CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Silvi Anak Ibu Kos Yang Hyper Sex - Kiosvideo

hi stats


KiosVideo - Saya adalah seorang pria yang kesepian, sekaligus merupakan mahasiswa yang bertempat di salah satu kota yang masih sekarang ini blom lulus-lulus juga dengan usia yang sekarang sudah beranjak 25 tahun. Memang dari bidang akedemik saya termasuk orang yang gagal namun untuk masalah wanita untuk memikat hatinya saya termasuk orang yang sukses, meskipun ya sering saja dengan status yang masih kesepian.

Awal cerita saya ini bermula saat saya mendapatkan tempat kossan yang baru. Dari kemarin-kemarin saya muter-muter untuk mencari tempat yang pas, dan pada akhirnya saya dapet juga tuh tempat kossan yang buat saya tempatin. Dengan tempat yang masuk ke dalam-dalam perkampungan dan ada satu satu hal, yang buat tertarik saya untuk tinggal di kossan itu.

Karena di tempat kos sinilah, ada anak dari ibu kos yang cantiknya bukan maen bak kembang desa.
Gadis itu bernama Silvi, dia merupakan mahasiswi dari kampus XXX. Saat saya melihat dia, seketika kontol saya begitu ngaceng dan tegang karena Silvi sangat cantik dan juga badannya yang seksi. Sebelumnya saya bertanya untuk mencari kossan, saat itulah yang menyapa dan menjawab si Silvi dan berkata:
“Iya , masih ada satu kamar kok Kak”.
Dengan jawaban seperti itu, saya langsung tak pikir lama-lama dengan suara yang lembut dan halus menjadikan kontol saya semakin menegang. Dengan pemilik Ibu kos yang juga begitu ramah juga, tapi kadang –kadang Ibu kos yang dengan profesi berdagang juga jarang untuk pulang ke rumahnya.

Silvi juga mengatakan kalo Bapak dan Ibu juga jarang ada di rumah. Dan pada akhirnya di kemudian hari, saya langsung untuk mengambil kamar kossan yang kebetulan bersebelahan dengan pemilk rumahnya. Dengan tepat kos yang lumayan terpencil dan jauh saya dari temen-temen gak jadi masalah lah buat saya. Yang penting saya bisa dapetin hati Si Silvi anak dari pemilik yang punya kossan yang sangat cantik ini.
Dan kemudian saya sudah siap untuk menempati kamar kossan yang baru. Saat saya duduk kan di luar, saya melihat Silvi sedang telpon-telponan ntah dari siapa dengan duduk di teras rumahnya.
“wow. . .kesempatan bagus buat saya nih... ?
Begitu nungguin Silvi telpon-telponan selesai, langsung saya samperin dia.
“Hay... Silvi lagi ngapaian nih.. ? basa basi.

Dengan muka sambil tersenyum.
“Iya ,Kak sedang santaian aja nih kok Kak..”ucap Silvi dengan suara lembutnya.
Dengan membalas dengan senyum simpul..
“Sedang telponan sama si pacar ya.. ?” Goda saya.
“Pacar Kak ... ?”jawab Silvi.
Terasa hati ini remuk medengar ucapan Si Silvi. Ternyata Dia sudah punya pacar... Apes nih..!!
Tapi pembicaraan masih tetap berjalan.., walau Silvi sudah punya gebetan. Saya berkeinginan untuk akrab dengan Silvi, ya... siapa taukalo Silvi bosen atau Bete dengan pacarnya. Sapa tau... aku dapat kesempatan?
Ku Jajah Anak Ibu Kos yang Perawan ini. Saya perhatikan dengan wajah cantik nya Si Silvi, Sumpaaaah....!! bener-bener cantik banget. Dengan kulit yang eksotik dan dengan paras yang beda dari lingkungannya.



“Kok.., Liatin Silvi seperti itu sih Kak....?”tanya Silvi
Saya yang bengong kemudian tersadar.
“Eh, iya.. ternyata Silvi ada tai lalat nya juga ya.. ?”jawab saya mencari alasan.
“Kalau orang punya ciri-ciri seperti itu, orang nya sering beruntung lho...?” ucap saya.
“Lha memangnya ada apa ikh Kak...?” Tanyanya lagi
“Ya iyalah beruntung...! untung aja tai lalat, kalo tai kambing gimana..?” dengan bercanda.
Silvi seketika langsung tertawa.. Manis banget senyumnya ngeliat dia tertawa, pada akhirnya pada malam itu saya berhasil ngobrol begitu laama dan tertawa bersamanya. Bahkan setelah cerita tentang tai lalat itu, Silvi bahkan nunjukin kalau dia punya tanda lahir di bagian pundaknya.

“Mana mungkin itu tanda lahir .. !
kayaknya tatto deh!” dengan menuduh.
“Beneran kok Kak ini tanda lahir saya!” balasnya.
“Gak percaya ah..."
Pasti kamu orangnya suka tato kan...
Harus dicek nih...!” mencoba melancarkan rencana saya.
Dia malah tertawa ngekek... Saya begitu senang.. Dan paginya, saya sempetin dulu joging pagi.
Dengan lari di tempat dan push up ringan sudah jadi rutinitas pagi buat saya. Punya badan tegap dan berotot memang inilah saya.
Walaaah... tiba-tiba saya denger suara cebar-cebur dari kamar mandi. Saya usut dari mana asal suara tersebut, ternyata persis bersebelahan dengan dinding disebelah kamar yang saya tempati.

