CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Tante Irma Yang Kesepian - Kiosvideo

hi stats


KiosVideo - Namaku Leon, Dengan Tinggiku 173 cm membuatku jadi mudah untuk menggaet cewek yang ada di sekolahku, aku lahir di luar negeri saat aku umur 8 tahun karena papaku di tugasi di Surabaya jadinya aku ikut papa dari kecil ke Surabaya awalnya aku tidak tahu apa-apa dan bagiku Surabaya merupakan negara yang asing tapi seiring berjalannya waktu lama-kelamaan jadi terbiasa.

Awal mula kisah sexkuku ni dimulai saat sedang musim liburan, bokap dan nyokap aku balik ke kampung halaman untuk liburan tapi, aku memilih untuk ga ikut karena males banget kalo cuma sebentar doank liburan ke sana so.. aku lebih milih liburan di Surabaya.

Sebelum orang tuaku berangkat Mama bilang kepdaku, bawwa aku kalau nanti bosen di sini mendingan jalan – jalan ke Semarang aja sekalian jenguk kakek serta tante Irma (adik mamaku), dan seingatku Tante Irma sudah lama banget ga berkunjung ke Surabaya dan Mamaku dan Tante Irma hanya berhubungan via telphone doang.

Petualangan sexku dimulai ketika seminggu kemudian aku memutuskan untuk maen ke Semarang, hari pertama di Semarang aku habiskan melepas kangenku dengan kakek. hari kedua di Semarang aku minta di antar sama supir ke rumahnya tante Irma.

Rumahnya terletaknya di salah satu kompleks perumahan yg bisa dibilang cukup elit di Semarang, sebelumnya mama sudah menelfon dan memberitahukan kepadanya bahwa aku akan datang untuk main kerumahnya.

”Leon.. wahh.. ternyata kamu sudah besar sekali kamu sekarang yah.., sudah tidak malu lagi tante sama kamu sekarang. Hahaha” kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setlah sekian tahun kami tidak ketemu.Wajah tante Irma masih saja seperti yang dulu seakan tidak bertambah tua sedikitpun.

”Oh yah.. ya tuh supirnya disuruh pulang saja nanti Leon pulang pake aja mobil tante saja kalau mau pulang” aku pun segera mengiyakannya dan menyuruh supir untuk pulang. Hari itu kami banyak bercerita dan tak terasa tiba waktunya untuk makan malam.”

"Makan dulu yuk.. Leon, Tante laper nihh.. itu sudah disiapkan makanannya sama bibi" katanya sambil menunjuk pembantunya.
”Apakah kita tidak menunggu om dulu tante?” aku coba menanyakan suaminya. ”ga usah tadi om sudah nelfon ke tante dan om bilang ga bakal pulang malam ini” tante Irma menjelaskan, maklum suaminya tante Irma salah satu konglomerat di Semarang.

Rumah sebesar ini Cuma dihuni sendirian bersama dengan pembantunya karena walau sudah lama mereka menikah tapi tante yg satu ini masih belom dikaruniai seorang anak. Sambil makan kami bercerita panjang lebar. ”Kamu berani pulang sendiri semalam ini Leon?” katanya sambil melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan jam 22.00.

”Ahh.. tenang saja tante... aku berani kok tante…” jawab aku. ”mendingan kamu tidur disini aja malem ini deh.. nanti biar tante saja yang telephone kakek, lagian diatas kan ada banyak kamar kosong”. Aku pun mengiyakan tawaran tante Irma dan dalam hati aku mengira dia menyuruhku menginap karena takut sendirian atau takut aku kenapa-kenapa, sumpah ga ada sama sekali pikiran negatif tentang tawarannya itu.

”Oh iya... kalau kamu mau mandi air panas pake aja kamar mandi di kamar tante. nanti kamu pakai aja bajunya om yang ada dilemari. Yuk sini ikut tante” ajak tante Irma menuju kekamarnya. Aku pun dengan polos mengangguk sambil mengikutinya ke kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya.

