. ohhhhhh kontol saya ibu apain.. kokk bissa.a... nikmat banget bu ahh...?”.

Ibu Ulin hanya menjawab dengan desahan nafsnya.. “ahhhhhhh.. dikk.. kontollmu... juga nikmat sekali..”, pantat bu Ulin yang masih terus bergoyang dengan sekali-kali diangkat, sehinggga membuat kontolku terasa sangat nikmat.. melebihi yang aku rasakan saat bercinta dengan istriku.

“ooooooohhhh.. Agh... ennnnnaaakkkk sekali bu..!”, nggak percuma aku mencoba entot dengan wanita berumur 40 tahunan karena memang berbeda permainan sex mereka, mungkin karena jam terbang merek lebih lama, sama seperti bu Ulin yang memeknya terasa sekali empotannnya kataku dalam hati.

 



“Ahhhhhhhh....uuuhhhhhhhhh ibu... aku udah gak tahan uddaahhh... mauuu.. keelluarrr...” “ Tunggu dikk.. sabarr.. sebentar dik Dimas, bareng sama ibu..”, kata bu Ulin sambil terus menggoyang pantat dan menaikkan turunkan sambil mendesah... “ahhhhh.. dikkkk.. uuuuuuuhhhhh ibu enaaak sekali.. ahhhhhh dik ibu juga sekarraaangg sudaahhh... mau keluar...”.

“ya bu... aku juga.. ahhhhhhhggghh..”, Ibu Ulin mengejang dan terasa lendir membahasi memeknya dan juga kontolku. “terus goyang.. bu.. tterus.. nikmat sekaallii.. buuuuuuuu...", aku menyemprotkan pejuku kedalam memek bu Ulin secara kuat, sampai akhirnya kami berdua tertidur, hingga kira-kira jam 1 siang kami makan dan terus melanjutkan ke babak kedua sampai akhirnya selesai.

Karena waktu tugasku di desa ini tinggal beberapa hari lagi, maka sisa beberapa hari kemudian kami janjian untuk mengulangi kenikmatan seperti kemarin karena bu Ulin belum puas di kentot, itulah pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir, karena saat ini saya sudah tidak bekerja di tempat yang lama dan memutuskan untuk melakukannya dengan istriku.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

Seorang Wanita Tua Yang Merindukan Kenikmatan


KiosVideo - Kejadian ini bermula secara tidak sengaja waktu aku nginap di suatu desa, yaitu paginya hari minggu yang ternyata merupakan hari pasaran sehingga aku tidak melepaskan kesempatan untuk melihat keramaian di pasar yang begitu asiknya memperhatikan barang dagangan yang ada tanpa sengaja aku menabrak seorang ibu yang sedang belanja, sehingga semuanya tumpah termasuk gelas yang baru dibelinya pada saat itu.

Karena aku merasa bersalah maka aku memaksa untuk mengganti gelas yang pecah tersebut, diketahui nama ibu itu kita sebut saja Ibu Ulin dengan usia sekitar 40 - 45 tahun dan setelah ia menyebutkan letak rumahnya yaitu di ujung jalan desa belok ke kanan, saya berkata akan datang sore nanti untuk mengganti gelas yang pecah tadi.

Jam 5 sore setelah aku mandi, aku langsung bergegas berangkat ke rumah Ibu Ulin dan ternyata rumah tersebut terletak di ujung jalan yang cukup sepi, ditemui oleh seorang laki-laki yang berusia kira-kira 52 Tahun, yaitu bapak Marno yang ternyata suami Ibu Ulin setelah menjelaskan apa maksud kedatangan saya, terjadilah obrolan yang semakin akrab diantara kami berdua.

Setelah dipanggil keluarlah ibu Ulin yang datang membawa minuman serta kue, dan tanpa sengaja saya memperhatikan dan tergetarlah hati, karena dengan memakai kebaya yang sedikit ketat dan rambut basah sehabis mandi, terlihat kecantikan khas wanita desa dengan kulit putih dan bodi yang kencang walau telah berusia 40 tahunan, dan yang membuat mata melotot adalah belahan buah dadanya yang kelihatan masih montok sekali.