Ternyata disebelahnya kamar mandi tho... baru tau saya..
Saya coba mendengar suara gemercik air tersebut. Ternyata suara kemudian adalah suara nyanyian seorang gadis.
Tidak salah lagi..., itu suara Silvi..
Saya begitu seksama dan menikmati suara nyanyiannya. Merdu dan apik banget..
Akhirnya timbul pikiran kotor saya untuk mengintipnya, dengan dinding tembok yang sebenarnya tidak terlalu tinggi itu bisa saya panjat dengan mudah..
Akhirnya dengan cepat, otak saya berfikir untuk berbuat mesum.
Bagaimana caranya untuk memanjat dinding yang tingginya seperti ini.. Setelah yakin orang tua Silvi sudah berangkat pergi berdagang dan Silvi pasti sedang sendirian di rumah, saya nekat untuk ngintipinnya mandi.
Dengan panjatan kursi, akhirnya saya bisa mencapai ujung tembok paling atas. Pelan-pelan saya angkat kepala untuk melihat pemandangan di dalam kamar mandi yang indah.

Dan memang benar. . ! Silvi sedang mandi sambil bernyanyi. Silvi dengan wajah khasnya itu ternyata punya tubuh yang sangat seksi. Dari ujung rambut hingga ujung kakinya dapat saya liat secara jelas.
Dengan tetek yang montok bergelantungan. Kulitnya putihnya yang sebagian tertutup dengan busa-busa sabun. Hingga rambut-rambut halus yang tumbuh didaerah memeknya dapat terlihat sanagat jelas. Tanpa sadar sudah membuat batang kontol saya langsung mengeras.
Silvi masih asyik menggosok-gosok bagian tubuhnya dengan sabun.
Yang membuat saya tak tahan dengaan kondisi tangannya yang meremas teteknya sendiri. Terpaan busa sabun dari teteknya yang putih licin oleh sabun membuat saya serasa mau horny. Kemudian, Silvi membilas sabunnya dengan mengguyurkan air.

Kulitnya makin terlihat putih bercahaya dan pada berikutnya bagian selangkangannya yang dicuci dengan air. Diluar dugaan saya, ternyata Silvi menjamaahi dan mengelus-elus bagian memeknya. Saya berfikir Silvi melakukan pembersihan di daerah memeknya.
Ternyata, Silvi begitu nikmat dengan mengelus-elus daerah yang berbulu tersebut. Saya liat matanya sudah merem-merem keenakan.
“Ohh Yessss... hari ini aku beruntung, ternyata Silvi sedang masturbasi... ”
Baru kali ini saya melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri ada seorang cewek yang masturbasi. Secara jelas saya menonton Silvi yang tengah keasyikan memainkan jarinya di bibir memeknya. Secara tak sadar saya jadi lupa diri kalau sebenarnya posisi saya sangat terlihat. Bisa bahaya kalau sampai ketahuan oleh Silvi.

Malu deh jadinya kalo ketahuan, lagi satu hari ngekos ditempat orang sudah berlaku mesum seperti ini. Ternyata dingklik yang menjadi pijakan saya untuk mengganjal kursi tak sanggup lagi menahan pijakan saya. Akhirnya dingklik tersebut meleset.
Dan Silvi sempat jadi kaget dan menghentikan adegan masturbasinya segera.
“Mampuss deh.. kalo Silvi sampai tau ada yang mengintipnya!” batin dengan rasa cemas.
Saya langsung menghentikan tontonan sebentar. Saya segera turun dari dinding yang saya panjat buru- buru. Ternyata Silvi menyadari dirinya diintip. Silvi segera mengenakan handuk dan pakainnya lalu buru-buru keluar kamar mandi.
Saya segera menuju pintu kamar mandi untuk menghalangi dan menenangkan Silvi, kalau-kalau Silvi bisa berteriak. Bisa mati saya kalau dia nanti akan mengadu ke Bapak Ibunya setelah pulang dari berdagangnya. Saya yang buru-buru melintasi pintu kamar mandi langsung bertumbukan dengan Silvi yang baru saja keluar kamar mandi.

Kemudian handuk Silvi tak sengaja langsung lepas, dan Lia terjatuh.
“Sorii..Sorii... “
Dengan kata kata itu yang bisa terucap dari mulut saya sambil membantu Silvi untuk berdiri. Saya langsung mengambil handuknya. Dan nampaknya Silvi kelabakan ketika handuknya hampir saja copot. Silvi ternyata tidak memakai apa-apa kecuali handuk yang membuat teteknya menyembul kelihatan.
“Kakak, barusa ngintipin Silvi yah?” tanyanya...
Dengan menundukkan kepalanya, Silvi menunduk mungkin karena dia malu. Karena baru saja dia melakukan masturbasi. Saya jadi ngerasa berdosa karena telah mengintipnya.
“Kakak minta maaf ya.. Kakak menyesal banget”
saya ucapin itu dengan nada memelas. Silvi cuma mengangguk tapi masih menunduk. Tangannya masih memegang handuknya erat-erat. Tak lama setelah itu dia berjalan pelan kedalam rumahnya sambil menahan malu. Matanya berkaca-kaca. Saya jadi tambah merasa bersalah kepadanya.

“Selama ini belum ada lho yang ngeliat Silvi begituan...”
“Tapi kok kakak berani sih..?” suaranya lirih..
Akhirnya saya anterin Silvi ke kamarnya. Saya bimbing dia menuju kamarnya, dibenak saya semuanya campur aduk. Perasaan bersalah udah membuat dia ketakutan. Mungkin saja bagi cewek hal seperti itu bisa membuatnya trauma atau tidak suka.
Setelah sampai dikamar Silvi, saya malah memeluknya. Terlintas dipikiran saya, kalau cewek sedang sedih begitu cara untuk menenangkannya hanyalah dengan di peluk, menurut teori saya yang pernah saya lakukan kepada cewe lainnya.
“Silvi...,Kakak minta maaf ya karena sudah ngintipin kamu..."





saya bisikin itu ke telinganya. Sekali lagi Silvi hanya mengangguk. Dari pelukan, saya beralih mendekap Silvi.
Saya langsung saja cium pipinya kemudian bibirnya. Kemudian dengan naluri saya, tangan saya juga ikut memainkan perannya meremas dada Silvi dari luar handuknya.
“Kakak...! Sedang ngapaain nih..!” ucap Silvi kaget.
Dalam teori saya, kepalang becek, basah aja sekalian...!
Tanggung ketahuan ngintipin Silvi mandi, kenapa gak saya tidurin aja sekalian?
Mumpung ada kesempatan..
Saya kemudian mendorong Silvi ke tempat tidurnya. Pintu kamarnya segera saya kunci. Dan kemudian handuknya dengan mudah saya lepas. Bibir Silvi langsung saya lumat dan beradu dengan lidah. Tangan saya menjamah teteknya yang semok itu. Silvi hanya sedikit berontak dan kakinya berulah gak karuan.