Lalu dia mengambil T-shirt dan celana pendek untuk aku pakai, dan aku langsung membawa pakaian itu ke kamar mandi, sehabis mandi aku kaget ngliat tante Irma. Dia tidur tengkurap dengan baju tidur yang sangat tipis, yang kelihatan jelas banget CD0-nya tapi aku ga ngeliat tali bra di punggungnya. Meliat pemandangan indah tersebut pun secara spontan membuatku terangsang juga ngliat pemandangan kaya gitu, kayaknya dia tertidur waktu nonton TV karena Tvnya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV untuk matiin TV, melihat adegan panas yg berlangsung di layar kaca mendadak aku langsung diem sejenak dan ga jadi matiin, karena aku ikut melihatnya.


Aku liat kebelakang tante Irma yang masih tidur, sekedar iseng aku berdiri sambil nonton tuh adegan sebentar. Tiba-tiba terdengar teguran halus tante Irma diikuti tawa tertahannnya. Aku yang kaget karena malu banget sambil berbalik ke belakang dan mencoba senyum semanis mungkin.

Wuahaha....., waktu aku berbalik tante Irma sudah duduk tegak diatas kasur. ”kirain tante dah tidur” aku coba memecahkan kebuntuan otak sambil berjalan keluar kamar dan pura-pura tidak tahu.
”Leo.. kamu bisa tolong pijitin badan tante ga..?? Pegel banget nih semua badan tante..” terdengar suara helaan nafas panjang dan suara kain jatuh ke lantai. Pada saat aku berbalik hendah mau ngejawab tante Irma sudah tidur tengkurap but kali ini sudah tanpa baju tidurnya yang tipis itu,satu satunya yang masih dipakai cuma celana dalamnya yang berwarna merah.

Kayak kucing kalau dikasih ikan asin.. aku pun langsung jalan dengan pelan mendekati tante Irma. Agak sedikit canggung langsung aku letakkan tangan di bahunya.
”Om kapan pulang tante?” pura-pura nanya coz saya takut di gerebek sama suaminya.
”Hhhhmmm.. kalau om kamu itu tuh jarang pulang, kebanyakan meeting ke luar kota kayak sekarang ini” jawab tante Irma dengan nada manja.
”Fiiiuuuffffuuuh..” Legah aku mendenger kata luar kota... helaan nafas panjang terdengar dari mulut aku. ”kamu turun dikit donk Leon.. masa ci,a di bahu terus” pinta tante Irma dengan manja, aku pun langsung menurunkan pijitan ke daerah punggung.

Tak lama kemudian ”kamu duduk aja di atas pantat tante.. supaya lebih kuat pijitannya.." aku yang tadi duduk di sampingnya langsung mengambil posisi ke atas pantatnya.

”Uuungnnnghh.. kamu berat juga yaa..” dengus tante Irma.
”Heehehehe.. tapi tadi katanya disuruh duduk di sini..” jawab aku asal coz dah ga konsen gara-gara ngelihat pantatnya yang empuk banget.
Penisku pun udah tegang banget, sesekali aku tekan ke belahan pantatnya tante Irma.
”Sudah belom Leo...?? udah cape nih..!!” kata aku setelah tangan dah kerasa pegel.
”iyah.. kamu berdiri dulu deh.. tante mau balik..”, aku berdiri dan tante Irma sekarang berbalik posisi.

Sekarang aku bisa ngliat dengan leluasa wajahnya yg cantik serta payudaranya yang masih kenceng itu tepat di hadapan aku. Puting susunya yang agak merah kecoklatan terlihat begitu menantang, aku sampe bengong ngliat gituan.

”Hey.. Leon pijit bagian depan donk sekarang...” katanya.