Tanpa terasa waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk ikut makan malam, setelah makan Pak Marno pamit untuk menghadiri pertemuan di desa sebelah untuk urusan sawah, dan saya dipersilahkan untuk berbincang dengan ibu Ulin. Rumah tersebut sepi karena anak pertama yang sudah kelas 1 SMA sedang ada camping dengan teman-temannya, anak kedua yang masih SMP sedang belajar dirumah teman dan sikecil sedang di rumah Saudara, suatu kebetulan yang tidak terduga menurutku.



Sepanjang obrolan mataku tidak pernah lepas dari tubuh dan dada ibu Ulin, dan akhirnya ibu Ulin bertanya, “Dik Dimas matanya ngeliat apasih?” sambil malu-malu saya berkata jujur bahwa saya sangat kagum akan kecantikannya. “Orang desa gini kok dikatakan cantik, dikota pasti banyak yang cantik dari orang desa kan?” kata bu Ulin.

“Iya.. sih bu.. tapi menurutku ibu lain dari yang lain, karena walau ibu udah punya anak tiga tapi badannya masih bagus, khususnya bagiann...?” Saya berhenti berkomentar. “Khususnya apa dik..?” desaknya dengan penasaran. “Maaf bu.. kalau lancang, itu tetek ibu besar dan masih kencang?” Ibu Ulin yang tampak malu sambil berusaha menutup dengan tangannya... dan akhirnya pembicaraan mengarah ke hal yang berbau porno.

“Oh ya dik Dimas punya anak berapa dan sekarang istri usianya berapa?” tanya bu Ulin “Satu usianya baru 3 tahun, dan istri usianya 28 tahun saya sendiri 30 tahun bu..?” jawab saya. “Wah... sedang panas-panasnya dong..?” lanjutnya. “Panas apanya bu...?” saya berusaha memancing pembicaraan ke arah yang lebih porno, karena saya merasa sangat horny dan berpikir bagaimana caranya bisa merasakan bersetubuh dengan wanita setengah baya ini.

“Ah.. dik Dimas berlagak ndak tau...?” kata bu Ulin sambil tersipu. “Ibu juga kelihatan segar, pasti kebutuhan itunya juga hot?” pancing saya lebih dalam. Tapi ibu Ulin malah kelihatan sedih... sehingga saya bertanya kepadanya, “kok jadi kelihatan sedih bu?”.

Akhirnya bu Ulin mau bercerita bahwa kebutuhan birahinya sejak beberapa tahun ini jarang terpenuhi, yaitu sejak suaminya jatuh dari pohon kelapa, kejantanan suaminya jarang sekali bisa maksimal. “Maaf bu..  lancang padahal menurut saya orang seusia ibu pasti sedang puber kedua?” “Yah memang begitu sih dik... tapi harus ibu tahan..?” “Gimana caranya..?” lanjut saya sambil memancing “Ya dengan cara mencari kesibukan di ladang... sehingga malamnya capek terus tertidur?” Lanjutnya.

“Wah kalo saya bisa pusing kalau begitu bu.. karena saat ini baru pisah 5 hari dengan istri saya juga udah gak tahan ??” kata saya sambil bergeser duduk mendekatinya. “Dik Dimas sih gampang, kan di hotel pasti juga ada nyediain?” katanya. “Dik Dimas kok gak dengerin sih...” kata bu Ulin sambil menepuk paha saya.

Tangan bu Ulin langsung saya pegang.. sambil berkata, “habis ada pemandangan yang lebih bagus ketimbang dihotel”, sambil mata terus memandang ke belahan dadanya. “Ah kamu nakal dik Dimas?” kata bu Ulin yang tersipu malu. Akan tetapi tangannya tetap saya pegang sambil saya remas, karena diam saja berarti kesempatan nih. Terus tangan saya beralih kepahanya.. “jangan dik?” kata bu Ulin tanpa berusaha menolak.

Dan akhirnya saya beranikan untuk menciumnya, bu Ulin mundurkan kepalanya berusaha menolak.. tetapi setelah saya pegang kedua tangannya sambil menatap, akhirnya bu Ulin memejamkan matanya sambil mulutnya sedikit terbuka. Langsung saya cium bibirnya perlahan.. dan lama kelamaan ibu Ulin memberikan respon dengan cara membalas ciuman saya.