“Kakaaaakk..” Silvi berteriak.
Saya mulai cemas akibat jeritannya... Nanti kalau ada warga yang dengar gimana?
Saya bisa dihajar masa aku... Akhirnya saya menghentikan aksi birahi saya. Saya mutusin untuk membujuk Silvi secara pelan-pelan. Sambil mengelus-elus pundaknya dan membelai rambutnya saya ngomong pelan-pelan.
“Sil, tenang aja yaa.. kakak gak bermaksud ngapa-ngapain kamu”
“Kakak gak mungkin menyakiti Silvi karena kakak sayang banget sama kamu”.ucap saya dengan nada merayu.
Lalu saya cium leher Silvi, tangan saya mulai lagi main-main mengelus teteknya, meremas dan mengelus kemudian turun ke daerah memeknya.
“Kakak, Silvi mohon jangan ya kak..." Silvi merasa ketakutan.
“Silvi pokoknya santai aja yaa.. Kakak gak akan nyakitin Silvi... Kakak Sayang sama kamu...”
Tangannya terus mendorong-dorong saya.. Silvi yang tampak sangat ketakutan setengah mati. Saya terus memberikan rangsangan secara perlahan dengan terus menciumi lehernya. Kemudian turun dan menjilati puting teteknya yang mempesona.

Dan tangan kanan saya mengelus-elus daerah bagian memeknya. Jari tengah mulai saya masukkan ke selakangan memeknya. Saya terus mainkan itu pelan-pelan.
“Kakak.. Silvi mohon, Silvi belom pernah begituan kak...”
“Silvi takut...” memohon dengan lemas.
Tangannya terus menahana tangan kanan saya yang menjamah didaerah bibir memeknya. Saya cuma jawab permohonan Silvi dengan ciuman dan kuluman dibibirnya. Saya terus lumat bibir Silvi dan bibir memeknya dilumat jari tengah saya. Perlahan saya masukan jari tengah saya dengan pelan-pelan tapi pasti.


Terasa daerah memeknya Silvi ternyata sudah basah. Mengetahui daerah memeknya nya sudah basah dan licin, saya jadi yakin kalau sebenarnya Silvi juga pingin menikmati permainan saya. Kayaknya Silvi juga sudah tidak menunjukkan perlawanan yang kuat seperti yang tadi.
“Sil...“.
“Kakak masukin jari kakak pelan-pelan ya....”
“Kagak sakit kok..”
“Kamu tenang aja yaa..”
Belum lagi Silvi memberikan persetujuannya, jari tengah saya terus saja masuk ke memeknya.
Akhirnya jawaban Silvi Cuma erangan dan desahan. Saya terus mainkan dengan memasukkan jari tengah saya kedalam memeknya sedikit demi sedikit. Akhirnya bisa masuk jari saya.. dengan penuh..
“Kakak.. Silvi takut kak..” Silvi terus ngomong tetapi tidak melakukan perlawanan.
Tapi kakinya malah membuka lebar dan sesekali nafasnya agak berat. Saya yakin Silvi sebenarnya mungkin saja sering bermasturbasi.
Cewek-cewek seperti Silvi mungkin saja cewek hyperseks yang sering memuaskan dirinya dengan masturbasi sendiri.

Seperti yang saya liat barusan di kamar mandi. Saya makin sibuk dengan tangan kiri saya membelai rambutnya, mulut saya sesekali mengisap dan menjilati putingnya, dan tangan kanan saya memasukkan jari kedalam liang memek Silvi yang makin banjir dengan cairan dan licin.
Akhirnya saya gak tahan lagi. Dengan sekejap segera saya lepaskan semua pakaian saya hingga kami berdua sudah benar-benar telanjang bulat. Segera saya tindih tubuh Silvi yang tergeletak.
“Silvi, kita coba masukin yuk.. !!”
“Kamu tahan sedikit ya.. “
“Mungkin sedikit nyeri.. tapi lama kelamaan enak kok...”
Silvi dengan lugunya mengangguk.
Tampaknya Silvi sudah diliputi gejolak birahi yang gak bisa di kontrol. Saya makin birahi dan bersemangat. Perlahan saya sempret-sempretkan kontol saya yang udah tegang dari tadi ke bibir memeknya. Silvi yang makin terangsang gak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

Jiwa raganya sudah diliputi hasrat seks yang kuat. Setelah kontol saya licin dengan cairan Silvi, perlahan saya tancapkan kontol saya ke dalam liang memeknya. Walaupun pekerjaan saya halus dan pelan, tetap saja Silvi merintih kesakitan. Sekarang kontol saya tercampur dengan cairan licin dari Silvi dan darah perawannya. Kemudian Silvi menangis, Namun bibirnya terus mengeluarkan suara
“Arrhhh.. ahhhh.. kakak..”