Aku langsung duduk diatas pahanya, langsung aja aku remas dengan lembut kedua teteknya yang besar dan padat itu.
”Geli... hihihihi....” cekikikan dia. aku benar-benar sudah ga bisa ngendaliin nafsu aku lagi. Aku tarik CDnya dengan agak kasar, aku akui inilah pertama kalinya ngliat wanita telanjang secara nyata di depan mata.
Tante Irma sengaja membuka lebar kedua pahanya begitu CD-nya aku lepas dan langsung memeknya lengkap dengan sang klitoris yg dihiasi bulu halus yang dirawat dengan rapi membentuk segitiga indah.

”kamu sudah sering beginian ?”, tanyanya.
”Hahh... Ehhh.. tidak koq.. baru kali ini saja tante..” jawabku dengan nafas yang semakin memburu.. kata – kata pun sudah sulit tuk aku ucapkan dari mulutku. Nafas tante Irma juga sudah mulai menantang, keliatan dari dadanya yng sdah mulai naik turun ga teratur. ”Jilatin donk sayang...” katanya memelas dengan mata sayu yang sdah sangat meminta untuk aku puaskan nafsunya itu.

Awalnya aku ragu juga tapi aku dekatkan juga kepalaku ke arah memeknya. Ga ada bau sama sekali, pasti tante Irma rajin ngerawat Vaginanya sehinggah bisa sewangi ini. Aku kluarin lidah menjamah memeknya menjilati dari bawah menuju pusar.

Selan beberapa menit lidah aku bermain dengan memeknya tante Irma yang sudah mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Aku berdiri sebentar dan melepaskan semua pakaianku. Bengong dia ngeliat kontolku yg panjangnya 16 cm itu, aku cuma tersenyum dan melanjutkan permainan lidah aku di memeknya dia. Beberapa saat kemudian ia meronta menjepit kuat kepalaku dngan pahanya lalu menekan kepala aku dengan kedua tangannya supaya lebih menempel lagi dengan memeknya yang sudah basah.. Ngeliat dia kayak gitu, langsung saja aku kulum klitorisnya dan memainkannya dengan lidah di dalam mulut, beberapa lama aku meraasakan ada cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari memeknya.

”Aaaarrrrgghhhh.... jilatan kamu enak banget Leon”, kata tante Irma waktu mencapai klimaks pertamanya.
”Benar-benar hebat lidah kamu Leon, tante sudah ga kuat lagi berdiri nih.. sudah lama tante ga puas 
kaya gini”, aku Cuma tersenyum kecil.. perlahan aku tarik kedua kakinya ke pinggir tempat tidur, aku buka pahanya selebar-lebarnya dan sekarang memeknya yang basah itu sudah terbuka dengan lebar.

Nampaknya dia masih nikmatin peristiwa tadi dan ga sadar apa yang sedang aku lakuin. Begitu dia sadar kontolku sudah menempel di bibir memeknya. Ia pun langsung menjerit tertahan, lalu ia pura-pura meronta nggak mau, aku juga ga tahu cara memasukkan kontol kek gimana, karena punya tante beda banget sama punya bule yang sering aku liat di DVD2 porno.

Lubangnya tante Irma terlihat sangat kecil banget mana bisa masuk nihh.. pikir aku. Tiba-tiba aku ngerasain tangan tante Irma yang memegang kontolku dan membimbing masuk ke lobang memeknya, 

”ayoo...tekan disini yach Leon tapi pelan–pelan, barang punya kamu gede banget” pelan ia membantu membimbing senjata aku masuk ke dalam memeknya yang masih sempit.

Belum sampai seperempat bagian yang masuk dia sudah kesakitan dengan tangan kirinya yang masih menggenggam kontolku menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras sementara tangan kanannya meremas kain sprei,kadang memukul tempat tidur.

Aku ngerasain kontolku kaya di urut-urut di dalam, aku berusaha menekan lebih dalam tapi tangan tante Irma menahannya. Langsung ja aku tarik tangannya and aku dorong masuk semua batangan aku yang sudah tegang banget, ”AHHH.......”, teriaknya sambil meluk badan aku kenceng banget.