Tangan saya langsung tidak bisa diam membiarkan tetek yang begitu menggairahkan, perlahan saya pegang teteknya.. sambil sedikit meremas.. “ah.. ah.. jangan dik” tapi tangan bu Ulin malah menekankan menuntun tangan saya ke teteknya. Ciuman saya terus turun ke lehernya sambil berusaha memasukkan tangan ke belahan dadanya, bu Ulin pun semakin mendesah...

“ah.. uh... ayoo.. terus dik, enak...?” kata bu Ulin. Saya semakin bernafsu.. sehingga kancing baju bu Ulin langsung saya lepas? “jangan dik.. ntar keterusan?” kata bu Ulin. “Oh bu... saya udah gak bisa nahan bu, tolonglah...? kita sama-sama butuhkan bu..?” kata saya dengan penuh nafsu.

Akhirnya bu Ulin menyerah dan membiarkan mulut saya menyedot puting susunya yang semakin menegang... “ah.. ah.. ahhhh.. dik nikmat dik, terus dik?” desahnya. Sementara tangan kanan meremas susu sebelah kanan, mulut terus menjilat dan menyedot yang sebelah kiri.. “ahhhhh.. uhhh.. dik udah dik? ibu sudah nggak tahan”.

Tapi tangan bu Ulin malah menuntun tangan saya ke arah pahanya, yang entah kapan kebayanya udah disingkapkan.. tangan saya langsung ke gundukan memeknya yang masih tertutup oleh CDnya, dan terasa jembutnya keluar dari samping CDnya. Tangan saya terus menggosok-gosok memek bu Ulin.. “ah..ughh...ahhhh.. dik ayooo... terus dik terus.. enak banget?” desahnya dengan logatnya yang kental.


Akhir dengan seijin bu Ulin CDnya itu saya pelorotin, sehingga terpampanglah memek bu Ulin yang menggunung dan empuk tersebut, dengan bernafsu langsung saya gesek memek tersebut.. sambil berusaha menemukan itilnya, terdengar ibu Ulin semakin mendesah tidak karuan..  “dik.. ahhhh.. enaaaaak.. banggett..".

Dan ciuman saya terus bergerak turun.. sampai akhirnya terciumlah bau khas memek wanita, yang membuat nafsu saya semakin mengebu, dan langsung saya jilat memek yang kemerah-merahan tersebut. “ahhh berhenti dik... jangannnnn...?” kata bu Ulin setelah tahu saya telah menjilat memeknya... saya berhenti dan bertanya, “kenapa... harus berhenti bu?”.

“Jangan dijilat dik memek ibu... jijik dan jorok” kata bu Ulin. “Emang bapak dulu ndak pernah jilatin memek ibu..?” kata saya. “Ndak...?” kata bu Ulin dengan polos “Wah rugi dong bu..?” kataku sambil terus meremas tetek dan menusukkan jari tengah saya ke lubang memeknya yang sudah basah tersebut. “Rugi kenapa dik...?” tanya bu Ulin dengan polos.

“Rasanya nggak kalah sama ngentotin memek ibu... dan juga bikin tambah nafsu” kata saya sambil langsung menjilat memek bu Ulin setelah menjilat bibir memek langsung lidah saya masuk mengelitik lubang memek yang semakin basah oleh lendir kenikmatan.. lidah saya terus kuputar dirongga memek sehingga menambah kenikmatan yang baru dia rasakan itu.

“ahhh.. ahhhhhh dik.. nikmat banget dik.. ayoo.. terus dik.. terus.. jilatin memek ibu.. ya disitu dik.. terus.. lagi.." Saat itil bu Ulin aku jilatin dan aku sedot-sedot “ahhhhh.. achh.. Ugghh..." dik Dimas ibu sudah.. mau keluar…ahhhhhhhhh... dikkkkkkkkkkk.. ibu keluar...” kepala saya langsung ditekan kememek bu Ulin dengan keras.. dan terasa dilidah lendir hasil dari orgasme ibu Ulin. Ibu Ulin langsung memejamkan mata merasakan kenikmatan yang baru didapatnya... sambil berkata.

“benar.. dik Dimas ternyata memek kalo dijiliat dan disedot rasanya nikmat banget..” Tiba-tiba ada suara orang datang dari halaman rumah, dan tergesa-gesa kami merapikan baju.. sedangkan CD bu Ulin langsung diumpetin kekolong kursi.. ternyata anak bu Ulin yang kedua pulang dari tempat belajarnya.