Saya gak mau ambil pusing... Saya yang sedang sibuk dengan mengobrak abrik memeknya yang sangat sempit agar batang kontol saya bisa masuk lebih dalam lagi. Dibantu dengan cairan pelicin Silvi yang sudah banjir, kontol saya bisa masuk semuanya.
Saya terus menggenjot dengan maju mundur batang kontol saya. Sesekali saya cium dan jilatin leher Silvi hingga ke teteknya. Kemudian putting nya saya emut dan sedot sekuat-kuatnya. Akhirnya saya meliat tanda-tanda Silvi akan birahi kembali. Segera saya atur dengan kecepatan goyangan saya.

Saya pun pengen keluar dan klimaks. Akhirnya Silvi lebih dahulu mencapai klimaks dan berteriak
“Kakakk...!!!”
Berurutan setelah itu saya juga keluar menyemprotkan cairan pejuh saya didalam memeknya.
“Aaaaahhh... Ahhhh.. Silvi...”
Saya ngecrooot....
“Croooott... Croott... Criiiit.... “
Beberapa kali semburan dengan menekan kontol saya sedalam-dalamnya kedalam liang memeknya. Silvi pun menjepitkan pahanya. Akhirnya untuk beberapa saat kita menikmati dan merasakan nikmatnya bagaimana orgasme yang sebenarnya. Beberapa saat setelah itu terasa kedut- kedut dan denyutan dari memeknya.

Kontol saya yang masih menancap dan belum saya cabut. Batang kontol saya itu saya biarin sampai lemas didalam memeknya. Saya terus perhatikan wajah menawan Silvi yang lemas sayu setelah saya renggut bunga keperawanannya.
Sesaat saya jadi tak tega dan kasihan telah melakukan ini semua kepada Silvi. Kembali saya elus-elus dan benerin rambutnya yang berantakan. Saya tatap matanya dalam-dalam sambil berkata pelan
"Silvi..., maukah kamu jadi pacar kakak...?” Silvihanya diam.
Saya tau dia udah punya pacar. Tapi saya sama sekali gak tau apa yang mau saya katakan selain itu kepadanya.
Saya pasang kembali celana dan keluar dari kamar Silvi. Dia masih terdiam lemas dan sayu diranjangnya dan belum memakai pakaiannya. Saya udah siap dengan segala resiko dari perbuatan saya barusan. Setelah itu saya langsung berkemas di dalam kamar kos saya.

“Mungkin setelah ini Silvi akan mengadukan semua itu ke orang tuanya dan saya bakal di pidana kan” pikir saya.
Siang harinya, saya sudah selesai beres-beres barang-barang. Saya pengen cabut duluan sebelum saya di usir sama orang tuanya atau mungkin saja hal yang lebih buruk bakal terjadi ke saya.
Ternyata pintu kamar kos saya diketuk.
Setelah saya buka ternyata Silvi, saya persilahkan Silvi masuk. Ia pun masuk kedalam kamar saya, Silvi melihat saya sudah berkemas dengan barang-barang siap-siap mau kabur.
“Kakak mau kemana?” tanya Silvi... Saya cuma bisa diam.
“Kakak gak boleh pergi...!”
Silvi.. takut.. !
“Gimana coba kalau Silvi sampai hamil..?”
“Kakak harus bertanggungjawab untuk semua ini...!” kata Silvi lirih.

“Baiklah kakak tak akan pergi... Kakak akan tanggungjawab kalau terjadi apa-apa”.
“Tapi kakak mohon jangan mengadu sama orang tua Sivi ya..” permintaan saya.
Silvi hanya mengangguk, dan dengan matanya masih sembab karena menangis.
Saya jadi kasihan, akhirnya Silvi saya peluk lagi. Seminggu setelah itu, saya dan Silvi Cuma diam-diam dan tak ada tegur sapa. Tapi akhirnya saya mencoba beranikan diri lagi untuk menegurnya dan mengajaknya bercanda lagi.
Akhirnya, saya bisa ngajakin Silvi untuk berhubungan badan lagi. Ya.. Kadang dikamar kos saya, kadang dikamar dia. Bahkan dia sempat tidur di kamar saya, padahal orang tuanya ada dirumah. Ternyata Silvi selalu diliputi sex dan gairah. Permainan birahi ini kami semakin hari semakin variasi. Dalam waktu tak kurang dari seminggu, Silvi sudah berani menelan habis sperma yang saya semburin didalam mulutnya.
Permainan seks lagi dan lagi.. kami berdua sama-sama diliputi gairah birahi yang liar. Walaupun status hubungan saya belum jelas hingga saat ini, saya tetap menjalani ini sama Silvi. Dan Silvi masih berhubungan dengan pacarnya.
Tapi kalo soal ranjang Silvi lari ke saya dan hampir setiap malam Silvi mampir ke kamar saya buat adegan gituan... itung-itung pengahantar tidur malamnya. Kadang setelah gituan dia balik ke kamarnya, kadang tidur di kamar saya. Sejak saat itulah, Silvi ternyata diam-diam juga main sama pacarnya. Saya pernah nanya ke Silvi, apa dia pernah melakukan hubungan badan dengan cowoknya? Awalnya silvi bilang belum.
Tapi setelah saya selidiki sms dari cowoknya, ternyata mereka juga udah ngelakuin hal begituan.
Setelah perawannya saya renggut, Silvi malah jadi hyperseks dan binal yang pengen ngelakuin hal itu terus.
Pada saat itu, pembicaraan saya sama Silvi sampai ke sesuatu yang bahkan gak saya duga. Silvi berkata sedandainya kalau dia membayangkan di setubuhi dengan dua orang, yaitu saya dan pacarnya.
Hehehee... Tak habis pikir saya membayangkannya mengapa cewek yang dulu nya pemalu dan cupu ini bisa jadi binal seperti ini ya, pada akhirnya hubungan kita habis sampai saya tamat kuliah, dan memutuskan untuk kembali kekampung halaman saya.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam


Silvi Anak Ibu Kos Yang Hyper Sex


KiosVideo - Saya adalah seorang pria yang kesepian, sekaligus merupakan mahasiswa yang bertempat di salah satu kota yang masih sekarang ini blom lulus-lulus juga dengan usia yang sekarang sudah beranjak 25 tahun. Memang dari bidang akedemik saya termasuk orang yang gagal namun untuk masalah wanita untuk memikat hatinya saya termasuk orang yang sukses, meskipun ya sering saja dengan status yang masih kesepian.