Tante Irma mengerang dan meronta, aku suka banget sensasi mukanya yang binal itu. Ga sabar lagi langsung aku pegang pinggulnya supaya dia berhenti meronta. Langsung aku pompa tubuh tante seiring kontolku aku yg keluar masuk dalam memeknya, ”ayoo.. terusss Leonn.. puasin tante lagi sayang...”,  Bisik tante Irma di telinga aku sambil matanya merem melek dan kukunya mencakar seluruh punggung aku sambil menahan sakit dan kenikmatan.

 


Setelah agak lamaan sedikit tante Irma menggerakkan pinggulnya seiring dengan goyangan aku.
”tanteeee.. enak banget goyangannya..” aku mencoba ngeluari kata biar dia lebih bersemangat ngoyang pinggulnya. Tiba – tiba aku ngerasain memeknya menjepit kontolku dengan kuat, tubuh tante Irma mulai menggelinjang hebat dengan nafas yang ga karuan.

”Tante sudah mau keluar Leoonn.. kamu masih lama ga sayang, tante pengen kita klimaks bareng-bareng”, katanya dengan mata merem melek. Aku tak menjawab hanya mempercpat goyanganku, tante Irma yang menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Kurasakan aku juga sudah mau keluar, kusemprotkan saja seluruh spermaku di dalam vagianyanya yang dipenuh carian kami berdua.

”Argghhhh tante... ” kataku ketika cairanku membasahi vaginanya dan kulihat tante Irma hanya bisa mendesis nikmat panjang.. ”Kamu hebat banget.. sudah lama tante tidak pernah klimaks seperti ini. ayoo.. kita mandi lagi yuk.. lengket-lengket nih”, ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya. 

Kami mandi sambil berpelukan di bawah siraman shower air hangat. Dan kami pun terus melakukannya sampai sekarang secara diam-diam.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.


Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

Tante Irma Yang Kesepian


KiosVideo - Namaku Leon, Dengan Tinggiku 173 cm membuatku jadi mudah untuk menggaet cewek yang ada di sekolahku, aku lahir di luar negeri saat aku umur 8 tahun karena papaku di tugasi di Surabaya jadinya aku ikut papa dari kecil ke Surabaya awalnya aku tidak tahu apa-apa dan bagiku Surabaya merupakan negara yang asing tapi seiring berjalannya waktu lama-kelamaan jadi terbiasa.

Awal mula kisah sexkuku ni dimulai saat sedang musim liburan, bokap dan nyokap aku balik ke kampung halaman untuk liburan tapi, aku memilih untuk ga ikut karena males banget kalo cuma sebentar doank liburan ke sana so.. aku lebih milih liburan di Surabaya.

Sebelum orang tuaku berangkat Mama bilang kepdaku, bawwa aku kalau nanti bosen di sini mendingan jalan – jalan ke Semarang aja sekalian jenguk kakek serta tante Irma (adik mamaku), dan seingatku Tante Irma sudah lama banget ga berkunjung ke Surabaya dan Mamaku dan Tante Irma hanya berhubungan via telphone doang.

Petualangan sexku dimulai ketika seminggu kemudian aku memutuskan untuk maen ke Semarang, hari pertama di Semarang aku habiskan melepas kangenku dengan kakek. hari kedua di Semarang aku minta di antar sama supir ke rumahnya tante Irma.

Rumahnya terletaknya di salah satu kompleks perumahan yg bisa dibilang cukup elit di Semarang, sebelumnya mama sudah menelfon dan memberitahukan kepadanya bahwa aku akan datang untuk main kerumahnya.

”Leon.. wahh.. ternyata kamu sudah besar sekali kamu sekarang yah.., sudah tidak malu lagi tante sama kamu sekarang. Hahaha” kira-kira begitulah katanya sewaktu pertama kali melihatku setlah sekian tahun kami tidak ketemu.Wajah tante Irma masih saja seperti yang dulu seakan tidak bertambah tua sedikitpun.

