CERITA SEX TERPANAS DAN VIDEO BOKEP TERBARU Tante Riksa Yang Memiliki Nafsu Birahi Yang Liar - Kiosvideo

hi stats


KiosVideo - Saya akan menceritakan berdasarkan kisah nyata yang pernah aku alami, berlangsung ketika saya masih duduk di bangku kuliah di suatu kota ternama sekitar tahun 2009. Saya sebagai mahasiswa pendatang baru, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. Menurut teman-temanku, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Amir.

Kurang dari 7 bulan saya sudah belajar di yang asing ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indri untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 1 SLTP swasta ternama di kota dimana saya sedang kuliah.

Keluarga Indri adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya yang bekerja sebagai kepala kantor perwakilan salah satu departemen agak besar, berumur kurang lebih 48 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Riska, adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Riska adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang sudah masuk ke 34 ini. Adik Indri yang menjadi murid saya bernama Kiki, amat manja pada sama orangtuanya, karena Tante Riska selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya sebab itu dia menjadi sangat manja.

Dalam beberapa minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan sebanyak 3 kali buat Kiki, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Kiki orang cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Riksa malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya, mungkin dia mau anaknya lebih pintar lagi.

Setiap saya selesai mengajar, Tante Riksa selalu menunggu saya untuk membicarakan tentang perkembangan soal anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak berbidang menurutnya. Setelah lewat satu bulan saya mengajar Kiki, hubungan saya dengan Tante Riska rupanya menjadi semakin akrab.

Ada suatu ketika, kira-kira bulan keempat saya mengajar kiki, saya datang seperti biasanya jam kurang lebih 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Udin sepi tidak seperti biasanya, hanya tersisa tukang kebun. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Kiki, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Riksa datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa hari ini Kiki sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Riksa tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang penting harus dibicarakan dengan saya.

Ketika Tante Riska memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Riska telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Riska masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 170 cm, dengan berat sekitar 45 kg, ditambah ukuran payudaranya yang cukup besar kira-kira 34B.

Mula-mula saya tidak menaruh curiga dengannya sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Kiki. Namun, lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Riska mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung untuk mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.

“Mir, apakah kamu lugu sekali yah..?” tanya Tante Riska.
“Haha... Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?” jawab saya.
“Yah.. lebih dewasa Dong.. kamu!” tegasnya.
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Riska sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati, dengan apa yang dibuatnya.

“Mir.. apakah kamu mau tolongin Tante..?” tanya si Tante suara yang sudah sangat manja.
“Loh.. tolongin apa nih Tante..?” jawab saya lugu masih tak tau apa yang ia bicarakan.
“Tolong puaskan Tante, Tante sangat kesepian nih..!” jawab Tante Riska.
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Riska yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Riska ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab dengan segala hal.
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?” tanya saya sambil bercanda.
“Yah.. kamu pikir saja sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..! pastinya sudah tau ?” jawabnya.

Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Riska juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas penisku yang sudah mengeras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat buas ini.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua saling bercumbu, Tante Riska menarik saya untuk menuntun ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa rakusnya dia ingin segera melepaskan celana jeans saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya yang daritadi sudah berdiri tegak.


“Wah.. Mir, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..” jawab saya.
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Riska yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh..., nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi untuk memuaskannya.

Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante, saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Riska terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.
“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Mir..!” desahnya dengan penuh nikmat.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong tuntun saya yah..?” kata saya.

Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.
“Ogh.. Mir, ternyata pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia rupanya orgasme..! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah dan bodoh amat.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Riska sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.
“Mir.. ayoo Dong sayang, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih.. lihat pennis kamu yang gede..!” pinta si Tante.
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?” tanya saya.
“Nggak usah takut deh, Tante sudah minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!” sambil berusaha meyakinkan saya.

Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya yang sudah sangat basah itu. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.
“Ahh.. Ayo.. !! dorong terus Dong Mir..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah kenimatan sekali.
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Riska mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme untuk yang kedua kalinya.

Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.
“Oh.. oh.. nikmat sekali Amir..!” teriak si Tante.
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!” kata saya.
“Sabar yah Mir.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!” jawab si Tante.

Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.
“Arghh..!” teriak Tante Riska.
Tante Riska kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.

Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Riska dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Riska dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.

“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.
“Agh.. Tante bisa aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Riska, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya doggy style.

“Um.. dorong lebih keras lagi dong Mir..!” desahnya.
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.
“Mir.. ayo mandi yuk..!” pintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Riska untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Mir.. agghh..!” desahnya.
“Mir.. kamu sering-sering ke sini Ya...!” katanya dengan nafas memburu.
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Riska agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Riska kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.




Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh suaminya, Indri teman sekampus saya, apalagi Kiki murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu diam-diam dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan sebuah kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana untuk melakukan aksi kami.

Selepas pengalaman itu, saya menjadi lebih berani pada wanita, dan menikmati persetubuhan dengan beberapa wanita setengah baya yang kesepian dan butuh pertolongan tanpa dibayar, hanya perlu dibayar dengan saling puas.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

Tante Riksa Yang Memiliki Nafsu Birahi Yang Liar


KiosVideo - Saya akan menceritakan berdasarkan kisah nyata yang pernah aku alami, berlangsung ketika saya masih duduk di bangku kuliah di suatu kota ternama sekitar tahun 2009. Saya sebagai mahasiswa pendatang baru, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari orangtua yang bekerja terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. Menurut teman-temanku, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Amir.