Awal cerita saya ini bermula saat saya mendapatkan tempat kossan yang baru. Dari kemarin-kemarin saya muter-muter untuk mencari tempat yang pas, dan pada akhirnya saya dapet juga tuh tempat kossan yang buat saya tempatin. Dengan tempat yang masuk ke dalam-dalam perkampungan dan ada satu satu hal, yang buat tertarik saya untuk tinggal di kossan itu.

Karena di tempat kos sinilah, ada anak dari ibu kos yang cantiknya bukan maen bak kembang desa.
Gadis itu bernama Silvi, dia merupakan mahasiswi dari kampus XXX. Saat saya melihat dia, seketika kontol saya begitu ngaceng dan tegang karena Silvi sangat cantik dan juga badannya yang seksi. Sebelumnya saya bertanya untuk mencari kossan, saat itulah yang menyapa dan menjawab si Silvi dan berkata:
“Iya , masih ada satu kamar kok Kak”.
Dengan jawaban seperti itu, saya langsung tak pikir lama-lama dengan suara yang lembut dan halus menjadikan kontol saya semakin menegang. Dengan pemilik Ibu kos yang juga begitu ramah juga, tapi kadang –kadang Ibu kos yang dengan profesi berdagang juga jarang untuk pulang ke rumahnya.

Silvi juga mengatakan kalo Bapak dan Ibu juga jarang ada di rumah. Dan pada akhirnya di kemudian hari, saya langsung untuk mengambil kamar kossan yang kebetulan bersebelahan dengan pemilk rumahnya. Dengan tepat kos yang lumayan terpencil dan jauh saya dari temen-temen gak jadi masalah lah buat saya. Yang penting saya bisa dapetin hati Si Silvi anak dari pemilik yang punya kossan yang sangat cantik ini.
Dan kemudian saya sudah siap untuk menempati kamar kossan yang baru. Saat saya duduk kan di luar, saya melihat Silvi sedang telpon-telponan ntah dari siapa dengan duduk di teras rumahnya.
“wow. . .kesempatan bagus buat saya nih... ?
Begitu nungguin Silvi telpon-telponan selesai, langsung saya samperin dia.
“Hay... Silvi lagi ngapaian nih.. ? basa basi.

Dengan muka sambil tersenyum.
“Iya ,Kak sedang santaian aja nih kok Kak..”ucap Silvi dengan suara lembutnya.
Dengan membalas dengan senyum simpul..
“Sedang telponan sama si pacar ya.. ?” Goda saya.
“Pacar Kak ... ?”jawab Silvi.
Terasa hati ini remuk medengar ucapan Si Silvi. Ternyata Dia sudah punya pacar... Apes nih..!!
Tapi pembicaraan masih tetap berjalan.., walau Silvi sudah punya gebetan. Saya berkeinginan untuk akrab dengan Silvi, ya... siapa taukalo Silvi bosen atau Bete dengan pacarnya. Sapa tau... aku dapat kesempatan?
Ku Jajah Anak Ibu Kos yang Perawan ini. Saya perhatikan dengan wajah cantik nya Si Silvi, Sumpaaaah....!! bener-bener cantik banget. Dengan kulit yang eksotik dan dengan paras yang beda dari lingkungannya.



“Kok.., Liatin Silvi seperti itu sih Kak....?”tanya Silvi
Saya yang bengong kemudian tersadar.
“Eh, iya.. ternyata Silvi ada tai lalat nya juga ya.. ?”jawab saya mencari alasan.
“Kalau orang punya ciri-ciri seperti itu, orang nya sering beruntung lho...?” ucap saya.
“Lha memangnya ada apa ikh Kak...?” Tanyanya lagi
“Ya iyalah beruntung...! untung aja tai lalat, kalo tai kambing gimana..?” dengan bercanda.
Silvi seketika langsung tertawa.. Manis banget senyumnya ngeliat dia tertawa, pada akhirnya pada malam itu saya berhasil ngobrol begitu laama dan tertawa bersamanya. Bahkan setelah cerita tentang tai lalat itu, Silvi bahkan nunjukin kalau dia punya tanda lahir di bagian pundaknya.

“Mana mungkin itu tanda lahir .. !
kayaknya tatto deh!” dengan menuduh.
“Beneran kok Kak ini tanda lahir saya!” balasnya.
“Gak percaya ah..."
Pasti kamu orangnya suka tato kan...
Harus dicek nih...!” mencoba melancarkan rencana saya.
Dia malah tertawa ngekek... Saya begitu senang.. Dan paginya, saya sempetin dulu joging pagi.
Dengan lari di tempat dan push up ringan sudah jadi rutinitas pagi buat saya. Punya badan tegap dan berotot memang inilah saya.
Walaaah... tiba-tiba saya denger suara cebar-cebur dari kamar mandi. Saya usut dari mana asal suara tersebut, ternyata persis bersebelahan dengan dinding disebelah kamar yang saya tempati.