”Oh yah.. ya tuh supirnya disuruh pulang saja nanti Leon pulang pake aja mobil tante saja kalau mau pulang” aku pun segera mengiyakannya dan menyuruh supir untuk pulang. Hari itu kami banyak bercerita dan tak terasa tiba waktunya untuk makan malam.”

"Makan dulu yuk.. Leon, Tante laper nihh.. itu sudah disiapkan makanannya sama bibi" katanya sambil menunjuk pembantunya.
”Apakah kita tidak menunggu om dulu tante?” aku coba menanyakan suaminya. ”ga usah tadi om sudah nelfon ke tante dan om bilang ga bakal pulang malam ini” tante Irma menjelaskan, maklum suaminya tante Irma salah satu konglomerat di Semarang.

Rumah sebesar ini Cuma dihuni sendirian bersama dengan pembantunya karena walau sudah lama mereka menikah tapi tante yg satu ini masih belom dikaruniai seorang anak. Sambil makan kami bercerita panjang lebar. ”Kamu berani pulang sendiri semalam ini Leon?” katanya sambil melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan jam 22.00.

”Ahh.. tenang saja tante... aku berani kok tante…” jawab aku. ”mendingan kamu tidur disini aja malem ini deh.. nanti biar tante saja yang telephone kakek, lagian diatas kan ada banyak kamar kosong”. Aku pun mengiyakan tawaran tante Irma dan dalam hati aku mengira dia menyuruhku menginap karena takut sendirian atau takut aku kenapa-kenapa, sumpah ga ada sama sekali pikiran negatif tentang tawarannya itu.

”Oh iya... kalau kamu mau mandi air panas pake aja kamar mandi di kamar tante. nanti kamu pakai aja bajunya om yang ada dilemari. Yuk sini ikut tante” ajak tante Irma menuju kekamarnya. Aku pun dengan polos mengangguk sambil mengikutinya ke kamar mandi yang dimaksud terletak di dalam kamarnya.

Lalu dia mengambil T-shirt dan celana pendek untuk aku pakai, dan aku langsung membawa pakaian itu ke kamar mandi, sehabis mandi aku kaget ngliat tante Irma. Dia tidur tengkurap dengan baju tidur yang sangat tipis, yang kelihatan jelas banget CD0-nya tapi aku ga ngeliat tali bra di punggungnya. Meliat pemandangan indah tersebut pun secara spontan membuatku terangsang juga ngliat pemandangan kaya gitu, kayaknya dia tertidur waktu nonton TV karena Tvnya masih menyala. Aku berjalan ke arah TV untuk matiin TV, melihat adegan panas yg berlangsung di layar kaca mendadak aku langsung diem sejenak dan ga jadi matiin, karena aku ikut melihatnya.


Aku liat kebelakang tante Irma yang masih tidur, sekedar iseng aku berdiri sambil nonton tuh adegan sebentar. Tiba-tiba terdengar teguran halus tante Irma diikuti tawa tertahannnya. Aku yang kaget karena malu banget sambil berbalik ke belakang dan mencoba senyum semanis mungkin.

Wuahaha....., waktu aku berbalik tante Irma sudah duduk tegak diatas kasur. ”kirain tante dah tidur” aku coba memecahkan kebuntuan otak sambil berjalan keluar kamar dan pura-pura tidak tahu.
”Leo.. kamu bisa tolong pijitin badan tante ga..?? Pegel banget nih semua badan tante..” terdengar suara helaan nafas panjang dan suara kain jatuh ke lantai. Pada saat aku berbalik hendah mau ngejawab tante Irma sudah tidur tengkurap but kali ini sudah tanpa baju tidurnya yang tipis itu,satu satunya yang masih dipakai cuma celana dalamnya yang berwarna merah.