 


Setelah anaknya masuk.. langsung bu Ulin ngomel kenapa kok anaknya pulang cepat nggak sperti biasanya ? “Ibu belum puas ya...?” Goda saya. Ibu tersipu malu sambil berkata..”iya sih abis sudah lama ibu tidak merasakan hal seperti ini... apalagi memek ibu pengin di entot pakai kontol dik Ulin biar sama-sama bisa puas.. kan dan dik Ulin belum keluar?” kata bu Ulin.

“Iya sih bu... nanggung rasanya kontolku ini? tapi udahlah bu.. karena malam ini saya harus ke kota nginep di hotel, dan lagian anak ibu juga sudah pulang. Tapi yang jelas saya senang bisa memuaskan hasrat ibu.. yang sudah lama ibu tidak rasakan..” sambil tangan saya meremas buah dadanya. “Ahhhh.. dik Dimas.., tapi rasanya tidak adil kalo Cuma ibu yang mendapat kepuasan.. kalo gitu ibu besok ke kota dan mampir ke hotel boleh nggak dik...?” kata bu Ulin.

“Boleh.. boleh kok bu? tapi benar ya bu.. iya besok sekitar jam 9 pagi” kata bu Ulin sambil tersenyum. Jam 9 pagi, pintu kamar hotel diketuk orang dan ternyata benar bu Ulin menepati janji datang, langsung saya peluk dan saya cium.. dengan penuh nafsu “ah dik Dimas kok sudah gak sabaran sih?” goda kata bu Ulin.

Saya nggak peduli dengan perkataannya.. langsung saya lucuti semua pakaian yang dikenakan ibu Ulin, hingga terpampang tubuh telanjang yang begitu menggairahkan, kubimbing ibu Ulin ke ranjang dang langsung saya emut dan saya remas buah dada yang begitu montok dan empuk tersebut..

“aaaaaaahhhhhhhh dik.. dilepas dong bajunya” kata bu Ulin sambil tanggannya melepas baju yang saya kenakan, sekarang kami berdua sama-sama telanjang. Kembali saya cium bibir bu Ulin dan terus turun kesemua lekuk tubuhnya..

“ahhhhh.. ayoo.. hisap tetek ibu.. hisap!!” mulutku langsung pindah ke susu bu Ulin sambil tangan menggesek-gesek memek yang terasa kenyal dan hangat, “ahhhhh.. dik.. nikmat bangett dik.. ib..uuu sudah lama nggak merasakan ngentot.. terus ayooo... dikk..!”.

Ciuman saya terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke gundukan memek yang begitu merangsang.. langsung saya jilat degan ganas dan saya sedot itil bu Ulin, sambil menggeser posisi ke 69, dan bu Ulin pun tanpa diminta langsung menngemut kontol saya.. “uhhhhh nikmat sekali buuuuu...?” kontol saya terus diemut keluar masuk mulut bu Ulin sambil dipijat oleh tangannya...

“uhhhhh... ahhhhhhh,.. enak sekali buuuuu...”, saya juga tidak mau kalah, langsung saya putar lidah saya di memek bu Ulin sambil tangan saya sedikit menusuk-nusuk anusnya. “aduhhhhhh dik... apalagi ini... ? rasaanya... enaaaaaak banget dik... ahhhhhhhh... ayoo.. lagiii...”, tiba-tiba ibu Ulin mengejang dan terasalah cairan yang keluar membasahi bibir, yang langsung aku sedot hingga habis..

Aku biarkan bu Ulin istirahat sejenak.. sambil terus memainkan putting susunya yang masih menegang.. setelah beberapa saat, mulai saya hujami tubuh bu Ulin dengan ciuman sehingga ibu Ulin kembali memberikan reaksi yang lebih panas...

“ahhhhhh.. uuuhhhhhhh.. dik, ayo dik entotin memek ibu.. bu sudah kangen di kentot.. ”, sayapun memutar tubuh bu Ulin untuk mengambil posisi doggy, hingga tampaklah gundukan memek ibu Ulin yang menantang, dengan perlahan kumasukkan batang penisku secara perlahan.. karena terdengar ibu Ulin menjerit seraya berkata.