Ternyata disebelahnya kamar mandi tho... baru tau saya..
Saya coba mendengar suara gemercik air tersebut. Ternyata suara kemudian adalah suara nyanyian seorang gadis.
Tidak salah lagi..., itu suara Silvi..
Saya begitu seksama dan menikmati suara nyanyiannya. Merdu dan apik banget..
Akhirnya timbul pikiran kotor saya untuk mengintipnya, dengan dinding tembok yang sebenarnya tidak terlalu tinggi itu bisa saya panjat dengan mudah..
Akhirnya dengan cepat, otak saya berfikir untuk berbuat mesum.
Bagaimana caranya untuk memanjat dinding yang tingginya seperti ini.. Setelah yakin orang tua Silvi sudah berangkat pergi berdagang dan Silvi pasti sedang sendirian di rumah, saya nekat untuk ngintipinnya mandi.
Dengan panjatan kursi, akhirnya saya bisa mencapai ujung tembok paling atas. Pelan-pelan saya angkat kepala untuk melihat pemandangan di dalam kamar mandi yang indah.

Dan memang benar. . ! Silvi sedang mandi sambil bernyanyi. Silvi dengan wajah khasnya itu ternyata punya tubuh yang sangat seksi. Dari ujung rambut hingga ujung kakinya dapat saya liat secara jelas.
Dengan tetek yang montok bergelantungan. Kulitnya putihnya yang sebagian tertutup dengan busa-busa sabun. Hingga rambut-rambut halus yang tumbuh didaerah memeknya dapat terlihat sanagat jelas. Tanpa sadar sudah membuat batang kontol saya langsung mengeras.
Silvi masih asyik menggosok-gosok bagian tubuhnya dengan sabun.
Yang membuat saya tak tahan dengaan kondisi tangannya yang meremas teteknya sendiri. Terpaan busa sabun dari teteknya yang putih licin oleh sabun membuat saya serasa mau horny. Kemudian, Silvi membilas sabunnya dengan mengguyurkan air.

Kulitnya makin terlihat putih bercahaya dan pada berikutnya bagian selangkangannya yang dicuci dengan air. Diluar dugaan saya, ternyata Silvi menjamaahi dan mengelus-elus bagian memeknya. Saya berfikir Silvi melakukan pembersihan di daerah memeknya.
Ternyata, Silvi begitu nikmat dengan mengelus-elus daerah yang berbulu tersebut. Saya liat matanya sudah merem-merem keenakan.
“Ohh Yessss... hari ini aku beruntung, ternyata Silvi sedang masturbasi... ”
Baru kali ini saya melihat secara langsung dengan mata kepala sendiri ada seorang cewek yang masturbasi. Secara jelas saya menonton Silvi yang tengah keasyikan memainkan jarinya di bibir memeknya. Secara tak sadar saya jadi lupa diri kalau sebenarnya posisi saya sangat terlihat. Bisa bahaya kalau sampai ketahuan oleh Silvi.

Malu deh jadinya kalo ketahuan, lagi satu hari ngekos ditempat orang sudah berlaku mesum seperti ini. Ternyata dingklik yang menjadi pijakan saya untuk mengganjal kursi tak sanggup lagi menahan pijakan saya. Akhirnya dingklik tersebut meleset.
Dan Silvi sempat jadi kaget dan menghentikan adegan masturbasinya segera.
“Mampuss deh.. kalo Silvi sampai tau ada yang mengintipnya!” batin dengan rasa cemas.
Saya langsung menghentikan tontonan sebentar. Saya segera turun dari dinding yang saya panjat buru- buru. Ternyata Silvi menyadari dirinya diintip. Silvi segera mengenakan handuk dan pakainnya lalu buru-buru keluar kamar mandi.
Saya segera menuju pintu kamar mandi untuk menghalangi dan menenangkan Silvi, kalau-kalau Silvi bisa berteriak. Bisa mati saya kalau dia nanti akan mengadu ke Bapak Ibunya setelah pulang dari berdagangnya. Saya yang buru-buru melintasi pintu kamar mandi langsung bertumbukan dengan Silvi yang baru saja keluar kamar mandi.

Kemudian handuk Silvi tak sengaja langsung lepas, dan Lia terjatuh.
“Sorii..Sorii... “
Dengan kata kata itu yang bisa terucap dari mulut saya sambil membantu Silvi untuk berdiri. Saya langsung mengambil handuknya. Dan nampaknya Silvi kelabakan ketika handuknya hampir saja copot. Silvi ternyata tidak memakai apa-apa kecuali handuk yang membuat teteknya menyembul kelihatan.
“Kakak, barusa ngintipin Silvi yah?” tanyanya...
Dengan menundukkan kepalanya, Silvi menunduk mungkin karena dia malu. Karena baru saja dia melakukan masturbasi. Saya jadi ngerasa berdosa karena telah mengintipnya.
“Kakak minta maaf ya.. Kakak menyesal banget”
saya ucapin itu dengan nada memelas. Silvi cuma mengangguk tapi masih menunduk. Tangannya masih memegang handuknya erat-erat. Tak lama setelah itu dia berjalan pelan kedalam rumahnya sambil menahan malu. Matanya berkaca-kaca. Saya jadi tambah merasa bersalah kepadanya.

“Selama ini belum ada lho yang ngeliat Silvi begituan...”
“Tapi kok kakak berani sih..?” suaranya lirih..
Akhirnya saya anterin Silvi ke kamarnya. Saya bimbing dia menuju kamarnya, dibenak saya semuanya campur aduk. Perasaan bersalah udah membuat dia ketakutan. Mungkin saja bagi cewek hal seperti itu bisa membuatnya trauma atau tidak suka.
Setelah sampai dikamar Silvi, saya malah memeluknya. Terlintas dipikiran saya, kalau cewek sedang sedih begitu cara untuk menenangkannya hanyalah dengan di peluk, menurut teori saya yang pernah saya lakukan kepada cewe lainnya.
“Silvi...,Kakak minta maaf ya karena sudah ngintipin kamu..."





saya bisikin itu ke telinganya. Sekali lagi Silvi hanya mengangguk. Dari pelukan, saya beralih mendekap Silvi.
Saya langsung saja cium pipinya kemudian bibirnya. Kemudian dengan naluri saya, tangan saya juga ikut memainkan perannya meremas dada Silvi dari luar handuknya.
“Kakak...! Sedang ngapaain nih..!” ucap Silvi kaget.
Dalam teori saya, kepalang becek, basah aja sekalian...!
Tanggung ketahuan ngintipin Silvi mandi, kenapa gak saya tidurin aja sekalian?
Mumpung ada kesempatan..
Saya kemudian mendorong Silvi ke tempat tidurnya. Pintu kamarnya segera saya kunci. Dan kemudian handuknya dengan mudah saya lepas. Bibir Silvi langsung saya lumat dan beradu dengan lidah. Tangan saya menjamah teteknya yang semok itu. Silvi hanya sedikit berontak dan kakinya berulah gak karuan.