Kayak kucing kalau dikasih ikan asin.. aku pun langsung jalan dengan pelan mendekati tante Irma. Agak sedikit canggung langsung aku letakkan tangan di bahunya.
”Om kapan pulang tante?” pura-pura nanya coz saya takut di gerebek sama suaminya.
”Hhhhmmm.. kalau om kamu itu tuh jarang pulang, kebanyakan meeting ke luar kota kayak sekarang ini” jawab tante Irma dengan nada manja.
”Fiiiuuuffffuuuh..” Legah aku mendenger kata luar kota... helaan nafas panjang terdengar dari mulut aku. ”kamu turun dikit donk Leon.. masa ci,a di bahu terus” pinta tante Irma dengan manja, aku pun langsung menurunkan pijitan ke daerah punggung.

Tak lama kemudian ”kamu duduk aja di atas pantat tante.. supaya lebih kuat pijitannya.." aku yang tadi duduk di sampingnya langsung mengambil posisi ke atas pantatnya.

”Uuungnnnghh.. kamu berat juga yaa..” dengus tante Irma.
”Heehehehe.. tapi tadi katanya disuruh duduk di sini..” jawab aku asal coz dah ga konsen gara-gara ngelihat pantatnya yang empuk banget.
Penisku pun udah tegang banget, sesekali aku tekan ke belahan pantatnya tante Irma.
”Sudah belom Leo...?? udah cape nih..!!” kata aku setelah tangan dah kerasa pegel.
”iyah.. kamu berdiri dulu deh.. tante mau balik..”, aku berdiri dan tante Irma sekarang berbalik posisi.

Sekarang aku bisa ngliat dengan leluasa wajahnya yg cantik serta payudaranya yang masih kenceng itu tepat di hadapan aku. Puting susunya yang agak merah kecoklatan terlihat begitu menantang, aku sampe bengong ngliat gituan.

”Hey.. Leon pijit bagian depan donk sekarang...” katanya.

Aku langsung duduk diatas pahanya, langsung aja aku remas dengan lembut kedua teteknya yang besar dan padat itu.
”Geli... hihihihi....” cekikikan dia. aku benar-benar sudah ga bisa ngendaliin nafsu aku lagi. Aku tarik CDnya dengan agak kasar, aku akui inilah pertama kalinya ngliat wanita telanjang secara nyata di depan mata.
Tante Irma sengaja membuka lebar kedua pahanya begitu CD-nya aku lepas dan langsung memeknya lengkap dengan sang klitoris yg dihiasi bulu halus yang dirawat dengan rapi membentuk segitiga indah.

”kamu sudah sering beginian ?”, tanyanya.
”Hahh... Ehhh.. tidak koq.. baru kali ini saja tante..” jawabku dengan nafas yang semakin memburu.. kata – kata pun sudah sulit tuk aku ucapkan dari mulutku. Nafas tante Irma juga sudah mulai menantang, keliatan dari dadanya yng sdah mulai naik turun ga teratur. ”Jilatin donk sayang...” katanya memelas dengan mata sayu yang sdah sangat meminta untuk aku puaskan nafsunya itu.

Awalnya aku ragu juga tapi aku dekatkan juga kepalaku ke arah memeknya. Ga ada bau sama sekali, pasti tante Irma rajin ngerawat Vaginanya sehinggah bisa sewangi ini. Aku kluarin lidah menjamah memeknya menjilati dari bawah menuju pusar.

Selan beberapa menit lidah aku bermain dengan memeknya tante Irma yang sudah mengerang dan menggelinjang kecil menahan nikmat. Aku berdiri sebentar dan melepaskan semua pakaianku. Bengong dia ngeliat kontolku yg panjangnya 16 cm itu, aku cuma tersenyum dan melanjutkan permainan lidah aku di memeknya dia. Beberapa saat kemudian ia meronta menjepit kuat kepalaku dngan pahanya lalu menekan kepala aku dengan kedua tangannya supaya lebih menempel lagi dengan memeknya yang sudah basah.. Ngeliat dia kayak gitu, langsung saja aku kulum klitorisnya dan memainkannya dengan lidah di dalam mulut, beberapa lama aku meraasakan ada cairan hangat semakin banyak mengalir keluar dari memeknya.