“perlahan ya.. dik... memek ibu sudah lama gak di kentot..” perlahan aku masuk dan keluarkan kontol.. hingga akhirnya semuanya amblas ke dalam memek bu Ulin dan reaksi bu Ulin sungguh diluar perkiraan karena dengan goyangan pantatnya yang besar.. kontol saya terasa ditarik dan dipijit dengan nikmatnya..

“ahhhhhh.. uuuuuuuhhhhhhhh... buuuuu.. ueenna banggett... sekali memek ibu?” Dan saya pun tak mau kalah dengan mengambil strategi, tiga kali tusukan kontolku dan sekali tussukan ke memeknya hingga amblas ke memek bu Ulin.. sepuluh menit kemudian desahan bu Ulin yang semakin keras..

“ahhhhhhh memek ibu enak banget.. uhhhhhh punyaa adik juggaa  enaakk banget..” “Terus dik.. memek ibu udah nggak kuat... dik.. dik Dimass... ibu suddahh kekkeeluaaaarrrrrr...  ahhhhhhhhhh...”, desahan bu Ulin semakin panjang seiring keluarnya lendir kenikmatan miliknya.

Setelah istirahat sejenak... bu Ulin langsung mengurut kontolku dan mengemutnya dengan lincah sekali. “ahhhhh bu,, uuuhhhhhh sungguhh... nikmat sekali bu!” desah saya. kemudian bu Ulin berhenti sambil berkata “dik Dimas sesuai janji ibu semalem.. maka hari ini ibu akan memberikan kenimatan yang tidak terlupakan bagi dik Dimas..!”.

Ibu Ulin langsung mengambil posisi di atas setelah mengurut kontolku beberapa saat.. bu Ulin langsung ngangkang dengan membimbing kontolku untuk memasuki lubang memeknya.. terasa sekali perbedaan dengan entotan yang pertama tadi, kali ini memek bu Ulin terasa lebih seret dan terasa lebih hangat. “oooooohhhhhh.. ahhhhhh.. bu enankkkkkk... sekali memeeeeek ibu.. ohhhhhh kontol saya ibu apain.. kokk bissa.a... nikmat banget bu ahh...?”.

Ibu Ulin hanya menjawab dengan desahan nafsnya.. “ahhhhhhh.. dikk.. kontollmu... juga nikmat sekali..”, pantat bu Ulin yang masih terus bergoyang dengan sekali-kali diangkat, sehinggga membuat kontolku terasa sangat nikmat.. melebihi yang aku rasakan saat bercinta dengan istriku.

“ooooooohhhh.. Agh... ennnnnaaakkkk sekali bu..!”, nggak percuma aku mencoba entot dengan wanita berumur 40 tahunan karena memang berbeda permainan sex mereka, mungkin karena jam terbang merek lebih lama, sama seperti bu Ulin yang memeknya terasa sekali empotannnya kataku dalam hati.

 



“Ahhhhhhhh....uuuhhhhhhhhh ibu... aku udah gak tahan uddaahhh... mauuu.. keelluarrr...” “ Tunggu dikk.. sabarr.. sebentar dik Dimas, bareng sama ibu..”, kata bu Ulin sambil terus menggoyang pantat dan menaikkan turunkan sambil mendesah... “ahhhhh.. dikkkk.. uuuuuuuhhhhh ibu enaaak sekali.. ahhhhhh dik ibu juga sekarraaangg sudaahhh... mau keluar...”.

“ya bu... aku juga.. ahhhhhhhggghh..”, Ibu Ulin mengejang dan terasa lendir membahasi memeknya dan juga kontolku. “terus goyang.. bu.. tterus.. nikmat sekaallii.. buuuuuuuu...", aku menyemprotkan pejuku kedalam memek bu Ulin secara kuat, sampai akhirnya kami berdua tertidur, hingga kira-kira jam 1 siang kami makan dan terus melanjutkan ke babak kedua sampai akhirnya selesai.

Karena waktu tugasku di desa ini tinggal beberapa hari lagi, maka sisa beberapa hari kemudian kami janjian untuk mengulangi kenikmatan seperti kemarin karena bu Ulin belum puas di kentot, itulah pengalaman saya yang pertama dan mungkin yang terakhir, karena saat ini saya sudah tidak bekerja di tempat yang lama dan memutuskan untuk melakukannya dengan istriku.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

No comments:

Post a Comment