“Kakaaaakk..” Silvi berteriak.
Saya mulai cemas akibat jeritannya... Nanti kalau ada warga yang dengar gimana?
Saya bisa dihajar masa aku... Akhirnya saya menghentikan aksi birahi saya. Saya mutusin untuk membujuk Silvi secara pelan-pelan. Sambil mengelus-elus pundaknya dan membelai rambutnya saya ngomong pelan-pelan.
“Sil, tenang aja yaa.. kakak gak bermaksud ngapa-ngapain kamu”
“Kakak gak mungkin menyakiti Silvi karena kakak sayang banget sama kamu”.ucap saya dengan nada merayu.
Lalu saya cium leher Silvi, tangan saya mulai lagi main-main mengelus teteknya, meremas dan mengelus kemudian turun ke daerah memeknya.
“Kakak, Silvi mohon jangan ya kak..." Silvi merasa ketakutan.
“Silvi pokoknya santai aja yaa.. Kakak gak akan nyakitin Silvi... Kakak Sayang sama kamu...”
Tangannya terus mendorong-dorong saya.. Silvi yang tampak sangat ketakutan setengah mati. Saya terus memberikan rangsangan secara perlahan dengan terus menciumi lehernya. Kemudian turun dan menjilati puting teteknya yang mempesona.

Dan tangan kanan saya mengelus-elus daerah bagian memeknya. Jari tengah mulai saya masukkan ke selakangan memeknya. Saya terus mainkan itu pelan-pelan.
“Kakak.. Silvi mohon, Silvi belom pernah begituan kak...”
“Silvi takut...” memohon dengan lemas.
Tangannya terus menahana tangan kanan saya yang menjamah didaerah bibir memeknya. Saya cuma jawab permohonan Silvi dengan ciuman dan kuluman dibibirnya. Saya terus lumat bibir Silvi dan bibir memeknya dilumat jari tengah saya. Perlahan saya masukan jari tengah saya dengan pelan-pelan tapi pasti.


Terasa daerah memeknya Silvi ternyata sudah basah. Mengetahui daerah memeknya nya sudah basah dan licin, saya jadi yakin kalau sebenarnya Silvi juga pingin menikmati permainan saya. Kayaknya Silvi juga sudah tidak menunjukkan perlawanan yang kuat seperti yang tadi.
“Sil...“.
“Kakak masukin jari kakak pelan-pelan ya....”
“Kagak sakit kok..”
“Kamu tenang aja yaa..”
Belum lagi Silvi memberikan persetujuannya, jari tengah saya terus saja masuk ke memeknya.
Akhirnya jawaban Silvi Cuma erangan dan desahan. Saya terus mainkan dengan memasukkan jari tengah saya kedalam memeknya sedikit demi sedikit. Akhirnya bisa masuk jari saya.. dengan penuh..
“Kakak.. Silvi takut kak..” Silvi terus ngomong tetapi tidak melakukan perlawanan.
Tapi kakinya malah membuka lebar dan sesekali nafasnya agak berat. Saya yakin Silvi sebenarnya mungkin saja sering bermasturbasi.
Cewek-cewek seperti Silvi mungkin saja cewek hyperseks yang sering memuaskan dirinya dengan masturbasi sendiri.

Seperti yang saya liat barusan di kamar mandi. Saya makin sibuk dengan tangan kiri saya membelai rambutnya, mulut saya sesekali mengisap dan menjilati putingnya, dan tangan kanan saya memasukkan jari kedalam liang memek Silvi yang makin banjir dengan cairan dan licin.
Akhirnya saya gak tahan lagi. Dengan sekejap segera saya lepaskan semua pakaian saya hingga kami berdua sudah benar-benar telanjang bulat. Segera saya tindih tubuh Silvi yang tergeletak.
“Silvi, kita coba masukin yuk.. !!”
“Kamu tahan sedikit ya.. “
“Mungkin sedikit nyeri.. tapi lama kelamaan enak kok...”
Silvi dengan lugunya mengangguk.
Tampaknya Silvi sudah diliputi gejolak birahi yang gak bisa di kontrol. Saya makin birahi dan bersemangat. Perlahan saya sempret-sempretkan kontol saya yang udah tegang dari tadi ke bibir memeknya. Silvi yang makin terangsang gak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.

Jiwa raganya sudah diliputi hasrat seks yang kuat. Setelah kontol saya licin dengan cairan Silvi, perlahan saya tancapkan kontol saya ke dalam liang memeknya. Walaupun pekerjaan saya halus dan pelan, tetap saja Silvi merintih kesakitan. Sekarang kontol saya tercampur dengan cairan licin dari Silvi dan darah perawannya. Kemudian Silvi menangis, Namun bibirnya terus mengeluarkan suara
“Arrhhh.. ahhhh.. kakak..”