”Aaaarrrrgghhhh.... jilatan kamu enak banget Leon”, kata tante Irma waktu mencapai klimaks pertamanya.
”Benar-benar hebat lidah kamu Leon, tante sudah ga kuat lagi berdiri nih.. sudah lama tante ga puas 
kaya gini”, aku Cuma tersenyum kecil.. perlahan aku tarik kedua kakinya ke pinggir tempat tidur, aku buka pahanya selebar-lebarnya dan sekarang memeknya yang basah itu sudah terbuka dengan lebar.

Nampaknya dia masih nikmatin peristiwa tadi dan ga sadar apa yang sedang aku lakuin. Begitu dia sadar kontolku sudah menempel di bibir memeknya. Ia pun langsung menjerit tertahan, lalu ia pura-pura meronta nggak mau, aku juga ga tahu cara memasukkan kontol kek gimana, karena punya tante beda banget sama punya bule yang sering aku liat di DVD2 porno.

Lubangnya tante Irma terlihat sangat kecil banget mana bisa masuk nihh.. pikir aku. Tiba-tiba aku ngerasain tangan tante Irma yang memegang kontolku dan membimbing masuk ke lobang memeknya, 

”ayoo...tekan disini yach Leon tapi pelan–pelan, barang punya kamu gede banget” pelan ia membantu membimbing senjata aku masuk ke dalam memeknya yang masih sempit.

Belum sampai seperempat bagian yang masuk dia sudah kesakitan dengan tangan kirinya yang masih menggenggam kontolku menahan laju masuknya agar tidak terlalu deras sementara tangan kanannya meremas kain sprei,kadang memukul tempat tidur.

Aku ngerasain kontolku kaya di urut-urut di dalam, aku berusaha menekan lebih dalam tapi tangan tante Irma menahannya. Langsung ja aku tarik tangannya and aku dorong masuk semua batangan aku yang sudah tegang banget, ”AHHH.......”, teriaknya sambil meluk badan aku kenceng banget.

Tante Irma mengerang dan meronta, aku suka banget sensasi mukanya yang binal itu. Ga sabar lagi langsung aku pegang pinggulnya supaya dia berhenti meronta. Langsung aku pompa tubuh tante seiring kontolku aku yg keluar masuk dalam memeknya, ”ayoo.. terusss Leonn.. puasin tante lagi sayang...”,  Bisik tante Irma di telinga aku sambil matanya merem melek dan kukunya mencakar seluruh punggung aku sambil menahan sakit dan kenikmatan.

 


Setelah agak lamaan sedikit tante Irma menggerakkan pinggulnya seiring dengan goyangan aku.
”tanteeee.. enak banget goyangannya..” aku mencoba ngeluari kata biar dia lebih bersemangat ngoyang pinggulnya. Tiba – tiba aku ngerasain memeknya menjepit kontolku dengan kuat, tubuh tante Irma mulai menggelinjang hebat dengan nafas yang ga karuan.

”Tante sudah mau keluar Leoonn.. kamu masih lama ga sayang, tante pengen kita klimaks bareng-bareng”, katanya dengan mata merem melek. Aku tak menjawab hanya mempercpat goyanganku, tante Irma yang menggelinjang dengan hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Kurasakan aku juga sudah mau keluar, kusemprotkan saja seluruh spermaku di dalam vagianyanya yang dipenuh carian kami berdua.

”Argghhhh tante... ” kataku ketika cairanku membasahi vaginanya dan kulihat tante Irma hanya bisa mendesis nikmat panjang.. ”Kamu hebat banget.. sudah lama tante tidak pernah klimaks seperti ini. ayoo.. kita mandi lagi yuk.. lengket-lengket nih”, ia berjalan ke kamar mandi dan aku mengikutinya. 

Kami mandi sambil berpelukan di bawah siraman shower air hangat. Dan kami pun terus melakukannya sampai sekarang secara diam-diam.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.


Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

No comments:

Post a Comment