Kurang dari 7 bulan saya sudah belajar di yang asing ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indri untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 1 SLTP swasta ternama di kota dimana saya sedang kuliah.

Keluarga Indri adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya yang bekerja sebagai kepala kantor perwakilan salah satu departemen agak besar, berumur kurang lebih 48 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Riska, adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Riska adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang sudah masuk ke 34 ini. Adik Indri yang menjadi murid saya bernama Kiki, amat manja pada sama orangtuanya, karena Tante Riska selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya sebab itu dia menjadi sangat manja.

Dalam beberapa minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan sebanyak 3 kali buat Kiki, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Kiki orang cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Riksa malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya, mungkin dia mau anaknya lebih pintar lagi.

Setiap saya selesai mengajar, Tante Riksa selalu menunggu saya untuk membicarakan tentang perkembangan soal anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak berbidang menurutnya. Setelah lewat satu bulan saya mengajar Kiki, hubungan saya dengan Tante Riska rupanya menjadi semakin akrab.

Ada suatu ketika, kira-kira bulan keempat saya mengajar kiki, saya datang seperti biasanya jam kurang lebih 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Udin sepi tidak seperti biasanya, hanya tersisa tukang kebun. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Kiki, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Riksa datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa hari ini Kiki sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Riksa tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang penting harus dibicarakan dengan saya.

Ketika Tante Riska memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Riska telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Riska masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 170 cm, dengan berat sekitar 45 kg, ditambah ukuran payudaranya yang cukup besar kira-kira 34B.

Mula-mula saya tidak menaruh curiga dengannya sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Kiki. Namun, lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Riska mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung untuk mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.

“Mir, apakah kamu lugu sekali yah..?” tanya Tante Riska.
“Haha... Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?” jawab saya.
“Yah.. lebih dewasa Dong.. kamu!” tegasnya.
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Riska sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati, dengan apa yang dibuatnya.

“Mir.. apakah kamu mau tolongin Tante..?” tanya si Tante suara yang sudah sangat manja.
“Loh.. tolongin apa nih Tante..?” jawab saya lugu masih tak tau apa yang ia bicarakan.
“Tolong puaskan Tante, Tante sangat kesepian nih..!” jawab Tante Riska.
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Riska yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Riska ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab dengan segala hal.
“Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?” tanya saya sambil bercanda.
“Yah.. kamu pikir saja sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..! pastinya sudah tau ?” jawabnya.

Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. Tante Riska juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas penisku yang sudah mengeras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat buas ini.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua saling bercumbu, Tante Riska menarik saya untuk menuntun ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa rakusnya dia ingin segera melepaskan celana jeans saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya yang daritadi sudah berdiri tegak.


“Wah.. Mir, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.
“Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..” jawab saya.
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Riska yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh..., nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi untuk memuaskannya.

Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante, saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Riska terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.
“Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Mir..!” desahnya dengan penuh nikmat.
“Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong tuntun saya yah..?” kata saya.

Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.
“Ogh.. Mir, ternyata pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia rupanya orgasme..! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah dan bodoh amat.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Riska sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.
“Mir.. ayoo Dong sayang, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih.. lihat pennis kamu yang gede..!” pinta si Tante.
“Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?” tanya saya.
“Nggak usah takut deh, Tante sudah minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!” sambil berusaha meyakinkan saya.

Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya yang sudah sangat basah itu. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.
“Ahh.. Ayo.. !! dorong terus Dong Mir..!” pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah kenimatan sekali.
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Riska mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme untuk yang kedua kalinya.

Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.
“Oh.. oh.. nikmat sekali Amir..!” teriak si Tante.
“Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!” kata saya.
“Sabar yah Mir.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!” jawab si Tante.

Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.
“Arghh..!” teriak Tante Riska.
Tante Riska kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.

Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Riska dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Riska dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.

“Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?” kataya sambil tertawa kecil.
“Agh.. Tante bisa aja deh..!” jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Riska, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya doggy style.

“Um.. dorong lebih keras lagi dong Mir..!” desahnya.
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.
“Mir.. ayo mandi yuk..!” pintanya.
“Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?” jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Riska untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.
“Hm.. nikmat sekali jilatanmu Mir.. agghh..!” desahnya.
“Mir.. kamu sering-sering ke sini Ya...!” katanya dengan nafas memburu.
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Riska agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya “KO” kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Riska kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.




Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh suaminya, Indri teman sekampus saya, apalagi Kiki murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu diam-diam dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan sebuah kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana untuk melakukan aksi kami.

Selepas pengalaman itu, saya menjadi lebih berani pada wanita, dan menikmati persetubuhan dengan beberapa wanita setengah baya yang kesepian dan butuh pertolongan tanpa dibayar, hanya perlu dibayar dengan saling puas.

TAMAT

KiosCasino merupakan Agen Judi  Live Casino dan Judi Bola Terbesar, Terpercaya dan Terbaik di Indonesia.



Nikmati Bonus Rollingan Casino TERTINGGI

* Bonus Cashback GG Gaming Slot 5%
* Bonus Rolling Live casino Asia855 1,25%
* Bonus Rollingan Live Casino online 1%
* Bonus Rollingan sportsbook  0,25%
* Bonus Cashback Poker & Domino 0,3% Diskon s.d. 66% Togel Online Asli4D

Dapatkan Bonus Referral

* Bonus Refferensi 2% Untuk Semua Permainan

Customer Service 24 Jam

No comments:

Post a Comment