Saya gak mau ambil pusing... Saya yang sedang sibuk dengan mengobrak abrik memeknya yang sangat sempit agar batang kontol saya bisa masuk lebih dalam lagi. Dibantu dengan cairan pelicin Silvi yang sudah banjir, kontol saya bisa masuk semuanya.
Saya terus menggenjot dengan maju mundur batang kontol saya. Sesekali saya cium dan jilatin leher Silvi hingga ke teteknya. Kemudian putting nya saya emut dan sedot sekuat-kuatnya. Akhirnya saya meliat tanda-tanda Silvi akan birahi kembali. Segera saya atur dengan kecepatan goyangan saya.

Saya pun pengen keluar dan klimaks. Akhirnya Silvi lebih dahulu mencapai klimaks dan berteriak
“Kakakk...!!!”
Berurutan setelah itu saya juga keluar menyemprotkan cairan pejuh saya didalam memeknya.
“Aaaaahhh... Ahhhh.. Silvi...”
Saya ngecrooot....
“Croooott... Croott... Criiiit.... “
Beberapa kali semburan dengan menekan kontol saya sedalam-dalamnya kedalam liang memeknya. Silvi pun menjepitkan pahanya. Akhirnya untuk beberapa saat kita menikmati dan merasakan nikmatnya bagaimana orgasme yang sebenarnya. Beberapa saat setelah itu terasa kedut- kedut dan denyutan dari memeknya.

Kontol saya yang masih menancap dan belum saya cabut. Batang kontol saya itu saya biarin sampai lemas didalam memeknya. Saya terus perhatikan wajah menawan Silvi yang lemas sayu setelah saya renggut bunga keperawanannya.
Sesaat saya jadi tak tega dan kasihan telah melakukan ini semua kepada Silvi. Kembali saya elus-elus dan benerin rambutnya yang berantakan. Saya tatap matanya dalam-dalam sambil berkata pelan
"Silvi..., maukah kamu jadi pacar kakak...?” Silvihanya diam.
Saya tau dia udah punya pacar. Tapi saya sama sekali gak tau apa yang mau saya katakan selain itu kepadanya.
Saya pasang kembali celana dan keluar dari kamar Silvi. Dia masih terdiam lemas dan sayu diranjangnya dan belum memakai pakaiannya. Saya udah siap dengan segala resiko dari perbuatan saya barusan. Setelah itu saya langsung berkemas di dalam kamar kos saya.

“Mungkin setelah ini Silvi akan mengadukan semua itu ke orang tuanya dan saya bakal di pidana kan” pikir saya.
Siang harinya, saya sudah selesai beres-beres barang-barang. Saya pengen cabut duluan sebelum saya di usir sama orang tuanya atau mungkin saja hal yang lebih buruk bakal terjadi ke saya.
Ternyata pintu kamar kos saya diketuk.
Setelah saya buka ternyata Silvi, saya persilahkan Silvi masuk. Ia pun masuk kedalam kamar saya, Silvi melihat saya sudah berkemas dengan barang-barang siap-siap mau kabur.
“Kakak mau kemana?” tanya Silvi... Saya cuma bisa diam.
“Kakak gak boleh pergi...!”
Silvi.. takut.. !
“Gimana coba kalau Silvi sampai hamil..?”
“Kakak harus bertanggungjawab untuk semua ini...!” kata Silvi lirih.

“Baiklah kakak tak akan pergi... Kakak akan tanggungjawab kalau terjadi apa-apa”.
“Tapi kakak mohon jangan mengadu sama orang tua Sivi ya..” permintaan saya.
Silvi hanya mengangguk, dan dengan matanya masih sembab karena menangis.
Saya jadi kasihan, akhirnya Silvi saya peluk lagi. Seminggu setelah itu, saya dan Silvi Cuma diam-diam dan tak ada tegur sapa. Tapi akhirnya saya mencoba beranikan diri lagi untuk menegurnya dan mengajaknya bercanda lagi.
Akhirnya, saya bisa ngajakin Silvi untuk berhubungan badan lagi. Ya.. Kadang dikamar kos saya, kadang dikamar dia. Bahkan dia sempat tidur di kamar saya, padahal orang tuanya ada dirumah. Ternyata Silvi selalu diliputi sex dan gairah. Permainan birahi ini kami semakin hari semakin variasi. Dalam waktu tak kurang dari seminggu, Silvi sudah berani menelan habis sperma yang saya semburin didalam mulutnya.
Permainan seks lagi dan lagi.. kami berdua sama-sama diliputi gairah birahi yang liar. Walaupun status hubungan saya belum jelas hingga saat ini, saya tetap menjalani ini sama Silvi. Dan Silvi masih berhubungan dengan pacarnya.
Tapi kalo soal ranjang Silvi lari ke saya dan hampir setiap malam Silvi mampir ke kamar saya buat adegan gituan... itung-itung pengahantar tidur malamnya. Kadang setelah gituan dia balik ke kamarnya, kadang tidur di kamar saya. Sejak saat itulah, Silvi ternyata diam-diam juga main sama pacarnya. Saya pernah nanya ke Silvi, apa dia pernah melakukan hubungan badan dengan cowoknya? Awalnya silvi bilang belum.
Tapi setelah saya selidiki sms dari cowoknya, ternyata mereka juga udah ngelakuin hal begituan.
Setelah perawannya saya renggut, Silvi malah jadi hyperseks dan binal yang pengen ngelakuin hal itu terus.
Pada saat itu, pembicaraan saya sama Silvi sampai ke sesuatu yang bahkan gak saya duga. Silvi berkata sedandainya kalau dia membayangkan di setubuhi dengan dua orang, yaitu saya dan pacarnya.
Hehehee... Tak habis pikir saya membayangkannya mengapa cewek yang dulu nya pemalu dan cupu ini bisa jadi binal seperti ini ya, pada akhirnya hubungan kita habis sampai saya tamat kuliah, dan memutuskan untuk kembali kekampung halaman saya.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam


No comments:

Post a Comment